Teori Swot Dan It Bsc

Only available on StudyMode
  • Pages : 28 (4569 words )
  • Download(s) : 1156
  • Published : October 25, 2010
Open Document
Text Preview
LANDASAN TEORI
1. Hasil Penelitian yang relevant
2. Landasan Teori Pendukung
1. Definisi Technologi Information (IT)
Dalam satu dekade terakhir, peran dari IT telah berubah secara dramatis, sampai pada suatu titik dimana bisnis tidak dapat berjalan tanpa adanya dukungan IT. Satu hal yang pasti bahwa IT tidak dapat dipisahkan dari perusahaan, dan menjadi bagian yang penting. Tetapi banyak yang mempertimbangkan bahwa IT adalah satu area resiko yang kurang mendapatkan perhatian pada tingkatan direksi.

Hal yang benar berarti bahwa apakah IT benar-benar mendukung bisnis. Tujuan-tujuan IT harus mendukung tujuan-tujuan bisnis. Strategi IT harus mendukung implementasi dan strategi bisnis. Hubungan antara tujuan dan strategi bisnis dengan IT diilustrasikan pada gambar 2.1.

Gambar 2.1 Hubungan Antara Tujuan, Strategi Bisnis Dan Tujuan, Strategi IT

“Dahulu IT merupakan sumber biaya, sekarang IT berada pada inti dari banyak bisnis. IT dapat menjadi sebuah sumber dari competitive advantage jika diatur dengan baik, sebuah beban bila diatur dengan buruk. Pendekatan yang terfokus pada biaya terhadap keputusan investasi akan melewatkan peluang bisnis yang besar. Jika salah diterapkan maka investasi tersebut dapat membawa pada eskalasi dalam biaya sejalan dengan waktu. Keputusan IT harus dibuat berdasarkan basis nilai, dengan menggunakan metodologi yang terkait dengan biaya/keuntungan, proses manajemen yang solid, dan keputusan bisnis serta IT yang matang. Hal ini berarti bahwa manajer bisnis harus mengambil kepemilikan dari investasi IT dan terlibat secara penuh dalam proses pengambilan keputusan.” (Grambergen, 2001).

Terkadang ditanyakan hal yang membuat IT menjadi sangat khusus, yang membutuhkan perhatian lebih, dan alasannya adalah:

- IT membutuhkan pemahaman teknis yang lebih dalam untuk memahami bagaimana IT dapat menciptakan peluang bisnis baru dan meningkatkan efektifitas perusahaan.

- Pengetahuan mengenai IT yang sesungguhnya dan apa yang dapat dicapai melaluinya cenderung terbatas pada tingkat manajemen.

1.

1.

2. Value Chain Analisis

Dari sisi bisnis, pembahasan akan dilakukan menggunakan analisis porter. Analisis porter yang terkait dengan IT adalah value chain. Value chain adalah suatu konsep dari pengelolaan usaha yang pertama kali dideskripsikan dan dipopulerkan oleh Michael E. Porter dalam buku terlaris 1985, Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance.

Value chain merupakan sebuah sistem yang merupakan rangkaian aktifitas maupun subsystem yang berinteraksi satu dengan yang lain dimana masing-masing memberikan nilai terhadap perubahan (Porter,1985). Dalam persaingan, nilai (value) dapat didefinisikan sebagai jumlah pembeli yang mau membayar untuk apa yang diberikan oleh suatu perusahaan.

[pic]

Gambar 2.2 Value Chain (Michael E. Porter)

Terdapat dua aktifitas dari value chain, yaitu primary activities (aktifitas utama) dan support activities (aktifitas pendukung). Primary activities meliputi inbound logistic, operations, outbound logistic, marketing dan sales serta service. Sedangkan untuk support activities meliputi firm infrastructure, human resources management, technology development dan procurement.

Berdasarkan gambar diatas, dapat diketahui bahwa metode pengukuran IT BSC dilakukan terhadap unit IT terdapat pada support activities yaitu technology departement.

2.

3. Balanced Scorecard

Konsep Balanced Scorecard muncul pertema kali pada tahun 1922 yang ditulis oleh Kaplan dan Norton di majalah Harvad Busines Reiview dan pada tahun 1966 direvisi Konsep BSC menjadin Strategy Map (Peta Strategi), karena mempunyai sebab dan akibat diantara berbagai sasaran maka disebut BSC Generasi Ke 2 , yang fokus bukan kepada sector swasta tetapi juga bisa diterapkan ke sector publik yang sangat...
tracking img