Kekuatan Dan Kelemahan Teologi Roh Kudus Dalam Gereja Aliran Pantekosta

Only available on StudyMode
  • Pages: 10 (2729 words)
  • Download(s): 1655
  • Published: March 2, 2011
Open Document
Text Preview
BAB I
PENDAHULUAN

Pantekosta, sebuah gerakan Protestan dunia yang dimulai pada abad ke 19 di Amerika serikat, yang namanya diambil dari Perayaan Hari Pantekosta, dimana orang-orang Kristen merayakan Pencurahan Roh Kudus kepada murid-murid Yesus. Gerakan Pantekosta menekankan pengalaman pembaharuan rohani dan mengalami kuasa Roh Kudus setelah pertobatan untuk menjadi menjadi Saksi Kristus, dan sebagai tandanya adalah dapat berbicara dalam bahasa roh atau bahasa lidah (Glossolalia). Pantekosta berkembang dimulai dari kemunculan sekumpulan orang yang berbahasa roh di kota Appalachians (1896), Topeka (1901) dan Los Angeles (1906). Beberapa pengkotbah awal yang memulai gerakan ini adalah WR Spurling, AJ Tomlison, Charles Parham dan William Seymor. Dan sejak 1906, gerakan ini menyebar ke seluruh dunia, bahkan menurut World Christian Encyclopedia pada tahun 1980, Aliran Pantekosta menjadi kelompok terbesar di aliran Protestan hanya dalam 75 tahun sejak dimulainya gerakan ini, jumlahnya sekitar 523 juta pengikut di seluruh dunia. Pantekosta sebagai sebuah aliran juga mengalami proses pendewasaan seperti semua aliran dan gerakan pembaharuan, pada Bab berikut kita akan melihat kekuatan dan kelemahan aliran ini.

BAB II
KEKUATAN DAN KELEMAHAN TEOLOGI ROH KUDUS
DALAM GEREJA ALIRAN PANTEKOSTA

Teologi Secara Umum
Kekuatan
Para Pendeta Aliaran Pantekosta menyampaikan kotbah dengan Teologi yang sederhana : menekankan kepercayaan akan Alkitab sebagai Dasar yang mutlak, pertobatan, doa, kedekatan dengan Roh Kudus, kekudusan hidup dan kedatangan Yesus yang kedua kali. Henry Van Dusen, Presiden Union Theological Seminary New York mengatakan bahwa gerakan Pantekosta sebagai “ sebuah hidup yang dipimpin, hidup yang diubahkan, penyembahan setiap hari, meski terbatas dalam penampilan, tetapi hidup bersekutu dengan Allah setiap waktu.” Dengan menekankan bahwa Roh Kudus mengasihi dan mau membantu kita dalam setiap kelemahan kita baik secara jasmani maupun rohani, termasuk mengangkat kita dari kemiskinan, Gerakan Pantekosta banyak menjangkau orang-orang yang miskin dan sederhana karena menawarkan pengharapan dan cara hidup yang baru, menurut Shaull dan Cesar, gerakan pantekosta akan memegang kunci gereja masa depan, dimana Pantekosta adalah “ekspresi dan bentuk baru dari iman dan kehidupan orang Kristen”. Dalam kasus Gerakan Pantekosta di Brazil, gerakan ini mengubah wajah kemiskinan rakyat disana, orang-orang yang tadinya adalah orang-orang yang paling miskin, diajar memberi dengan pengajaran persepuluhan bahkan kadang 20% atau 30 %, meski dicemooh sebagai memperkaya Pendeta, ternyata hasilnya adalah jemaat yang tidak lagi bermental peminta-minta, berani berkorban, yang kemudian mengubah mereka menjadi orang-orang yang berhasil, bahkan saat ini ada sekitar 15 sampai 20 juta anggota yang berarti hampir 20 % dari penduduk Brazil. Pencapaian lain dalam pemilihan tahun 1995, dari 30 senator yang terpilih, 19 adalah Pantekosta.

Kelemahan
Akibat penekanan yang berlebihan maka muncullah sebuah pemahaman yang keliru yang biasa disebut Teologi kemakmuran yang dikritik oleh banyak pengamat dan orang kristen di luar gerakan Pentakosta, yang menganggap teologi ini tidak sesuai dengan pengajaran alkitab, tetapi merupakan ekploitasi yang menguntungkan pribadi-pribadi tertentu. Teologi kemakmuran juga dilihat sebagai topeng yang mengatasnamakan alkitab, tidak dapat disangkal memang telah terjadi beberapa penyimpangan, beberapa pengamat seperti Robert Lowery mengatkan bahwa Yesus sendiri selam ada di dunia ini tidak hidup “mewah” seperti yang diperlihatkan kadang oleh para pengkotbah saat ini. Penekanan yang berlebihan akan juga mengakibatkan “pengharapan semu” karena dengan meberikan sejumlah uang maka dengan harapan akan menerima “dari atas”. Lee Grady, editor Majalah Kristen Charisma berkata : kelemahan lain yang saya lihat adalah kecenderungan ke arah keegoisan. Kita mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah sebuah pribadi, Dia peduli dengan...
tracking img