H2O2 Experiment

Only available on StudyMode
  • Pages : 5 (997 words )
  • Download(s) : 1414
  • Published : November 2, 2010
Open Document
Text Preview
Makalah Biologi

Percobaan Reaksi Hidrogen Peroksida dengan Katalase

Penulis:
Jancolin Yani

Pendahuluan

Seperti yang kita tahu bahwa hydrogen peroksida yang dihasilkan oleh sel-sel didalam tubuh kita akibat metabolism sel akan terpecah menjadi gas hydrogen dan oksigen dengan adanya keberadaan enzim katalase.

Zat hydrogen peroksida sangat berbahaya bagi tubuh dalam kuantitas yang banyak oleh karena itu harus dipecah dan dikeluarkan. Sebagian besar zat hydrogen peroksida dipecah di dalam hati dan sebagian kecil di dalam sel-sel tubuh kita yang lainnya.

Reaksi pemecahan hydrogen peroksida secara sedehana:

H2O2 -> H2O + 1/2O2 + 23.45 kcal/mol

Pembahasan H2O2
Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacques Thenard di tahun 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia anorganik yang memiliki sifat oksidator kuat. Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Teknologi yang banyak digunakan di dalam industri hidrogen peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone. H2O2 tidak berwarna, berbau khas agak keasaman, dan larut dengan baik dalam air. Dalam kondisi normal (kondisi ambient), hidrogen peroksida sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun. Mayoritas pengunaan hidrogen peroksida adalah dengan memanfaatkan dan merekayasa reaksi dekomposisinya, yang intinya menghasilkan oksigen. Pada tahap produksi hidrogen peroksida, bahan stabilizer kimia biasanya ditambahkan dengan maksud untuk menghambat laju dekomposisinya. Termasuk dekomposisi yang terjadi selama produk hidrogen peroksida dalam penyimpanan. Selain menghasilkan oksigen, reaksi dekomposisi hidrogen peroksida juga menghasilkan air (H2O) dan panas. Reaksi dekomposisi eksotermis yang terjadi adalah sebagai berikut: H2O2 -> H2O + 1/2O2 + 23.45 kcal/mol

Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi dekomposisi hidrogen peroksida adalah: 1. Bahan organik tertentu, seperti alkohol dan bensin
2. Katalis, seperti Pd, Fe, Cu, Ni, Cr, Pb, Mn
3. Temperatur, laju reaksi dekomposisi hidrogen peroksida naik sebesar 2.2 x setiap kenaikan 10oC (dalam range temperatur 20-100oC) 4. Permukaan container yang tidak rata (active surface)
5. Padatan yang tersuspensi, seperti partikel debu atau pengotor lainnya 6. Makin tinggi pH (makin basa) laju dekomposisi semakin tinggi 7. Radiasi, terutama radiasi dari sinar dengan panjang gelombang yang pendek Hidrogen peroksida bisa digunakan sebagai zat pengelantang atau bleaching agent pada industri pulp, kertas, dan tekstil. Senyawa ini juga biasa dipakai pada proses pengolahan limbah cair, industri kimia, pembuatan deterjen, makanan dan minuman, medis, serta industri elektronika (pembuatan PCB). Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh dalam industri pulp dan kertas, penggunaan hidrogen peroksida biasanya dikombinasikan dengan NaOH atau soda api.

Alat dan Bahan:

-Tabung Reaksi
-Larutan hydrogen peroksida
-Kentang
-Hati ayam
-Pisau
-Penjepit tabung
-Bunsen
-Air panas
-Es Batu
-Gelas Beker

Metodologi Penelitian:
Percobaan 1:
-Siapkan tabung reaksi diisi dengan kentang berbentuk kubus kira-kira 1cm x 1cm x 1cm. -Teteskan 1-2 tetes HCl untuk memberikan suasana asam pada lingkungan. -Letakan tabung dalam air panas agar suhu lingkungan meningkat. -Tuangkan 1ml larutan H2O2 kedalam tabung reaksi.

-Amati perubahan yang terjadi dan catat.
Percobaan 2:
-Siapkan tabung reaksi diisi dengan kentang berbentuk kubus kira-kira 1cm x 1cm x 1cm. -Teteskan 1-2 tetes NaOH untuk memberikan suasana basa pada lingkungan. -Letakan tabung dalam air panas agar suhu lingkungan meningkat. -Tuangkan 1ml larutan H2O2 kedalam tabung reaksi.

-Amati perubahan yang terjadi dan catat.

Percobaan 3:
-...
tracking img