Behind the Scene of Movie Making

Only available on StudyMode
  • Pages : 13 (3540 words )
  • Download(s) : 122
  • Published : October 15, 2008
Open Document
Text Preview
Menonton film di bioskop merupakan hal yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia, khususnya di kota-kota besar yang telah bergelimangan bioskop. Sebagian masyarakat yang tidak dapat menonton film di bioskop dipermudah dengan terobosan terbaru program-program televisi yang memungkinkan menonton film dari layar televisi. Singkat kata, film sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Film merupakan bentuk komunikasi massa yang sangat popular karena sifatnya yang menghibur. Namun dibalik itu, film merupakan suatu bentuk seni yang digabungkan dengan teknologi, teknik kamera, animasi ataupun special effects yang sesungguhnya merupakan refleksi yang bertolak dari kebudayaan dan realitas sosial dalam kehidupan nyata. Walaupun menonton film dapat dilakukan lewat televisi ataupun VCD / DVD, daya tarik menonton film di bioskop tidak pernah memudar. Alhasil, filmpun tidak akan pernah lepas dari industri komersil maupun ekspansi negara-negara barat karena bisnis produksi film semakin berkembang pesat dewasa ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya film barat (Hollywood) yang beredar secara dominan di Indonesia, melebihi film nasional maupun film Asia ataupun Eropa. Berdasarkan hal ini, penulis tertarik untuk mengulas tentang produksi film, yang meliputi tahap-tahap produksi, faktor-faktro produksi film, sistem pendanaan film dan modes of production. Selain itu, penulis akan mengulas tahap-tahap produksi dari film The Devil Wears Prada.

A. Proses Produksi Film
Proses pembuatan film pada dasarnya berawal dari pengungkapan ide dan gagasan seseorang yang dituangkan dalam penulisan scenario, syuting, editing dan akhirnya distribusi serta ekshibisi pada publik. Seiring perkembangan teknologi multimedia, manipulasi image dan pembuatan efek memungkinkan pembuatan film menjadi lebih bagus dan bervariasi. Proses ini memakan waktu yang tidak menentu, dengan jumlah orang yang relatif banyak (dari kru hingga pemain) dan bisa dilakukan di belahan dunia manapun. Produksi film juga sangat berkaitan dengan situasi sosial, politik dan ekonomi, yang akan dibahas lebih lanjut pada bagian selanjutnya.

Adapun tahap-tahap dalam pembuatan film adalah :
1.Development : pengembangan ide menjadi naskah skenario film 2.Pre-production : Perencanaan realisasi naskah, naskah dipecah menjadi adegan-adegan, dimana setiap adegan dirinci detail. Juga ditentukan lokasi syuting, pemain yang terlibat, properti yang digunakan hingga kostum yang dipakai, yang disesuaikan dengan dana yang tersedia. 3.Production : Realisasi naskah dalam bentuk pengambilan gambar (syuting) yang dilakukan sesuai jadwal yang telah disusun. 4.Post-production : Hasil syuting film diedit, ditambah dengan sound effects, music dan efek lainnya hingga film selesai dan siap tayang. 5.Sales and distribution : film diedarkan oleh distributor dan mulai dapat dinikmati publik. Pada bagian ini hanya akan dibahas poin 1 hingga 4 yang mencakup proses produksi film. •Development / Pengembangan

Bagian pengembangan meliputi kegiatan pembuatan proposal, mendistribusikan proposal juga menyusun skenario. Untuk mencari ide cerita sebuah film, biasanya seorang produser mencari ide cerita dari manapun, bisa dari buku, permainan, kisah nyata, dll, atau ada penulis yang menawarkan hasil tulisannya untuk dapat dijadikan ide film. Setelah itu, skenario dibuat. Skenario merupakan bentuk tertulis dari keseluruhan film. Skenario adalah cerita dalam bentuk dasar rangkaian dan adegan-adegan yang tidak dirincikan . Skenario dapat ditulis ulang untuk menambah dialog, karakter, dramatisasi, dsbnya.

Dikarenakan film merupakan industri komersil, dibutuhkan riset terlebih dahulu untuk melihat apakah film yang akan diproduksi dapat sukses di pasaran. Untuk itu biasanya dibentuk tim riset. Langkah terakhir adalah mempresentasikan proposal, skenario dan hasil riset kepada pemodal yang potential untuk membiayai film. Apabila semuanya disetujui, kontrak ditandatangani, dana produksi...
tracking img