Remaja Yang Kreatif

Only available on StudyMode
  • Pages : 7 (1314 words )
  • Download(s) : 793
  • Published : March 21, 2011
Open Document
Text Preview
REMAJA YANG KREATIF

Oleh: MARTINUS ADJIE, S.S.

SIAPA YANG DISEBUT REMAJA?

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, remaja (dari bahasa Sansekerta) diterangkan sebagai :

1. dikatakan kepada anak wanita yang mulai haid dan anak laki-laki yang sudah mulai akil balig, dewasa;

2. dewasa ini yang dimaksud: anak laki-laki atau wanita antara anak-anak dan dewasa pada usia puber seperti siswa-siswa SMP;

3. muda; kaum -

The Oxford English Reference Dictionary dengan lebih singkat menerangkan remaja atau ‘teenager’ sebagai ‘ a person from 13 to 19 years of age’ atau orang berusia 13 sampai 19 tahun.

APA ITU KREATIF?

Kreatif menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah: memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Keterangan ini tidak berbeda dengan apa yang diterangkan di dalam The Oxford English Reference Dictionary,’ creative : inventive and imaginative, creating or able to create’.

Jadi menurut penulis yang dimaksud dengan remaja yang kreatif adalah anak-anak muda yang penuh imajinasi dan mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Sengaja penulis menambahkan kata bermanfaat disini untuk menekankan bahwa masyarakat pada umumnya akan menganggap seorang remaja itu kreatif jika apa yang dilakukannya bermanfaat bagi dirinya sendiri apalagi jika dapat bermanfaat bagi khalayak luas. Rasanya sedikit sekali atau malahan hampir tidak pernah ada yang mau mengakui dengan tulus segala bentuk kekreativitasan yang hasilnya merusak atau mengganggu kehidupan bermasyarakat.

Ada 2 jenis kreativitas: yang bermanfaat dan kurang bermanfaat/tidak bermanfaat. Secara singkat kita bisa menggolongkan setiap aksi atau perbuatan yang dipikirkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan nila, kualitas atau harkat hidup seseorang sebagai jenis kreativitas yang berguna dan segala aksi yang baik dipikirkan dengan sengaja, terlebih lagi yang tidak dipikirkan dengan baik, dan tidak meningkatkan nilai, kualitas atau harkat hidup seseorang sebagai jenis kreativitas yang kurang/tidak berguna. Sebagai contoh jenis kreativitas sederhana yang berguna yang dapat dilakukan dengan mudah oleh siapapun adalah membuat tempat pinsil dari botol minum bekas, membuat catatan dengan ‘mind mapping’, menampung air hujan untuk mencuci kandang binatang peliharaan kita daripada menggunakan air ledeng. Sedangkan contoh kreativitas yang harus dihindari adalah : menggambari dinding rumah, pagar yang bukan milik pribadi temasuk meja dan dinding milik sekolah (bad graffiti), menjadikan pintu kelas sebagai alat berlatih tinju, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan jawaban saat ulangan, dan lain sebagainya.

MENGAPA HARUS KREATIF?

Setiap makhluk hidup memang seyogyanya diharapkan untuk bisa kreatif agar dapat mempertahankan kualitas kehidupannya pribadinya. Penulis percaya tidak ada yang gratis di dunia ini. Bahkan Tuhan pun mengharapkan kita untuk berbuat sesuatu dangan apa yang Ia berikan. Kita semua mempunyai tanggung jawab moral atas semua berkat yang kita peroleh. Ingat kisah tentang TALENTA? (Matius 25 : 14-30) Tuhan mau kita mengembangkan apa yang telah Ia karuniakan pada kita. Tuhan ingin kita berkreasi dengan apa yang telah Ia berikan. Dan untuk berkembang serta berkreasi diperlukan kreativitas, yang menurut John W. Stark dalam bukunya ADOLESCENCE adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu dengan cara yang baru dan tidak lazim dan kemampuan untuk menemukan cara pemecahan unik dalam menghadapi masalah.

Tujuan menjadi kreatif bukanlah agar kita mendapat pujian dari banyak orang atau agar orang mengagumi kecerdasan kita. Kita menjadi kreatif agar kita dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita, lebih bagus lagi jika kekreativitasan kita dapat memudahkan kehidupan banyak orang lain.

Keuntungan (segi positif) menjadi insan yang kreatif adalah:

1. Menjadi lebih percaya diri/optimis

2. Menjadi lebih produktif

3. Memiliki lebih banyak pilihan...
tracking img