Pos Indonesia

Only available on StudyMode
  • Pages : 7 (1951 words )
  • Download(s) : 79
  • Published : June 15, 2010
Open Document
Text Preview
PT. POS INDONESIA (A) 
Mr Alinafiah, MBA, dan hanya diangkat ke posisi tertinggi PT. Pos Indonesia, duduk diam dan berpikir secara mendalam di kantor besar di lantai tiga PT. Pos Indonesia Head Office, J1.Banda No 30, Bandung, Indonesia.  Dia terkejut dengan angka di depannya yang menjadi penyebab banyak perhatian akan kondisi perusahaan saat ini. Dia telah memulai karirnya di PT. Pos Indonesia dari bawah dan sebelumnya ia hanya dapat menganalisis kondisi perusahaan tapi tidak bisa berbuat banyak tentang hal itu. Namun, dengan kewenangan baru ditemukan, ia kini bisa melakukan sesuatu untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan.  Salah satu alternatif yang terlintas dalam pikirannya beberapa minggu lalu: franchise perusahaan. Tapi apakah itu terobosan yang tepat? Dia masih belum bisa menjawab beberapa pertanyaan mendasar. Bagian mana dari total rantai layanan harus waralaba? Yang produk atau jasa dari PT Pos akan menarik bagi calon-calon pewaralaba?  Pertanyaan-pertanyaan ini terus menggangguku Mr Alinafiah selama berhari-hari. Ia kemudian memutuskan untuk membentuk tim yang dipimpin oleh Mr Karim Abdullah, koleganya di PT.POS Indonesia. Tim akan ditugaskan untuk menganalisis dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Mudah-mudahan, perusahaan dapat meningkatkan kinerja dan bergerak terus.  Awal Tahun dan Pertumbuhan 

Pos Indonesia berdiri selama di Indonesia pra-kemerdekaan. Di bawah penjajah Belanda, itu bernama Pos Telegraph dan Telepon Authority (Jawatan Pos Telegraph dan Telpon, atau Jawatan PTT) dan diberi hak monopoli oleh Hindia Belanda untuk melayani baik pemerintah dan sektor publik. Kantor pos yang pertama didirikan dan terletak di kota Batavia (sekarang Jakarta). Kemudian, Jawatan PTT berganti nama menjadi PN POS dan Giro.

Sebuah pembangunan yang diantar dalam perubahan besar untuk PN Pos dan Giro datang pada tahun 1984 dengan berlalunya UU Pemerintah Nomor 6 tahun 1984. Peraturan ini dihapuskan hak-hak monopoli PN Pos dan Giro, dan mengizinkan perusahaan swasta untuk memberikan jenis produk tertentu seperti pencetakan bahan, sekogram, dan paket-paket kecil.Pada tahun yang sama (1984), PN Pos dan Giro menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro.Pada tahun 1995, ia mengubah diri menjadi PT. Pos Indonesia (Persero). Selanjutnya, PT. Pos Indonesia (Persero) akan bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan dan melembagakan kebijakan sendiri. Pemerintah (diwakili oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi) akan hanya berasumsi peran regulasi dan pengawasan. Dengan status baru, PT. Pos Indonesia yang bertanggung jawab dan bertanggung jawab untuk menghasilkan keuntungan bukannya disubsidi oleh pemerintah. Memang perubahan besar yang memiliki dampak besar pada perusahaan. Peran

Sebagai milik negara perusahaan, PT. Pos Indonesia mempunyai dua peran utama: sebagai "agen pemerintah" melayani masyarakat dan negara, dan sebagai berorientasi bisnis perusahaan. Tugas penting pertama yang terlibat memberikan dokumen-dokumen negara, baik yang biasa atau bersifat rahasia, dan menyediakan layanan mailing global. Penyediaan layanan mailing global berkaitan dengan peranan masing-masing bangsa sebagai sebuah "kebebasan tempat" transit dari setiap pos material, sebagaimana ditetapkan oleh Universal Postal Union, PT. Pos Indonesia juga mempunyai tanggung jawab sosial atau tugas. Ini termasuk membagi-bagikan sekuritas sosial bagi imigran sukarela, memberikan gaji bagi PNS di desa-desa terbelakang, mendistribusikan paket seragam bagi siswa di daerah terpencil, mendistribusikan buku-buku pelajaran, penyediaan beasiswa, dan bahkan memberikan dukungan dalam pengiriman dokumen selama pemilihan presiden. Selain itu, PT. Pos Indonesia memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk layanan pos. Hal itu untuk membuat layanan tersedia di semua wilayah di Indonesia dengan kecepatan yang sama atau tarif dan kondisi yang sama. Akibatnya, PT. Pos Indonesia diwajibkan untuk memiliki layanan jaringan luas, bahkan di daerah-daerah...
tracking img