Pokok-Pokok Pikiran Max Weber the Theory of Social and Economic Organization Dan Rasionalisme/Modernisme

Only available on StudyMode
  • Pages: 10 (2452 words)
  • Download(s): 590
  • Published: December 7, 2005
Read full document
Text Preview
POKOK-POKOK PIKIRAN MAX WEBER
THE THEORY OF SOCIAL AND ECONOMIC ORGANIZATION
DAN RASIONALISME/MODERNISME

Konteks

Sebagaimana telah dibahas dalam diskusi kita minggu kemarin, perhatian Weber yang utama adalah pada landasan keteraturan sosial yang absah (legitimate) dalam setiap hubungan sosial, yang didalamnya terdapat pola-pola dominasi yang diterima sebagai yang benar oleh semua pihak dalam kelompok sosial tersebut.

Di sisi lain, ketertarikan Weber pada struktur otoritas dipengaruhi oleh kepentingan politiknya. Weber bukanlah seorang politikus radikal; bahkan, ia kerap dijuluki "Marx borjuis" sebagai cerminan kemiripan ketertarikan intelektual Marx dan Weber sekaligus perbedaan orientasi politik keduanya.

Weber juga memberi kritik banyak pada kapitalisme di masanya, tetapi berbeda dengan Marx, ia tidak merekomendasikan revolusi sebagai jalan untuk memperbaiki kebobrokan kapitalisme. Kepercayaannya pada massa dan kelas menengah yang memegang kekuasaan pada birokrasi untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik, sangat kecil. Harapan Weber yang besar untuk perubahan masyarakat disandarkan pada para pemimpin politik, yang menunjukkan kuatnya rasa nasionalisme dalam dirinya.

Pokok-pokok Pikiran

Otoritas, atau dalam bagian lain disebut "imperative control" atau "imperative co-ordination" (Herrschaft), didefinisikan sebagai peluang dipatuhinya perintah-perintah tertentu dari seseorang oleh anggota-anggota kelompoknya. Weber membatasi definisi ini dengan tidak mencakup semua modus pemakaian ‘power' atau ‘influence' pada semua orang, karena keduanya tidak mensyaratkan kesukarelaan setiap orang untuk tunduk pada pemberi perintah.

Padahal bagi Weber, satu kriteria dasar bagi imperative control ini adalah adanya kepatuhan sukarela (voluntary submission), sekaligus juga kepentingan –baik yang didasari oleh motif-motif tersembunyi atau penerimaan yang tulus—dalam kepatuhan tersebut .

Berdasarkan kriteria di atas, Weber melihat ada tiga tipe otoritas absah yang didasari : 1.Dasar rasional yang menyadarkan kepercayaan pada legalitas pola aturan-aturan normatif dan kewenangan yang diberikan kepada seseorang berdasarkan aturan tersebut. Tipe otiritas yang dilahirkannya disebut legal authority. 2.Dasar tradisional yang menyandarkan kepercayaan yang sudah mengakar pada tradisi-tradisi luhur dan legitimasi atas status orang yang menjalankan otoritas di bawah tradisi tersebut. Tradisional melahirkan tipe traditional authority 3.Dasar karisma, yaitu otoritas yang terbentuk dari tindak atau perilaku heroik atau karakter istimewa dari seseorang, dan pola-pola atau keteraturan normatif yang diciptakannya. Tipe yang dilahirkan berdasarkan karisma ini disebut charismatic authority.

Legal authority atau otoritas legal
Bentuk otoritas ini, atau sering disebut otoritas legal-rasional dan sangat erat kaitannya dengan rasionalitas-instrumental, didasarkan pada komitmen seperangkat peraturan yang diundangkan secara resmi dan diatur secara impersonal. Orang yang melaksanakan otoritas ini karena ia memiliki suatu posisi sosial yang menurut peraturan adalah sah didefinisikan sebagai memiliki posisi otoritas tersebut. Anggota atau bawahan tunduk pada otoritas bukan karena pribadi pemimpin, tetapi karena posisi sosial yang mereka miliki itu juga didefinisikan menurut peraturan sebagai pihak yang harus tunduk dalam bidang-bidang tertentu. Posisi untuk menduduki posisi otoritas itu atau posisi bawahan juga diatur secara eksplisit oleh peraturan yang secara resmi adalah sah. Otoritas legal ini diwujudkan dalam suatu organisasi birokratis.

Menurut Weber birokrasi modern, seperti yang dilihatnya langsung dalam masyarakatnya sendiri, merupakan organisasi sosial yang paling efisien, sistematis dan dapat diramalkan. Perkembangan dunia modern salah satunya ditandai dengan semakin besarnya pengaruh birokrasi ini. Bentuk organisasi sosial birokratis, yang mencerminkan suatu tingkat rasionalitas yang tinggi, mampu berkembang pesat...
tracking img