Sierra Leone

Only available on StudyMode
  • Pages: 5 (1502 words)
  • Download(s): 72
  • Published: November 25, 2010
Read full document
Text Preview
PRIANTOKO 2007200044
ELSA 2008200194
Pendahuluan
Sierra Leone adalah salah satu negara penghasil barang tambang, terutama berlian, terbesar di dunia dengan keuntungan mencapai 250-300 juta dollar AS per tahun. Hasil tambang dari negara dengan ibukota bernama Freetown ini, selain berlian konflik (blood diamond) yang sangat terkenal, juga rutile (sejenis bijih uranium), emas dan bauksit. Semua kekayaan tambang ini menjadi sebuah dilema bagi Sierra Leone, karena di satu sisi sangat menguntungkan dan menggiurkan dengan keuntungan yang sangat tinggi. Namun di sisi lain menjadi rebutan berbagai pihak mulai dari para negara maju, MNC-MNC pertambangan, hingga penduduk dalam negeri sendiri yang menjadi pemberontak. Sierra Leone, sebuah negara di wilayah Afrika Barat, menjadi tempat terjadinya salah satu konflik kekerasan berupa perang sipil di benua Afrika sepanjang tahun 1991-2002. Selama periode tersebut, kelompok oposisi yang menamakan diri Revolutionary United Front (RUF) melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang berkuasa dengan jalan menyebarkan teror kepada warga sipil melalui pembunuhan, pemotongan anggota tubuh (mutilasi), penculikan, serta pemerkosaan terhadap wanita dan anak-anak. Perang sipil ini menyebabkan sekitar 75.000 orang warga sipil terbunuh dan 500.000 orang mengungsi dari Sierra Leone.Liberia pada masa pemerintahan presiden Charles Taylor memiliki keterkaitan kuat terhadap keberlangsungan perang sipil ini. Hal ini dikarenakan RUF dibawah komando Foday Sankoh memulai usaha kudeta terhadap presiden Sierra Leone saat itu, Joseph Momoh dari wilayah territorial negara Liberia. Liberia juga secara diam-diam ikut menyuplai kebutuhan RUF dalam kelangsungan perang sipil tersebut, baik berupa logistik hingga bantuan persenjataan.Penelitian ini akan mencoba untuk menganalisa mengapa Liberia dibawah pemerintahan Charles Taylor ikut terlibat dalam perang sipil di Sierra Leone serta bagaimanakah bentuk keterlibatan Liberia tersebut. Untuk keperluan analisa tersebut, maka penelitian ini akan membahas latar belakang pemerintahan Charles Taylor di Liberia sendiri hingga keterkaitannya dengan pemberontakan Revolutionary United Front (RUF). Hipotesis yang didapat mengaitkan keterlibatan Liberia dalam perang sipil Sierra Leone ini dengan keserakahan tokoh Charles Taylor sebagai presiden Liberia pada saat itu atas kekuasaan dan sumber daya alam yang ada di Sierra Leone.

Penggunaan tentara bayaran seolah-olah menjadi suatu kewajaran ketika sebuah negara tidak mampu memenuhi kebutuhan militernya atau dalam bidang keamanan. Tentara bayaran bersifat lebih mahal diawal namun tidak perlu diurusi biaya-biaya kebelakangnya. Jadi, perumpamaannya adalah ‘tentara bayaran, mahal perdananya gratis vouchernya’. Hal inilah yang sangat menarik untuk dibahas mengingat penggunaan tentara bayaran yang sangat luas di kalangan MNC, pemerintahan, hingga perorangan. Layaknya barang dagangan, tentara bayaran ada karena permintaan. Permintaan-permintaan itu seperti membunuh seseorang, menjaga suatu wilayah atau orang, hingga sebagai eksekutor ‘siluman’ suatu negara. Negara-negara konflik, MNC atau perusahaan tambang, penguasa atau pengusaha dengan banyak musuh merupakan langganan tetap perusahaan-perusahaan ini. Sierra Leone adalah salah satu negara penghasil barang tambang, terutama berlian, terbesar di dunia dengan keuntungan mencapai 250-300 juta dollar AS per tahun. Hasil tambang dari negara dengan ibukota bernama Freetown ini, selain berlian konflik (blood diamond) yang sangat terkenal, juga rutile (sejenis bijih uranium), emas dan bauksit. Semua kekayaan tambang ini menjadi sebuah dilema bagi Sierra Leone, karena di satu sisi sangat menguntungkan dan menggiurkan dengan keuntungan yang sangat tinggi. Namun di sisi lain menjadi rebutan berbagai pihak mulai dari para negara maju, MNC-MNC pertambangan, hingga penduduk dalam negeri sendiri yang menjadi pemberontak. Penyewaan tentara bayaran di Sierra Leone menjadi pemandangan umum...
tracking img