Sejarah Quality Management

Only available on StudyMode
  • Pages: 6 (1337 words)
  • Download(s): 46
  • Published: September 26, 2009
Read full document
Text Preview
SEJARAH DAN TOKOH-TOKOH QUALITY MANAGEMENT

Dalam arti luas, quality assurance mengacu pada kegiatan apapun yang bersifat terencana dan sistematis, yang bertujuan untuk menyediakan produk (barang dan jasa) yang berkualitas memadai, dengan keyakinan bahwa produk tersebut memenuhi kebutuhan konsumen. Biasanya ini mencakup suatu jenis kegiatan pengukuran dan inspeksi. Quality assurance sebenarnya sudah menjadi aspek penting dalam operasi produksi sepanjang sejarah. Contohnya, sebuah lukisan dinding dari zaman peradaban Mesir kuno (sekitar 1450 SM) menunjukkan kegiatan pengukuran dan inspeksi.

Di abad pertengahan di Eropa, para pengrajin berperan sebagai produsen sekaligus inspektur. Mereka mulai membentuk serikat-serikat kerja yang bertugas mengembangkan aturan-aturan yang ketat untuk menjaga kualitas produk. Komite inspeksi/pemeriksa menegakkan peraturan tersebut dengan cara menandai barang yang tidak bercacat dengan simbol atau tanda khusus. Para pengrajin sendiri juga seringkali memberi tanda kedua pada barang-barang produksinya. Pada awalnya tanda ini berfungsi untuk melacak asal barang-barang yang cacat, namun dalam perkembangannya tanda ini menjadi representasi reputasi baik si pengrajin. Pendekatan dengan tanda-tanda ini dominan digunakan sampai masa revolusi industri di awal abad ke-19.

Revolusi Industri

Praktek-praktek kualitas di Amerika berevolusi di tahun 1800an sesuai dengan perubahan dalam metode produksi yang predominan pada masa itu: •Craftsmanship: keterampilan dalam suatu bidang diturunkan melalui apprenticeship. Untuk menjaga kualitas, guru-guru biasanya menginspeksi barang buatan para apprentice-nya sebelum dijual. •Sistem pabrik: keterampilan para pengrajin mulai dipecah-pecah menjadi tugas-tugas yang khusus. Kualitas produk dalam sistem ini dijaga dengan audit dan inspeksi. •Sistem Taylor: di akhir abad ke-19 AS mulai mengadopsi pendekatan baru yang dikembangkan oleh Frederick W. Taylor, yang tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas tanpa menambah jumlah pekerja terampil, dengan cara memberikan tugas perencanaan pabrik pada para spesialis mesin (engineers) serta menggunakan pengrajin dan pengawas sebagai inspektur dan manajer yang melaksanakan rencana para spesialis tersebut.

Awal abad ke-20

Di masa ini, praktek-praktek kualitas mulai memasukkan “proses”, yang didefinisikan sebagai sekelompok aktivitas yang mengambil input, menambah nilai terhadapnya dan menghasilkan output. Walter Shewhart, seorang ahli statistik di Bell Laboratories, mulai fokus pada pengendalian proses di pertengahan 1920-an, membuat kualitas menjadi relevan bukan hanya dalam produk akhir tetapi juga dalam proses-proses yang menghasilkannya.

Perang Dunia II
Setelah memasuki Perang Dunia II di bulan Desember 1941, AS mengeluarkan peraturan untuk mengarahkan ekonomi sipil ke produksi untuk militer. Kontrak biasanya diberikan ke produsen dengan penawaran harga terendah. Barang diinspeksi pada saat pengiriman untuk memastikan kesesuaiannya terhadap persyaratan tertentu.

Di masa itu, kualitas menjadi isu keamanan yang penting. Angkatan bersenjata AS menginspeksi hampir setiap unit untuk memastikan bahwa produk tersebut aman untuk dioperasikan. Praktek ini memerlukan tenaga inspektur yang sangat banyak dan menimbulkan masalah personalia.

Untuk mengurangi masalah-masalah tersebut tanpa mengkompromikan isu keamanan, militer AS mulai mengganti cara inspeksi unit-per-unit dengan cara sampling. Dengan bantuan konsultan-konsultan, terutama dari Bell Laboratories, mereka mulai mengadopsi tabel sampling dan menerbitkannya dalam standar militer. Tabel-tabel ini dimasukkan dalam kontrak-kontrak militer agar para pemasok memahami dengan jelas apa yang harus mereka produksi.

Total Quality
Lahirnya total quality di AS merupakan respon langsung terhadap revolusi kualitas di Jepang setelah Perang Dunia II. Pada awalnya, produk yang diimpor dari Jepang memiliki reputasi yang jelek, dan ditolak oleh pasar...
tracking img