The Archetype of Folktale of Raas Island

Only available on StudyMode
  • Pages : 13 (4495 words )
  • Download(s) : 124
  • Published : May 18, 2013
Open Document
Text Preview
Tahun 2011, Volume 24, Nomor 2 Hal: 109-116

Cerita Rakyat Pulau Raas dalam Konteks Psikoanalisis Carl G. Jung Anas Ahmadi1 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Unesa Abstract This research explained the archetype of folktale of Raas island (CRPR) through psychoanalysis approach of Carl G. Jung. That archetype include archetypal figure and archetypal imagination. This qualitative approach research used 44 folktales of Raas island as the object of the study. Data collection used techniques of (1) monitoring, (2) photographing, (3) recording, and (4) interview. The data were obtained in the forms of transcript, translation, and the analyzes of those types. Related to the purpose of the research , the results show that (1) the archetypal figure of CRPR include the figure of: God, saint, the poor, parents, ghost; and (2) archetypal imagination that include: water ghost, sky creature who gets married with earth creature, the parents who know everything, flying horse, and the wife whose breasts were sliced by her husband. Key words: psychoanalysis, archetype, folkltale, archetypal figure, archetypal imagination.. Seiring dengan dunia yang semakin mengglobal, budaya lokal (local culture) terutama sastra lisan (oral literature) mulai ditinggalkan oleh masyarakat pendukungnya (folk). Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat sastra lisan akan punah dan hilang dengan sendirinya. Padahal, di dalam sastra lisan, terkandung simbolisme ataupun kearifan lokal (local genius) (Windiyarti 2010:778). Selain itu, Penelitian tentang sastra lisan penting untuk dilakukan karena di samping berguna sebagai bentuk cerminan pemikiran, pengetahuan, dan harapan (Ikram dalam Lutfi 2010:42) Dengan demikian, harus dilakukan perevitalisasian agar sastra lisan tetap lestari dan menjadi khasanah sastra nusantara (Ahmadi 2010:456). Salah satu di antaranya adalah melalui penelitian dan pendokumentasian. Sejalan dengan pandangan di atas bahwa sastra lisan harus dilestarikan sebab sebagai salah satu khasanah nusantara, Pulau Raas (terletak di ujung Timur Pulau Madura dan termasuk wilayah Kabupaten Sumenep) sebagai tempat penelitian sastra lisan. Sejauh pengamatan peneliti, sampai saat ini belum ada yang melakukan penelitian sastra lisan di pulau tersebut. Dengan demikian, harapan peneliti, penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian yang masih murni. Dalam penelitian ini, digunakan psikoanalisis – teori arketipal-- Carl G. Jung yang digunakan untuk menemukan arketipe cerita rakyat pulau Raas. Dalam penelitian ini arketipe CRPR hanya dibatasi pada dua arketipe, yakni (1) figur arketipal dan (2) imaji arketipal dengan argumentasi bahwa kedua arketipe tersebut yang paling dominan dalam CRPR. Di samping itu, kedua arketipe tersebut yang 1

Korespondensi: Anas Ahmadi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, UNESA. Alamat: Jalan Ketintang, Surabaya Telephone: 081357827429, e-mail: anas_ahmadieni@yahoo.com

cenderung digunakan untuk meneliti cerita rakyat (lisan). Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana arketipe cerita rakyat Pulau Raas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan arketipe cerita rakyat di pulau Raas. Psikoanalisis sebagai sebuah teori, ternyata lebih berkembang pesat dalam pengajian sastra daripada pengajian psikoanalisis sebagai psikologi (Fromm 2001:xxiv). Salah satu tokoh yang mempunyai nama besar dalam jajaran psikoanalisis adalah Carl G. Jung. Sosok Carl G. Jung sebagai tokoh neo-Freudian banyak dipengaruhi oleh pemikiran pendahulunya, Sigmund Freud. Pengaruh tersebut tampak jelas ketika masa awal Jung muda belajar psikologi. Jung muda sangat menyukai karya Sigmund Freud yang berjudul Interpretation of the Dream (Jung 1951:1). Kesukaan dan keterpesonaannya tersebut, membuat Jung berguru pada Sigmund Freud. Tatkala cakrawala pengetahuan Jung tentang psikologi dan psikonalisis semakin meluas, ia mulai berseberangan dengan arus pemikiran...
tracking img