Hipotesa

Only available on StudyMode
  • Pages : 5 (1203 words )
  • Download(s) : 502
  • Published : April 12, 2011
Open Document
Text Preview
BAB V. UJI HIPOTESA

Setiap hipotesis bisa benar atau tidak benar dan karenanya perlu diadakan penelitian sebelum hipotesis itu diterima atau ditolak. Langkah untuk menentukan apakah menerima atau menolak hipotesisi dinamakan pengujian hipotesis. Terdapat dua macam kekeliruan yang dapat terjadi, 1. Kekeliruan type I: menolak hipotesis yang seharusnya diterima, 2. Kekeliruan type II : menerima hipotesis yang seharusnya ditolak Beberapa pengujian hipotesis 1. Hipotesa yang mengandung pengertian sama a) Uji dua pihak (dua arah) H0 : θ = θ0 H1 : θ = θ1 H0 : θ = θ0 H1 : θ > θ0 2. H0 : θ ≤ θ0 H1 : θ > θ1 3. Hipotesa yang mengandung pengertian minimum H0 : θ ≥ θ0 H1 : θ < θ1 Langkah-Langkah Umum Dalam Uji Hipotesa 1. Menentukan formulasi hipotesis nol dan alternatifnya (H0 : tidak ada perbedaan dan H1 : ada perbedaan …..) 2. 3. 4. Menentukan alternatif pengujian ( dua arah atau satu arah) Menentukan taraf signifikan ( α = 5% atau yang lain) Penentuan kriteria pengujian : daerah terima dan daerah tolak atau H0 : θ = θ0 H1 : θ ≠ θ0 H0 : θ = θ0 H1 : θ < θ0

b) Uji satu pihak (satu arah) atau

Hipotesa yang mengandung pengertian maksimum

5. 6.

Penentuan uji statistik yang digunakan (uji t, z, F atau χ2) Kesimpulan dan representasi (hubungan dengan permasalahan yang ada)

5.1

Menguji Rata-Rata (Uji Dua Pihak) H0 : µ = µ0 H1 : µ ≠ µ0 −

a. σ diketahui Untuk pasangan hipotesis

x − µ0 Dengan µ0 harga yang diketahui, melalui transformasi z = σ/ n Kriteria pengujian : H0 diterima jika – z ½ (1 - α) < z < z ½ (1 - α), jika tidak ditolak b. σ tidak diketahui Untuk pasangan hipotesis H0 : µ = µ0 H1 : µ ≠ µ0 −

x − µ0 Dengan µ0 harga yang diketahui, melalui transformasi t = s/ n Kriteria pengujian : H0 diterima jika – t 1 - ½α < t < t 1 - ½α jika tidak ditolak Contoh 5.1.1 Diduga rata-rata IPK mahasiswa FKIP adalah 2,67, sehingga diadakan penelitian dengan mengambil 80 sampel mahasiswa FKIP angkatan 2008, rata-rata IPK adalah 2,89 dengan simpangan baku sebesar 1,7. Selidikilah dengan taraf signifikan 5%, kebenaran rata-rata IPK mahasiswa FKIP sebesar 2,67? Penyelesaian : Diasumsikan populasi berdistribusi normal H0 : µ = 2,67 H1 : µ ≠ 2,67 Dengan taraf signifikan, α = 0,05, sehingga kriteria penerimaan adalah : H0 diterima bila –ttabel < thit < ttabel dimana ttabel = t1- α/2 = t0,975;79 = 2,00

Daerah terima H0 Daerah tolak H0 -2 2 Karena simpangan baku (σ) untuk populasi tidak diketahui, sehingga uji statistik σ yang digunakan adalah uji t 2,89 2,67 1,7 √80 1,16



Harga thit berada dalam daerah terima H0, maka H0 diterima atau dengan kata lain dugaan rata-rata IPK mahasiswa FKIP angkatan 2008 sebesar 2,89 adalah benar adanya.

5.2

Menguji Rata-Rata (Uji Satu Pihak) H0 : µ = µ0 H1 : µ > µ0

Untuk pasangan hipotesis a. σ diketahui

Statistik uji yang digunakan adalah uji z dengan kriteria pengujian : H0 ditolak jika z ≥ z½ -α

b. σ tidak diketahui Statistik uji yang digunakan adalah uji t dengan kriteria pengujian : H0 ditolak jika t ≥ t1 -α

5.3

Menguji Varians H0 : σ2 = σ02 H1 : σ2 ≠ σ02

a. Uji Dua Pihak Untuk pasangan hipotesis

Dalam pengujian ini statistik yang digunakan adalah chi – kuadrat, χ 2 = 2 Kriteria pengujian : terima H0 jika χ 22 α < χ 2 < χ 1− 12 α 1

(n − 1) s 2 2 σ1

b. Uji Satu Pihak Untuk pasangan hipotesis H0 : σ2 = σ02 H1 : σ2 > σ02 2 Kriteria pengujian : tolak H0 jika χ 2 ≥ χ 1− α

Untuk pasangan hipotesis

H0 : σ2 = σ02 H1 : σ2 < σ02

2 Kriteria pengujian : tolak H0 jika χ 2 ≤ χ α

5.4

Menguji Kesamaan Rata-Rata

Terdapat dua populasi, dimana populasi I diambil sampel berukuran n1 dan populasi II diambil sampel acak berukuran n2. Pasangan hipotesis : H0 : µ1 = µ2 H1 : µ1 ≠ µ2 a. σ1 = σ2 = σ x1 − x 2 Statistik yang digunakan : z = 1 1 σ + n1 n 2 Kriteria pengujian : terima H0 jika – z ½ (1 - α) < z < z ½ (1 - α) b. σ1 = σ2 = σ, tetapi σ tidak diketahui x1 − x 2 Statistik yang digunakan : t = 1 1 s + n1 n 2 Kriteria pengujian : H0 diterima jika – t 1...
tracking img