Pengaruh Permainan Lotto Terhadap Peningkatan Kemampuan Persepsi, Atensi Dan Konsentrasi Anak Autistik

Only available on StudyMode
  • Pages : 20 (5781 words )
  • Download(s) : 197
  • Published : June 1, 2013
Open Document
Text Preview
JURNAL KEPENDIDIKAN
Volume 39, Nomor 2, November 2009, hal. 85-110

PROGRAM TERAPI ANAK AUTIS DI SLB NEGERI SEMARANG
Kurniana Bektiningsih Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), FIP Universitas Negeri Semarang Jln. Beringin Raya no.15, Wonosari Ngaliyan, Semarang. 50186

Abstract
The purpose of this study was to describe the programme planning, intervention, and evaluation of the instructional treatment of autistic children. Using the naturalistic qualitative approach, data were collected by interviews, observations, and document analyses. Data were validated by way of the triangulation technique, checking with department friends through discussions and by way of in-depth observation. The data collected were reduced and analysed to yield the research findings. The findings are as follows. The autism treatment programme was carried out through many steps of planning, performance, and evaluation. Autism is an integral part of children who have a special need and special education with service modelling according to their interests, needs, and abilities. Autism is a trouble and tardiness in cognitive, communication, social interaction, and habits. Autism needs a treatment programme that is the same with their education process and everything is given wholly and individually so that they can improve their abilities. Suggestions were given that autism programme be made more effective, the headmaster increase the number of teachers, and cooperation be maximalized between the school and parents. Keyword : autism, autistic children. modeling, special education

Pendahuluan Anak autis merupakan bagian integral dari anak yang memerlukan pendidikan khusus. Dalam bahasa Yunani kata autis dikenal dengan “auto” yang berarti sendiri, ini ditujukan kepada seseorang ketika ia menunjukkan gejala “hidup dalam dunianya sendiri atau mempunyai dunia sendiri”. Anak autis mempunyai kelainan perilaku yakni anak lebih tertarik pada aktivitas mentalnya sendiri. Autis pertama kali ditemukan oleh Kanner pada tahun 1943. Kanner mendiskripsikan bahwa gangguan ini sebagai ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, gangguan berbahasa yang ditunjukkan dengan penguasaan yang tertunda, acholalia, mutest, pembalikan kalimat, adanya aktivitas bermain yang

95

JURNAL KEPENDIDIKAN, Volume 39, Nomor 2, November 2009

repetitive dan sereotype, rute ingatan yang kuat dan keinginan obsesif untuk mempertahankan keteraturan di dalam lingkungan (Dawson & Catelloe, 1985:18). Menurut Kaplan (1997:712) autisme (juga dikenal sebagai autisme infantile), merupakan gangguan yang dikenal dan ditandai oleh gangguan berlarut-larut pada interaksi sosial timbal balik, penyimpangan komunikasi, serta pola perilaku yang terbatas dan stereotipik. Sementara itu, menurut Tobing ( 2001: 82 ) autisme merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang mencakup bidang sosial, komunikasi verbal (bahasa) dan nonverbal, serta imajinasi. Gejala-gejala yang menyertai gangguan autis adalah 64% memiliki kemampuan untuk memusatkan perhatian buruk, 36-48% menderita hiperaktivitas, 43%-88% memusatkan perhatian pada hal-hal yang ganjil, 37% memperlihatkan fenomena obsesif, 16%-60% memperlihatkan ledakan-ledakan emosional atau ritualistik, 50%-89% memusatkan kata-kata stereotipe, 68%-74% memperlihatkan manerisme stereotip, 17%-74% mengalami rasa takut yang tidak wajar, 9%-44% memiliki gejolak perasaan depresif, agitatif, serta tidak wajar, 11% mengalami gangguan tidur, 24%-43% pernah melukai diri sendiri dan 8% gemar menggerakgerakkan badan (Maulana, 2007:14). Depdiknas (2002:6) mendeskripsikan karakteristik anak autis berdasarkan jenis masalah atau gangguan yang dialami. Ada enam jenis masalah atau gangguan yang dialami oleh anak autis, yakni masalah komunikasi, interaksi sosial, gangguan sensoris, gangguan pola bermain, gangguan pola perilaku, dan gangguan emosi. Penanganan diawali dengan deteksi dini pada anak-anak yang mempunyai karakteristik autis. Deteksi dini dapat...
tracking img