Relativism Value Seks Pranikah Pada Remaja Mahasiswi

Only available on StudyMode
  • Pages : 11 (2876 words )
  • Download(s) : 776
  • Published : October 10, 2011
Open Document
Text Preview
DINAMIKA “PELAKU RELATIVISM VALUE SEKS PRANIKAH” DI KALANGAN MAHASISWI

RINGKASAN SKRIPSI

Raras Cynanthia
07/253548/PS/05423

Di bawah bimbingan:
Prof. Drs. Koentjoro, M.Bsc., Ph.D.

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2011

Disahkan pada tanggal:

______________________

Dekan Fakultas Psikologi UGM

…………………………………..
Prof. Dr. Faturochman, M.A.
NIP: 131695237

Panitia Penguji: Tanda Tangan 1. Prof. Drs. Koentjoro, M.Bsc., Ph.D. ______________________ 2. Drs. Hadi Sutarmanto M.S ______________________

3. Drs. Mohammad As’ad, S.U ______________________

ABSTRACT
Relativism is a value system that emphasizes that sex should be made on the terms of the decision context of a particular situation. The research subjects are three young college students, aged fifteen to twenty-two years who believe in Relativism Sex Value It’s founded that the subjects don’t see premarital sex as a mistake because the subjects do not believe in metaphysical things such as sin. They see premarital sex as the expression of affection, fulfill their curiosity and it’s also needed to increase the quality of their relationships. The subject of premarital sex view premarital sex as how their environment (media and their relative) sees it. They did not find the negative side of premarital sex as long as it’s done safely and monogamy, and doing it with their partner or the loved ones. Keywords: relativism value, unmarital sex, college students, secure feeling, media influence, religion, romantic relationship, curiosity.

PKBI (2005) di 5 kota besar 16.35% remaja telah melakukan hubungan seks pranikah 40,1% diantaranya menggunakan kontrasepsi dan 33.79% dari remaja pelaku seks pranikah siap melakukan aborsi. Beberapa generasi baru memililiki persepsinya sendiri terhadap seks pranikah. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti, ditemukan fenomena perbuatan seks sebelum menikah di kebanyakan komunitas anak muda, tidak terkecuali di kalangan mahasiswi di Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta sendiri merupakan kota pelajar, banyak pendatang dari luar kota yang datang dan tinggal di Yogyakarta untuk belajar (sekolah/kuliah). Fakta Kota Yogya adalah kota pelajar, secara teknis menyatakan bahwa Kota Yogya dipenuhi oleh anak-anak muda dari berbagai lapisan latar belakang suku/ekonomi maupun sosial. Koentjoro, seorang guru besar Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta mengatakan dalam diskusinya dengan peneliti bahwa berdasarkan pengamatan beliau, banyak ditemukan bahwa pelaku seks pranikah berasal dari kalangan anak muda yang berpendidikan. Hal ini tergambarkan dalam diri seorang Anggrek, seorang mahasiswi S1 yang menuturkan pandangannya terhadap seks pranikah pada tanggal 12 Januari 2011 ketika sedang menyantap kopi di sebuah coffeeshop bersama peneliti. Anggrek bercerita, bahwa kehidupan seks yang ia jalani selama ini adalah kehidupan seks bebas bertanggung jawab. Dasar utama Anggrek melakukan premarital seks adalah semata ingin mengkomunikasikan cintanya dengan pasangan melalui kontak fisik. Menurut Anggrek, seks dirasa sebagai kegiatan yang menyenangkan dalam berpacaran, seperti pernyataannya sebagai berikut,

yaa jadi kayak lebih sayang-sayangan atau apa.. gitu. Mungkin gara-gara rasa hmm...memiliki satu sama lainnya juga lebih meningkat. Jadi maksudnya kayak lebih sayang satu sama lain... kayak gitu.. S2W4 (108-110)

Pada dasarnya, ada 3 bentuk nilai mengenai perilaku seksual, yakni absolutism, relativism dan hedonism. Dua padangan ekstrim yang bertolak belakang mengenai seks adalah absolutism dan hedonism, para absolutist mengacu pada sistem kepercayaan yang mengacu pada kekuatan inkondisional dan otoritas agama, hukum atau tradisi. Kebanyakan agama memandang bahwa seks yang benar secara moral hanyalah marital seks, sementara nonmarital, extramarital dan...
tracking img