Proposal Strategi Dan Taktik Humas Institusi

Only available on StudyMode
  • Pages : 5 (1232 words )
  • Download(s) : 959
  • Published : December 5, 2010
Open Document
Text Preview
Proposal
Strategi dan Taktik Humas Institusi
Festival Coklat “Monggo Diicip”
dan Lomba Kreasi Coklat

Oleh:
Hanifa Rostitaputri / 0606126360
Humas 2’06

Program Diploma 3 Hubungan Masyarakat
Departemen Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Indonesia
2009

A. Profil Perusahaan
1. Sejarah
Coklat Monggo merupakan suatu produk coklat olahan yang berasal dari kota Yogyakarta dan dijual di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, Magelang-Muntilan, Bali, Balikpapan, dan Lampung. Pada tahun 2001, seorang pria asing asal Belgia bernama Thierry Detournay, berkunjung ke Yogyakarta. Sebagai warga Belgia yang menyukai cokelat berkualitas tinggi, Thierry kesulitan mencari cokelat yang memenuhi seleranya di Indonesia yang merupakan penghasil coklat terbesar ketiga di dunia. Karena itulah Thierry mulai membuat cokelat dari jenis truffle sampai cokelat-cokelat kecil. Ternyata para kolega Thierry sangat menyukai coklat buatannya. Tidak heran, Thierry pernah mengikuti pelatihan meracik coklat dengan ahlinya saat ia di Belgia. Berawal dari sanalah, bersama temannya Edward Riando Picasauw atau Edo, Thierry memulai usaha bisnis coklatnya dengan modal Rp 150 juta. Usaha ini tidak mudah, namun pada akhirnya membuahkan hasil. Permintaan coklat yang semakin meningkat mendorong kedua orang ini untuk meresmikan usahanya dengan mendirikan CV Anugrah Mulia dan memberi label coklat mereka dengan nama Coklat Monggo. Nama tersebut dipilih karena mudah diingat dan sangat familiar bagi masyarakat Indonesia. Konsep memadukan cita rasa Barat dan Timur itu ternyata sukses dijalankan Thierry dan Edo. Hingga kini, setiap harinya Thierry dibantu 55 karyawan dan mampu memproduksi coklat hingga 1.000 buah cokelat, baik untuk bentuk batangan maupun kemasan khusus.

2. Produk
Dikemas dengan desain yang unik, Coklat Monggo menyediakan pilihan biji kakao asal Sumatra dan Jawa dalam kemasan 100gr yang terdiri dari Dark Chocolate, Praline, Jahe, Mete, serta Mete Jahe dan dalam kemasan 40gr yang terdiri dari Dark Chocolate, Praline, dan Caramello dengan kisaran harga Rp 10.000,- hingga Rp 20.000,-. Selain itu tersedia Coklat Monggo dalam kemasan paket-paket event tertentu, seperti hari raya Idul Fitri, Hari Valentine, Hari Natal, Hari Paskah, Hari Halloween, untuk hari kelahiran anak, hari pernikahan, dan hari ulang tahun dengan penyesuaian desain terhadap events tersebut. Terdapat juga Coklat Monggo yang diproduksi khusus untuk didistribusikan ke berbagai hotel dan restoran.

B. Latar Belakang Permasalahan
Coklat merupakan makanan yang digemari oleh banyak orang, tidak terbatas oleh umur, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain. Coklat dapat dikonsumsi berdasarkan hobi khalayak sasaran dan juga dapat dikonsumsi untuk mengatasi rasa stress seiring dengan meningkatnya kegiatan atau aktivitas masing-masing. Coklat yang beredar di pasaran sangat beragam mulai dari rasa, bentuk, kemasan, dan lain-lain dengan variasi harga yang disesuaikan. Coklat Monggo telah dipasarkan di berbagai kota di Indonesia, bahkan terdapat juga pesanan dari luar negeri seperti Singapura, Alaska, Australia, dan negara Eropa. Coklat Monggo telah cukup ternama di kalangan penggemar coklat, namun tidak di masyarakat umum. Dengan produk-produk yang memiliki kemasan dan cita rasa yang unik, Coklat Monggo mampu membentuk persepsi yang positif di mata konsumennya dan media massa. Tidak hanya itu, Coklat Monggo dapat berkembang dengan pesat karena didukung oleh personel yang berkualitas tinggi dan telah disesuaikan dengan bidang masing-masing. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa produk pesaing Coklat Monggo juga sangat banyak beredar di pasaran, baik coklat yang diproduksi dalam negeri maupun luar negeri. Para penggemar coklat atau konsumen coklat tersebut tentu saja akan tetap mengonsumsinya jika coklat...
tracking img