Disruption Strategy

Only available on StudyMode
  • Pages : 6 (1565 words )
  • Download(s) : 114
  • Published : August 14, 2009
Open Document
Text Preview
|The five competitive forces that shape strategy |June 26 | |Disruption and differentiation strategy |2009 | |Naik Henokh Parmenas – MM Executive – BINA NUSANTARA UNIVERSITY |MANAGING COMPETITION |

The five competitive forces that shape strategy

1. If you apply the 5 Forces of Michael Porter to your company, how do you best defend your company’s position against these forces?

Ada beberapa tindakan atau taktik yang bisa dilakukan oleh perusahaan ketika mengalami five competitive forces di bawah ini: a. Melakukan re-posisi dimana forces yang dialami paling lemah Maksud dari taktik ini adalah berusaha untuk tidak masuk dalam lingkungan dimana forces tersebut sangat kuat tekanannya. Salah satu konsekuensi nya adalah dengan melakukan analisa lebih lanjut dan mencari positioning perusahaan yang paling aman dengan tekanan/forces yang lemah. Salah satu contohnya adalah dengan merubah target konsumen yang akan digunakan. Dengan merubah target menjadi lebih fokus (konsumen dengan segment sangat spesifik) membuat forces yang biasanya sangat kuat terasa di semua segment menjadi lemah di segment tertentu, bahkan menjadi cenderung hilang karena objective forces tidak terlalu mengena kepada segment atau positioning yang sudah dirubah.

b. Melakukan perubahan terhadap forces yang sedang dialami Taktik ini merequire perusahaan untuk merubah forces yang sedang menekan menjadi sesuatu yang berguna dan bahkan menguntungkan bagi perusahaan. Suatu contoh yang sangat berarti adalah ketika banyaknya orang yang men-download secara illegal lagu-lagu di internet dan menjadikannya sebagai suatu habbit – karena lebih menguntungkan dari pada harus membeli CD nya – maka Apple membuat terobosan baru yaitu membuat iTunes music store sebagai “toko” download lagu-lagu yang menjadi pendukung dalam penggunaan iPod. Dari contoh tersebut dapat terlihat dengan jelas bahwa Apple merubah tekanan yang ada dengan menjadikannya sebagai alat untuk mendapatkan konsumen. Dengan adanya perubahan tersebut maka forces bukanlah lagi menjadi suatu kendala melainkan sebagai suatu alat untuk mencapai objective dan goals dari perusahaan.

c. Rubah bentuk forces yang ada menjadi situasi yang menguntungkan bagi perusahaan. Dalam situasi tertentu, untuk mengurangi tingkat tekanan kepada perusahaan, perusahaan harus bisa merubah bentuk aktifitas yang biasa dilakukan tergantung bentuk forces nya yang ada. Contoh nya adalah sebagai berikut: o Ketika supplier mulai menunjukan powernya dengan harga dan kualitas supplier, maka perusahaan dapat melakukan standarisasi barang yang disupply oleh supplier supaya dapat pula disupply pula oleh vendor yang lain o Ketika konsumen mulai melihat atau cenderung berpindah ke kompetitor, perusahaan harus membuat service yang lebih baik sehingga konsumen sulit untuk memutuskan untuk pindah ke competitor o Untuk menangani perang harga yang dilakukan oleh competitor, maka perusahaan harus bisa membuat produk yang significantly berbeda dengan produk yang ditawarkan dari competitor o Untuk menghalangi masuknya competitor baru, perusahaan harus bisa menaikkan fixed cost dari kompetisi agar competitor sulit masuk kedalam lingkungan kompetisi. Contohnya biaya research dan development. o Untuk membatasi keberadaan barang subsitusi, perusahaan harus bisa menawarkan nilai yang lebih dari produknya dengan jangkauan yang lebih luas. Artinya produk tersebut dapat dengan mudah didapatkan dan nilainya pun bisa lebih besar. Salah satu contohnya adalah dengan menambahkan dukungan dari vending machine untuk produk minuman ringan (soft drinks) dan memberikan toko yang nyaman dan memberikan perbaikan...
tracking img