Teori

Only available on StudyMode
  • Pages : 23 (5219 words )
  • Download(s) : 856
  • Published : April 7, 2011
Open Document
Text Preview
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1Sistem Informasi
2.1.1 Pengertian sistem
1. Sistem menurut O’Brien (1997, p18), adalah sekumpulan komponen yang berhubungan dan bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menerima masukan dan menghasilkan keluaran melalui proses transformasi yang terorganisasi. 2. Sistem menurut McLeod (2001, p9), adalah sekumpulan elemen yang terintegrasi oleh tujuan yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem merupakan sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerjasama dengan menerima masukan dan menghasikan keluaran dengan proses transformasi yang terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan. 3.1.2 Pengertian Informasi

Definisi informasi diantaranya adalah :
1. Informasi adalah data yang telah dikonversikan menjadi bentuk yang memiliki arti dan berguna untuk pengguna akhir tertentu (O’Brien, 2003, p13). 2. Menurut McLeod (2001, p12), informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti. 3. Informasi adalah sekumpulan data yang diorganisasikan ke dalam bentuk yang berguna (Turban, 2001, p17). 4. Data adalah fakta atau deskripsi dari hal, kejadian, kegiatan, dan transaksi yang ditangkap, disimpan, dan dikelompokan, tetapi tidak diorganisasikan untuk menghasilkan pengertian tertentu (Turban, 2001, p17). Kesimpulannya, informasi adalah kumpulan data yang telah diorganisasikan sedemikian rupa sehingga berguna bagi pemakai. 3.1.3 Pengert ian Sistem Informasi

Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
1. Sistem informasi mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menganalisa informasi untuk tujuan tertentu yang terdiri dari masukan (data, instruksi) dan keluaran (laporan, hasil perhitungan). Sistem informasi mengolah masukan dan menghasilkan keluaran bagi pengguna (Turban, 2001, p17). 2. Sistem informasi menurut Laudon (2002, p7)

adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan, yang mengumpulkan (atau menampilkan), memproses, menyimp an dan mendistribusikan informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan, koordinasi, dan kontrol di dalam organisasi. Sistem informasi dengan kemampuan yang baik harus dapatmenyediakan pemrosesan transaksi yang cepat dan tepat, kapasitas besar dan akses penyimpanan yang cepat, komunikasi cepat, mengurangi informasi yang berlebihan, dapat melampaui hambatan, dan menyediakan dukungan dalam pengambilan keputusan dan kompetitif.

2.2 Manajemen Pengetahuan ( Knowledge Management)
2.2.1 Definisi Pengetahuan
Definisi dari pengetahuan (knowledge) adalah sebagai berikut : 1. Carl Davidson dan Philip Voss (2003) mengatakan bahwa mengelola pengetahuan (knowledge) sebenarnya merupakan bagaimana organisasi mengelola staf mereka dari pada berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk teknologi informasi. 2. Knowledge bukan hanya pengetahuan, menurut Thomas Davenport dan Laurence didefinisikan sebagai berikut : “knowledge merupakan campuran dari pengalaman, nilai, informasi kontektual, pandangan pakar dan intuisi mendasar yangmemberikan suatu lingkungan dan kerangka untuk mengevaluasi dan menyatukan pengalaman baru dengan informasi”. 3. Menurut Von Krough, Ichiyo, serta Nonaka (2000), dan Chun Wei Choo (1998), gagasan yang mendasari pengertian pengetahuan (knowledge) adalah sebagai berikut: a. Knowledge merupakan kepercayaan yang dapat dipertanggung jawabkan (justified true believe); b. Pengetahuan merupakan sesuatu yang eksplisit sekaligus terpikirkan (tacit); c. Penciptaan inovasi secara efektif bergantung pada konteks yang memungkinkan terjadinya penciptaan tersebut; d. Penciptaan inovasi.

Knowledge dibagi menjadi dua jenis yaitu explicit knowledge dan tacit knowledge, yang dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Explicit Knowledge
Adalah sesuatu yang dapat diekspresikan dengan kata-kata dan angka serta dapat disampaikan dalam bentuk ilmiah, spesifikasi, manual dan sebagainya. Knowledge jenis ini dapat segera diteruskan dari satu...
tracking img