E-Commerce Di Indonesia

Only available on StudyMode
  • Download(s) : 824
  • Published : November 10, 2010
Open Document
Text Preview
Manajemen E-Commerce dan Penerapannya
di Indonesia
Oleh: Taufik Akhsan Pranoto

Daftar Isi :
|Pendahuluan |Hal | |Apakah E-Commerce itu ? |Hal | |Tahapan penyelidikan sebelum memutuskan untuk terjun ke market on-line ? |Hal | |Bentuk E-Commerce ? |Hal | |Keuntungan E-Commerce bagi perusahaan dan bagi konsumen ? |Hal | |Hambatan atau tantangan E-Commerce ? |Hal | |Servis yang harus tersedia ? |Hal | |Kesimpulan |Hal | |Daftar Pustaka |Hal |

Manajemen E-Commerce dan Penerapannya
di Indonesia

Pendahuluan

Perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur dan kebiasaan kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” atau era informasi, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E-commerce merupakan metode komunikasi bisnis yang menggunakan media elekronik tersebut. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.

Apakah E-Commerce itu ?

Dalam berbagai literatur e-commerce memiliki definisi yang berbeda-beda. Secara luas, e-commerce dapat mengacu pada suatu konsep umum yang mencangkup segala jenis transaksi bisnis atau pertukaran informasi yang dilakukan melalui teknologi informasi dan komunikasi (ICT, Information and Communication Technology) (Whitely 1998, p.1). E-Commerce juga tidak terbatas pada kegiatan penjualan dan pembelian melalui internet tetapi juga tertuju pada pertukaran produk, jasa, dan atau informasi melalui jaringan computer, termasuk internet, intranet, dan ekstranet (Turban et al. 2006).

Dalam mengimplementasikan E-Commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis yaitu Infrastruktur sistem distribusi barang (flow of good), Infrastruktur pembayaran (flow of money) dan Infrastruktur sistem informasi (flow of information).

Dalam hal kesiapan infrastruktur E-Commerce, bahwa semua transaksi akan diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility

Gambar 1 . Infrastruktur E-Commerce

.

Bentuk E-Commerce ?

Ada beberapa bentuk E Commerce, antara lain :
1. Business to business (B2B), adalah tipe e commerce yang mengutamakan kerjasama transaksi antar perusahaan dengan menggunakan media elektronik. 2. Collaborative Commerce (C Commerce), partner bisnis saling bekerjasama secara elektronik.kerjasama ini biasanya terjadi sepanjang rantai produksi suatu barang atau jasa, misalnya produsen dengan distrbutornya. 3. Bussiness to Consumers (B2C), pada B2C, pihak penjual adalah organisasi, sedangkan pihak pembeli biasanya individu. 4. Consumers to business (C2B), dapat mungkin konsumen membuat request akan kebutuhannya terhadap sebuah barang atau jasa kemudian organisasi atau perusahaan bersaing untuk menyediakan barang atau jasa tersebut kepada konsumen. 5. Consumers to Consumers (C2C),...
tracking img