Virtual Organizational Behaviour

Only available on StudyMode
  • Pages : 16 (4700 words )
  • Download(s) : 58
  • Published : May 26, 2009
Open Document
Text Preview
Virtual Organizational Behaviour Seabagai Karakteristik Perilaku Organisasi di Era Post Digital Economi

Intisari

Perubahan lingkungan organisasi dari era ekonomi digital ke era ekonomi pasca digital berpengaruh pada perubahan perilaku organisasi. Perilaku organisasi berubah dari net-organization behaviour menjadi virtual organization behaviour. Virtual organization behaviour adalah perilaku organisasi di era ekonomi pasca digital, dimana hubungan antara organisasi, antara organisasi dengan karyawannya, antara organisasi dengan masyarakat secara luas melalui hyper media technology sehingga hubungan personal bersifat maya dan kabur. Sebagai suatu konsep virtual based organization mempunyai kelemahan yang berimplikasi negatif terhadap kharakteristik perilaku organisasi masa depan. Artikel ini melakukan pembahasan kritis tentang konsep virtual organization behaviour dan critical succes factor yang harus dipenuhi untuk menghindari implikasi negatif dari perilaku organisasi yang muncul pada virtual organization.

PENDAHULUAN
Dewasa ini organisasi hidup dalam dunia yang jauh lebih galau, jauh bergejolak dan jauh lebih menantang daripada yang pernah dialami organisasi pendahulu sebelumnya (Kanter, 1995). Besarnya ukuran dan variasi perubahan yang telah menimbulkan berbagai macam krisis pada banyak organisasi nasional maupun internasional telah terjadi. Penegasan Eric Hoffer (1985) yang dikutip oleh guru kepemimpinan Warren Bennis (1989) dalam buku best seller-nya On Becoming a Leader mengatakan : “In a time of drastic change, it is the learners who in herit the future. The learned find themselves equipment to live in a world that no longer exist”.

Kutipan diatas merupakan pernyataan yang sangat tegas dan tepat tentang kehancuran organisasi modern, apabila tidak sukses dalam menempuh perubahan besar-besaran yang terjadi sejak awal dekade 1980-an. Alvin Toffler menyebut perubahan besar tersebut sebagai “third wave” (gelombang ketiga), dimana organisasi akan bergantung dari kapabilitasnya untuk memperoleh, memproduksi, melakukan desiminasi dan memanfaatkan informasi (Toffler & Toffler, 1994). Drucker (1995) mendefinisikannya sebagai era knowledge worker dengan kecenderungan menggunakan informasi dalam cara-cara kreatif. Karakteristik inilah yang kemudian membedakan keunggulan kompetitif pekerja organisasi dimana ia bekerja. Para futuristik sebagian besar mempunyai suatu kesepakatan bahwa satu kekuatan terpenting sebagai sumber kekuasaan pada masa yang akan datang adalah informasi. Oleh karena itu, utilisasi teknologi informasi akan menjadi crucial point bagi eksistensi dan keberlangsungan hidup organisasi. Teknologi informasi akan mendorong terjadinya perubahan bentuk dan struktur organisasi. Hierarki akan menjadi menyurut dan mendatar sebagai hasil dari downsizing dan rightsizing. Knowledge worker pada masa depan akan mempunyai berbagai ketrampilan atau multiskill dan benar-benar mengetahui dan berpengalaman dalam mengelola informasi, bekerja independen dalam lingkungan yang bersifat complexs matrixs yang mensyaratkan dukungan layanan minimum, khususnya dukungan dari staf. Sifat lain dari organisasi demikian yaitu organisasi terbebas dari keberlangsungan aturan tradisional birokrasi dan berkonsentarsi pada pengelolaan dan pemanfaatan pengetahuan dan informasi. Pekerjaan sehari-hari ditangani dan diselesaikan dengan cepat dan akurat melalui informasi yang mengalir secara cross-function. Peningkatan empowerment pada pekerja tingkat frontline dan kebutuhan kontrol yang rendah sebab supervisi di dalam organisasi dibangun melalui sistem yang berbasis teknologi informasi, sehingga dampaknya adalah makin sedikitnya fungsi manajer tingkat menegah dan kecenderungan hilangnya kategori struktur manajemen tingkat menengah dalam organisasi. Responsibilitas pekerjaan didistribusikan secara adil dalam tim-tim kerja. Seperti skenario yang didiskripsikan oleh Rosabeth M. Kanter sebagai berikut : “…. The typical business will knowledge...
tracking img