Pertanian

Only available on StudyMode
  • Pages : 65 (16222 words )
  • Download(s) : 1588
  • Published : December 20, 2008
Open Document
Text Preview
Kearifan hidup, kedaulatan petani, dan pertanian organik: menanamkan benih-benih transformasi sosial

Disusun oleh Jess Prince

Universitas Muhammadiyah Malang
Australian Consorsium for In-Country Indonesian Studies

Juni 2004

Contents

|Pendahuluan |3 | |Bab Satu |8 | |Revolusi Hijau |8 | |Benih ‘Ajaib’? |8 | |Peningkatan produksi? |12 | |Bantuan |14 | |Bab Dua |17 | |Kearifan gulma: Memulihkan budidaya lokal |17 | |Bab Tiga |35 | |Tantangan untuk Transformasi Sosial |35 | |Pembahawan Agraria |36 | |Kebijakan harga dan pemasaran produk petani |41 | |Pertanggungjawaban atas Kerusakan Lingkungan Pertanian |46 | |Ketimpangan Gender |47 | |Globalisasi |49 | |Bioteknologi |50 | |Kesimpulan |54 | |Ilmu Hidup |54 | |Lampiran |56 | |Jaringan Gerakan Pertani Ekologis, Jawa |57 | |58 Tahun – dijajah Bangsa Sendiri |60 | |Daftar Pustaka |61 | |Halaman Pengesahan |63 |

Pendahuluan
Pertanian organik sebagai strategi hidup dan perjuangan

Pagi-pagi, pukul 8.00. Matahari pagi sudah mulai menghangati lahan Bu Napsiyah yang ditanami dengan campuran sayuran yang beragam – petak-petak kecil sawi, kangkung, kailan, lombok, tomat, daun bawang, jagung manis, bok choi, bayam merah, bayam hijau. Lepas dari alas kakinya, saya datang untuk bertanya, untuk belajar mengenai pertanian organik sebagai strategi hidup dan perlawanan. Dua, tiga kali seminggu, lahan Bu Napsiyah di desa Pulungan, Tumpang, Malang, menjadi ruang kuliah saya. Bu Napsiyah menjadi guru saya yang luar biasa. Keahlian Bu Napsiyah jauh melebihi batasan lahannya untuk meliputi ekosistem sekitarnya sebagai keseluruhan. Kearifannya atas ekologi lokal, atas tumbuhan-tumbuhan liar, atas keanekaragaman...
tracking img