Travelling Salesman Problem

Only available on StudyMode
  • Pages : 12 (3162 words )
  • Download(s) : 52
  • Published : April 5, 2011
Open Document
Text Preview
Solusi optimal travelling salesman problem dengan Ant Colony System (ACS) Rina Refianti dan A.Benny Mutiara Jurusan Teknik Informatika, Universitas Gunadarma Abstraksi Ant Colony System (ACS) adalah sebuah metodologi yang dihasilkan melalui pengamatan terhadap semut. Di dalam ACS terdapat sejumlah semut buatan, dinamai ants, yang berfungsi sebagai agent yang ditugaskan untuk mencari solusi terhadap suatu masalah optimisasi. ACS telah diterapkan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah untuk mencari solusi optimal pada Traveling Salesman Problem (TSP). Dengan memberikan sejumlah n kota, TSP dapat didefinisikan sebagai suatu permasalahan dalam menemukan jalur terpendek dengan mengunjungi setiap kota yang ada hanya sekali. ACS telah diuji dan dibandingkan dengan metodologi yang lain untuk membuktikan keoptimalannya tersebut. Dan hal inilah yang menjadi dasar bagi penulis dalam melakukan penelitian terhadap ACS, yaitu untuk membuktikan keoptimalannya tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengimplementasikan ACS ke dalam bentuk kode-kode program berbahasa Java. Kemudian dilakukan percobaan untuk membandingkan antara ACS dengan metodologi lainnya yang juga meng-implementasikan agent di dalamnya. Dari hasil percobaan diketahui bahwa secara garis besar ACS terbukti merupakan metodologi yang paling optimal dalam menemukan jalur terpendek. Dan penelitian ini telah berhasil membuktikan keoptimalan dari ACS dalam menemukan solusi terhadap TSP. Keyword: Genetic Algorithm, Ant System, Software Agent, Pheromone, state transition rule 1. Pengantar Salah rekayasa satu paradigma lunak baru dalam dapat dihindari akan dibutuhkannya lebih dari satu agent, seiring dengan semakin kompleksnya tugas yang dikerjakan oleh sistem tersebut. Paradigma pengembangan sistem di mana dalam suatu komunitas terdapat beberapa agent yang saling berinteraksi, bernegosiasi, dan berkoordinasi satu sama lain dalam menjalankan pekerjaan disebut dengan Multi Agent System (MAS) [Romi]. Colony M. Dan salah satu sistem ACS, tahun yang yang 1997, menerapkan paradigma MAS adalah Ant System (ACS). pada dikemukakan oleh Marco Dorigo dan Luca Gambardella merupakan sistem yang dihasilkan melalui pengembangan terhadap ant system dengan tujuan untuk meningkatkan performanya jika diterapkan pada masalah yang lebih kompleks. Ant System sendiri merupakan suatu metodologi yang dikemukakan pada tahun 1991 oleh Marco Dorigo, yang juga

perangkat

(software

engineering) adalah software agent [Romi]. Sesuai dengan namanya, software ini menggunakan agent yang mempunyai kemampuan untuk melakukan tugas tertentu yang telah didelegasikan kepadanya. Di dalam kamus Webster’s New World Dictionary [Guralnik], agent didefinisikan sebagai: A person or thing that acts or is capable of acting or is empowered to act, for another. Berdasarkan agent (user) definisi tersebut, entitas Caglayan software tugas dan [Caglayan et.al.] mendefinisikan sofware sebagai untuk suatu komputer yang memungkinkan pengguna mendelegasikan aplikasi kepadanya secara mandiri (autonomously). Dalam perkembangan penelitian tentang agent, bagaimanapun juga dalam suatu komunitas sebuah sistem tidak

dikenal dengan Ant Colony Optimization (ACO). ACO merupakan suatu algoritma yang mengambil inspirasi dari riset atas perilaku semut riil yang di dalamnya terdapat sekumpulan semut buatan, dinamai ants, yang bekerja sama untuk mencari solusi terhadap suatu masalah optimisasi. Semut adalah seranggga sosial yang hidupnya berkoloni. Perilaku semut ditentukan oleh keselamatan dari keseluruhan koloni, semut secara individu tidaklah begitu berguna [Walkowiak]. Koloni semut telah diketahui mampu untuk menemukan jalur terpendek dari sarang mereka menuju ke sumber makanan dan kembali lagi. Hal ini telah diamati bahwa pada saat semut berjalan, ia meninggalkan sejumlah informasi, disebut pheromone, di tempat yang dilaluinya komunikasi dan menandai jalur tersebut. dan juga Dengan perantara pheromone inilah terjadi tidak langsung...
tracking img