Anlene Strategy

Only available on StudyMode
  • Pages : 12 (3162 words )
  • Download(s) : 607
  • Published : March 14, 2011
Open Document
Text Preview
Executive Summary
ANLENE adalah produk susu berkalsium dari PT. Fonterra Brands yang kini menguasai pangsa pasar Indonesia hingga 60%, namun pada Februari 2009, PT. Fonterra Brands meluncurkan produk baru. Produk Anlene One A Day, di mana menurut PT. Fomterra Brands produk ini adalah produk susu cair dengan kalsium emapt kali lebih tinggi dibanding susu biasa. PT. Fonterra Brands meluncurkan produk ini karena berdasarkan penelitian yang mengatakan bahwa faktanya kebanyakan wanita Indonesia hanya memenuhi 50% kebutuhan harian kalsium mereka (hasil riset dari SEAMEO TROPMED Regional Center for Community Nutrition, University of Indonesia dan Univerisity of Otago, New Zealand). Dengan berbagai macam yang dilakukan pihak PT. Fonterra Brands diharapkan dapat meningkatkan market share Anlene dari 60% menuju 70%.

Dalam paper ini akan di bahas mengenai kegiatan dan penjelasan yang dilakukan PT. Fonterra Brands khususnya produk Anlene One A Day. Mulai dari Segmentasi pasar yang dilakukan, Targeting, Positioning produk, Creative Strategy, Creative Tactics, Media yang digunakan khususnya advertising media, dan juga media online yang digunakan oleh pihak marketingnya.

I. SEGMENTING AND TARGETING
Segmenting atau segmentasi artinya adalah memilah konsumen berdasarkan kesamaan, kebutuhan. Dari segmentasi inilah dikembangkan segmentasi pasar yang artinya adalah kegiatan membeda-bedakan konsumen dan membagi konsumen ke dalam beberapa kelompok yang memiliki kesamaan, kebutuhan, berdasarkan variable dan menjadi strategi yang dirancang untuk mengalokasikan sumber daya pemasaran kepada segmen yang telah di definisikan (Kottler, 1996). Segmentasi lah yang akan menjadi dasar untuk menentukan langkah dalam menentukan strategi pemasaran. Segmentasi juga menjadi kunci untuk mengalahkan pesaing, karena segmentasi memungkinkan perusahaan mendapat gambaran yang jelas mengenai kompetisi yang ada serta menentukan posisi pasar perusahaan (Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu, 2003). Karakteristik konsumen yang menjadi variable utama dalam melakukan segmentasi, dan variable karakteristik konsumen inilah yang membagi beberapa dasar segmentasi, diantaranya : 1. Geographic Segmentation ( Segmentasi Geografi )

Di mana segmentasi ini adalah segmentasi berdasarkan faktor-faktor geografis. Seperti asal negara, wilayah atau daerah, keadaan lingkungan. Contohnya, kebutuhan konsumen di Indonesia yang berada di wilayah tropis akan berbeda dengan konsumen yang berada di wilayah subtropis. 2. Demographic Segmentation ( Segmentasi Demografi )

Segmentasi Demografi dengan membagi konsumen menjadi kelompok-kelompok berdasarkan unsur-unsur demografis, seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, SARA ( suku, agama dan ras), kelas sosian dan unsur demografis lainnya. 3. Psychographic Segmentation ( Segmentasi Psikografi)

Segmentasi berdasarkan unsure psikografi di mana membagi konsumen ke dalam kelompok berdasarkan gaya hidup, kesukaan. Terutama dilihat dari bagaimana pola konsumen menghabiskan uang dan waktunya untuk sesuatu yang diinginkan dan disukai. 4. Behavioristic Segmentation ( Segmentasi berdasarkan perilaku ) Segmentasi dilakukan berdasarkan apa yang konsumen gunakan, loyalties dari konsumen atau respon konsumen dalam membeli suatu produk.

Setelah melakukan segmentasi pasar, langkah selanjutnya adalah melakukan targeting, di mana targeting adalah kegiatan mengevaluasi berbagai macam segmen dan menentukan segmen mana yang akan menjadi target market atau target pasar. Menurut Kotler (1996), Target pasar adalah konsumen yang memiliki kebutuhan atau karakteristik yang sama yang dipilih oleh suatu perusahaan untuk dilayani. Dalam menentukan segmen mana yang akan dijadikan target, ada dua kriteria yang dapat mendasari. Pertama, memastikan bahwa segmen yang dijadikan target adalah segmen yang dapat menguntungkan perusahaan, sekalipun segmen nya kecil namun jika ada...
tracking img