Perspective of Hinduism Religion - Indonesian

Only available on StudyMode
  • Pages : 5 (1137 words )
  • Download(s) : 583
  • Published : January 19, 2011
Open Document
Text Preview
LOGBOOK 5 / KELOMPOK
KELOMPOK : 6 / KELAS: D
NAMA : LOURENSIA 31080225

Tugas pelengkap Logbook 3 :
Nilai Ajaran Agama Hindu berkaitan dengan variable independen dan dependen.

I. Nilai / Ajaran agama Hindu berkaitan dengan variable independen

a. Ayat dari Kitab Suci agama

Kitab Sarasamuscaya, Bab Wak (Perkataan), Sloka 124

“ nakrocamicchenna mṛṣā vadecca na paisunyam jaha vādam na kuryāt satyavrato mitabhāso pramattastya vagdvāramu paiti guptim”

“Matangnyan mangke sang mahāpandita, sang makabratang kasatyan, tan pangumanuman, tan pagawe pecunya, tan pangupat, nguniweh tan mrsā wāda, yatna juga sira amihêri ujarnira rumaksa halaning len.”

Oleh karena itu, orang yang arif bijaksana, orang yang berjanji atas dirinya berpegang kepada kebenaran tidak mencaci orang, tidak menfitnah, tidak mencela, lagipula tidak berkata dusta (berbohong), melainkan giat berusaha menahan ucapan-ucapannya, dan memelihara agar orang lain jangan sampai terluka karenanya.

b. Pemahaman dari ayat

Ayat ini dipilih berasal dari Bab Wak(perkataan) dalam kitab Sarasamuscaya berhubungan dengan pandangan penulis terhadap seseorang yang beragama dimana mereka adalah orang yang berpegang kepada kebenaran seharusnya adalah orang yang kiranya dapat bersikap arif bijaksana dan tidak melakukan hal yang buruk dengan mulutnya melainkan dapat menahan ucapannya dan memelihara orang lain jangan sampai terluka karena ucapan yang keluar dari mulut kita.

Dalam dialog antar agama, dialog sendiri menyatakan percakapan antara dua orang dan dialog antar agama adalah sebuah ‘percakapan’ antara banyak individu yang memiliki keyakinan mereka masing-masing dan pandangan masing-masing mengenai hubungan antar sesama. Di dalamnya terdapat berbagai perbedaan yang tentunya jika tidak disikapi dengan tepat, dapat menjadi isu permasalahan yang berujung pada perpecahan. Setiap peserta dialog antar agama hendaknya adalah mereka yang bijak dan mampu menahan ucapannya dan memiliki pemahaman yang luas mengenai perbedaan. Jangan sampai mereka yang terlibat dalam dialog antar agama melontarkan hal yang negative seperti yang dinyatakan pada ayat, mencela atau mencaci mengenai agama lain dan jangan sampai, jika ada perbedaan pendapat yang terjadi atau perbedaan keyakinan yang ada menjadi sumber permasalahan karena dialog antar agama memiliki efek yang luas terhadap semua umat beragama. Salah ucapan bisa menimbulkan pertikaian.

Awal dari setiap masalah ada pada ucapan, dan ucapan yang terlontar tidak akan pernah dapat ditarik kembali. Apalagi jika mengunakan mulut untuk mengucapkan atau melontarkan kata-kata dan pendapat yang menjelekkan umat beragama lain, hal tersebut pastinya akan ditanggapi dengan segera dan akan memicu emosi umat beragama lain. Tanpa sadar, hal yang sudah diucapkan akan menjadi sebuah penyesalan nantinya karena walaupun pada akhirnya seseorang tersebut menyadari bahwa ia salah berucap, tetapi semua yang sudah terjadi nantinya tentu adalah sesuatu yang buruk akibat perkataannya yang buruk.

Ayat ini menyatakan suatu sikap yang harusnya diambil oleh setiap individu yang mengikuti dialog antar agama dan tentunya juga semua umat beragama, setiap individu yang hidup. Ayat ini menyatakan suatu norma atau tata cara yang harus dilakukan oleh setiap umat beragama dalam menghadapi sesamanya. Tidak seharusnya seorang yang berpegang kepada kebenaran melakukan keburukan yang muncul dari mulutnya. Sebagai umat beragama, kita harus mampu menahan diri termasuk menahan ucapan yang diyakini dapat melukai orang lain. Manusia seringkali melakukan hal yang buruk dengan mulutnya baik secara sadar maupun tidak, hal inilah yang ditekankan kepada kita semua.

Seperti istilah ‘Mulutmu Harimau-mu,” ucapan mengandung suatu kekuatan yang dapat membawa sesuatu yang baik maupun buruk bagi manusia ibarat sebuah mata pedang. Ucapan juga merupakan ungkapan hati. Oleh karena itu, hendaknya umat yang beragama, yang berpegang pada kebenaran, adalah...
tracking img