Goselin Dan Sumiyana

Only available on StudyMode
  • Pages : 14 (3599 words )
  • Download(s) : 386
  • Published : November 29, 2010
Open Document
Text Preview
RINGKASAN ARTIKEL
“The Effect of Strategy and Organizational Structure on The Adoption And Implementation of Activity-Based Costing” by Maurice Gosselin

I.Masalah Penelitian
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah adanya fenomena ABC Paradox. Beberapa waktu yang lalu banyak akuntan manajemen dan para akademisi yang menunjukkan bahwa Activity-Based Costing (ABC) merupakan suatu metode perhitungan biaya yang paling efektif atau baik untuk digunakan. Namun, survei penelitian yang terdahulu membuktikan bahwa proses pendifusian ABC tidak dilakukan secara terus menerus (National Association of Accountants, 1991; Institute of Management Accountants, 1993; Armitage & Nichelson, 1993; Innes & Mitchell, 1991, 1995; Cobb et al., 1992; Lukka, 1994). Bahkan, terdapat bukti bahwa beberapa perusahaan yang mulai mengimplementasikan ABC memutuskan untuk menghentikan proses implementasi tersebut (Hongren, 1990; Janes & Mitchell, 1991; Nanni et al, 1992; Madison & Power, 1993). Hal ini merupakan inti dari ABC Paradox, yang menyatakan bahwa jika memang ABC bermanfaat, mengapa banyak perusahaan tidak secara nyata melaksanakannya?

ABC Paradox dapat dipahami melalui bagaimana faktor-faktor kontekstual seperti strategi dan struktur organisasional mempengaruhi adopsi dan implementasi ABC.

II.Teori dan Hipotesis
Dalam artikel ini, ABC dianggap sebagai sebuah tingkatan dalam activity management (AM). AM diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu: activity analysis, activity cost analysis, dan ABC. Tiga tingkatan tersebut menunjukkan rentang dari activity analysis yang sederhana tanpa penelusuran biaya sampai pelaporan ABC secara lengkap.

ABC memiliki karakteristik-karakteristik dari inovasi secara teknik maupun administratif. Kemauan suatu perusahaan untuk berinovasi tergantung atau banyak dipengaruhi oleh strategi bisnis dan struktur organisasional. Artikel ini memandang ABC Paradox dari perspektif inovasi. A. Activity Management : Sebuah Inovasi dengan Level Berlapis Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa activity management (AM) terdiri dari tiga tingkatan yaitu, activity analysis (AA), activity cost analysis (ACA), dan ABC. AA merupakan level awal sedangkan ABC merupakan level terakhir. ABC sudah termasuk di dalamnya terdapat AA dan ACA. AA merupakan suatu prasyarat melakukan ACA. AA, tahap pertama dan yang paling sederhana, terdiri dari pengidentifikasian aktivitas dan prosedur yang digunakan untuk mengubah bahan baku, tenaga kerja, dan sumber daya lainnya menjadi output. ACA meliputi juga AA, namun menambahkan proses penelaahan penentu struktural suatu biaya dari suatu aktivitas. ABC memungkinkan manajemen mengukur biaya produk dan jasa dengan lebih akurat. Dalam penelitian ini, AM ditentukan sebagai sebuah inovasi yang bertingkat. Proses inovasi itu terdiri dari empat tahapan (Hage, 1980; Gerwin, 1988) yaitu: adopsi, persiapan, implementasi, dan rutinisasi. Dalam tahap adopsi, ditentukan seberapa besar perubahan yang dapat diterima dan organisasi membuat keputusan untuk mengadopsi atau menolak inovasi itu. Dalam tahap persiapan, organisasi membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung inovasi. Tahap implementasi terdiri dari pengenalan inovasi dan mengevaluasi dampaknya. Dalam tahap rutinisasi, inovasi menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Organisasi yang mengadopsi dan mengimplementasi ABC, atau level AM lainnya, memiliki karakteristik khusus dalam hal strategi bisnis dan struktur organisasionalnya. B. Strategi Bisnis dan Proses Difusinya terhadap Inovasi Miles dan Snow (1978) mengidentifikasi empat jenis strategi organisasi berdasarkan pada tingkatan bagaimana perusahaan mengubah produk dan pasarnya yaitu, prospectors, defenders, analyzers, dan reactors. Prospector dicirikan dengan kedinamisannya dalam melihat peluang pasar, kemampuannya dalam membangun dan memproduksi produk baru yang sesuai keinginan pelanggan, investasi dalam jumlah besar atas sumberdaya keuangan yang berhubungan...
tracking img