Sak Etap

Only available on StudyMode
  • Pages : 10 (2360 words )
  • Download(s) : 803
  • Published : March 3, 2011
Open Document
Text Preview
Paket SAKSES
sebagai Sosialisasi Efektif
SAK ETAP bagi Sentra Industri Kulit Manding

Fallendra Ayu Chalieta
Gresika Bunga Sylvana
Fskultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada

31 Januari 2011

Paket SAKSES sebagai Sosialisasi Efektif SAK ETAP bagi Sentra Industri Kulit Manding

Disusun oleh
Fallendra Ayu Chalieta
Gresika Bunga Sylvana
Fskultas Ekonomika & Bisnis
Universitas Gadjah Mada

31 Januari 2011

Daftar Isi

Daftar Isii
Daftar tabel dan gambarii
Abstraksi1
Latar belakang dibuatnya SAK ETAP2
Tujuan penyusunan SAK ETAP2
Batasan penggunaan SAK ETAP3
Industri kulit di Manding, Yogyakarta3
Paket SAKSES sebagai Langkah Masif Sosialisasi SAK ETAP demi eksistensi industri kulit Indonesia5
Tutorial klasikal5
Tutorial melalui website7
Poster interaktif7
Laporan perkembangan Program SAKSES8
Penutup10
Daftar Pustaka10

Daftar tabel dan gambar

Tabel
Tabel 1 Industri di Bantul3
Tabel 2 Karakteristik Industri Kulit di Manding4
Tabel 3 Mekanisme Tutorial Klasikal6
Tabel 4 Hasil Quisioner9

Gambar
Gambar 1 Sosialisasi SAK ETAP dengan ketua paguyuban Manding6
Gambar 2 tampilan Website SAKSES7
Gambar 3 Poster pembuka yang ditempel7
Gambar 4 Konsultasi dengan SMEDC UGM8
Gambar 5 Jurnal8
Gambar 6 Konsultasi dan penyuluhan personal8
Gambar 7 Sampel Quisioner sebelum program SAKSES9
Gambar 8 Sampel Quisioner sesudah program SAKSES9

Abstraksi
Akuntansi merupakan cabang ilmu ekonomi yang memiliki peran penting dalam masyarakat. Ilmu ini memberikan informasi mengenai kondisi suatu entitas melalui transaksi yang ada untuk membantu proses pengambilan keputusan. Saat ini Indonesia sedang melakukan konvergensi IFRS. Langkah ini diambil Indonesia dengan dasar komitmen yang telah disepakati negara-negara G-20, termasuk di dalamnya Indonesia. Sebelumnya, sistem akuntansi yang diterapkan Indonesia kebanyakan diadaptasi dari US GAAP (standar akuntansi Amerika). US GAAP merupakan standar akuntansi yang rule based. Tujuan dari kesepakatan negara-negara G-20 menggunakan IFRS sebagai landasan pelaporan keuangan adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan arus investasi global melalui keterbandingan laporan keuangan. Berdasarkan target awal konvergensi ini seharusnya telah dicapai oleh Indonesia pada tahun 2008. Namun demikian, karena beberapa hal, anggota DSAK (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) sepakat bahwa konvergensi baru akan dicapai pada 1 Januari 2012. Gagalnya Indonesia dalam mencapai konvergensi pada tahun 2008 ini berakibat pada masih tingginya tingkat suku bunga kredit untuk Indonesia oleh World Bank. World Bank menganggap investasi di Indonesia masih berisiko karena penyajian laporan keuangan belum menggunakan standar akuntansi yang berlaku umum sehingga menyebabkan sulitnya proses perbandingan pelaporan keuangan. Sistem akuntansi Indonesia yang dikonvergensikan dengan IFRSs diterapkan pada entitas-entitas yang memegang kepentingan orang banyak atau disebut dengan entitas berakuntabilitas publik. Contoh dari entitas ini adalah perbankan, BUMN, dan entitas yang menjual saham di pasar modal. Pada pertengahan tahun 2009, Ikatan Akuntan Indonesia telah mengeluarkan standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik ( SAK-ETAP ). Tujuan dikeluarkannya SAK-ETAP adalah mempermudah perusahan kecil dan menengah dalam membuat laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. SAK-ETAP memberi banyak kemudahan untuk perusahaan dibandingkan dengan PSAK umum dengan ketentuan pelaporan yang lebih kompleks. Dengan lahirnya SAK-ETAP ini maka Indonesia memiliki tiga pilar standar akuntansi yakni SAK-ETAP, Standar Akuntansi Syari’ah dan Standar Akuntansi Umum yang sedang dalam proses konvergensi dengan standar akuntansi internasional (IFRS). SAK-ETAP akan berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2011. Latar belakang dibuatnya SAK ETAP

Salah satu bagian besar dari entitas yang tidak memiliki akuntabilitas...
tracking img