Segmentation, Targeting, and Positioning Pada Frend

Only available on StudyMode
  • Pages : 8 (2269 words )
  • Download(s) : 376
  • Published : July 12, 2010
Open Document
Text Preview
SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING PADA FREN
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pemerintah Indonesia mengatur dan mengawasi penyelenggaraan jasa dan jaringan telekomunikasi Indonesia melalui Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo). Departemen ini mewajibkan perusahaan penyelenggara jasa telekomunikasi untuk membayar beberapa biaya yaitu, Biaya Hak Pengguna Frekuensi (BHP), dana kontribusi Universal Service Obligation (USO) sebesar 1% dari pendapatan kotor operator dipotong beban interkoneksi dan bad debt setiap tahunnya. Nantinya biaya USO tersebut akan digunakan untuk pengembangan sarana dan penetrasi telekomunikasi di seluruh desa di Indonesia untuk menopang target fixed line teledensity rate sebesar 8%. Layanan seluler di Indonesia dibagi menjadi full mobility dan fixed wireless access. Untuk full mobility, layanannya tidak terbatasi hanya pada suatu area tertentu. Layanan ini adalah layanan mobilitas jaringan akses tanpa kabel yang tidak terbatasi pada suatu daerah operasi tertentu. Contoh produk yang menggunakan layanan ini adalah Simpati, As, Halo, Mentari, IM3, XL, Axis. Sedangkan fixed wireless access adalah layanan yang dibatasi hanya pada area atau kawasan operasi tertentu saja dengan contoh produk adalah Flexi, Fren, Esia, Star one, Smart. Layanan fixed wireless access menggunakan tarif telepon tetap PSTN sehingga tarif yang diberlakukan untuk tipe layanan ini lebih murah. Pelanggan seluler di Indonesia menggunakan Full mobility, dimana terdapat tiga operator yang memegang pasar seluler Indonesia sebagai pemain utama yaitu, PT. Telkomsel, PT. Indosat Tbk dan PT. Exelcomindo Tbk. Sedangkan operator seluler yang aktif melakukan penetrasi pasar adalah PT. Telkomsel, PT. Indosat Tbk, PT. Exelcomindo Tbk, PT Mobile-8 Telecom, dan PT Bakrie Telekom. Penetrasi pasar adalah meluncurkan suatu produk ke pasaran dengan harga murah. Strategi ini dilakukan oleh para provider dikarenakan adanya perang tarif. Pada masa sekarang ini para operator atau provider saling bersaing untuk memberikan tarif yang paling murah untuk mendapatkan pelanggan. Terhitung dari tahun 1996, industri seluler di Indonesia mengalami pertumbuan pelangga yang sangat besar. Pertumbuhan yang sangat signifikan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: a) Vasiasi handset yang beredar di pasar Indonesia yang semakin beragam setiap tahunnya dan juga para produsen menawarkan dengan harga murah karena adanya persaingan serta semakin maraknya penjualan handset bekas. b) Kartu pra-bayar yang dikeluarkan oleh operator pada tahun 1998, membuat masyarakat dapat menjangkaunya dengan mudah bila dilihat dari sisi biaya. c) Daerah angkauan operator seluler (coverage area) yang semakin luas sampai ke daerah terpencil sekalipun. d) Perubahan pola hidup masyarakat yang kebanyakan pada masyarakat perkotaan yang menyebabkan mobilitas semakin tinggi sehingga penggunaan telepon seluler ini menjadi kebutuhan. 2. Code Division Access

Amerika dan Eropa adalah dua Negara yang mempengaruhi perkembangan seluler di Indonesia karena secara umum dua Negara inilah yang mengembangkan tekhnologi seluler di dunia. Pada awalnya Amerika mangembangkan teknologi yang diberi nama Advance Mobile Phone System (AMPS) dan Eropa mengembangkan teknologi Global System for Mobile Communicaion (GSM). Tetapi diakibatkannya keterbatasan teknologi AMPS, teknologi ini kalah bersaing dengan GSM. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi, Amerika Serikat telah mengembangkan teknologi yang diberi nama Code Division Multiple Access jenis 2000-1X (CDMA 2000-1X) yang disebut juga teknologi CDMA 2000-1X juga disebut teknologi pra 3G atau sering juga dikenal sebagai teknologi 2½G atau 2¾G karena memiliki kemampuan transmisi data yang tinggi yang hanya bisa dibandingkan dengan GSM teknologi GPRS (2½G) atau EDGE (2¾G). Dengan kemajuan teknologi CDMA dan adopsi oleh operator-operator di seluruh dunia, pengguna Dengan kemajuan teknologi CDMA dan adopsi oleh...
tracking img