Perilaku Konsumen

Only available on StudyMode
  • Pages : 12 (3179 words )
  • Download(s) : 265
  • Published : April 25, 2010
Open Document
Text Preview
BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

PT Softex Indonesia adalah perusahaan sanitary pertama, khususnya memproduksi pembalut wanita. di Indonesia dan sudah berdiri dari tahun 1976 di Jakarta. Dan tujuan awal pendiriannya adalah membuat pembalut wanita yang nyaman bagi wanita, karena saat itu pembalut wanita masih terbilang sederhana. Produk pertama yang diluncurkan PT Softex Indonesia adalah Softex dan memakai endorser bintang film Hong Kong. Saat itu Softex menjadi pionir dan juga market leader di pasar pembalut. Bahkan lebih jauh lagi softex menjadi sebutan untuk pembalut wanita. Namun dengan hadirnya competitor, seperti Laurier, pasar Softex menjadi tererosi. Tahun 2004 menjadi titik balik bagi Softex Indonesia untuk berbenah dan mengubah system lama menjadi system yang lebih modern dan siap untuk bersaing. Untuk menambah daya saing brand, Softex Indonesia menggunakan jasa brand management. Tahap pertama yang dilakukan Softex Indonesia adalah meluncurkan brand Softex Super De Lux, tahun 2004, produk yang menyasar pasar remaja usia. Dan memakai tag line “Karena Wanita Ingin Dimengerti”. Selanjutnya Softex melakukan aktifitas pemasaran, mulai dari iklan TV, cetak, radio, hingga mensponsori film, music dan concert. Untuk meningkatkan penjualan secara signifikan, Softex Indonesia mengontrak ADA Band untuk menjadi endosernya. Untuk pasar wanita dewasa, usia antara 19-35 tahun, softex pun sudah siap dengan merk Softex V-Class. Pada agustus 2007, sudah diluncurkan dan langsung menggebrak dengan mensponsori konser Beyonce di Jakarta. Dengan gencarnya pemasaran produk Softex, penjualan produk Softex meningkat hingga 50% pada 2005 dan meningkat 48% pada 2006 lalu. Tahun ini target penjualan produk ditetapkan mencapai 50%. Selama ini PT Softex Indonesia telah melakukan sejumlah  upaya untuk meningkatkan penjualan seperti menggandeng siswa untuk berjualan Softex. Yang berhasil menjual terbanyak diberi beasiswa selama 1 tahun. Selain itu untuk meningkatkan penjualan adalah melakukan hal-hal biasa dengan cara yang luar biasa. Misalnya dengan berjualan pada waktu yang lebih awal di tempat-tempat alternatif seperti pelabuhan, terminal dan posyandu. Untuk bisa bertahan di era kompetisi saat ini perubahan merupakan hal yang penting. Persoalan baru tidak bisa diselesaikan dengan cara lama. Untuk itu tahun ini pihaknya membuat Softex Winning on Team (SWOT) beranggotakan 21 orang yang bersama-sama berupaya mencapai target penjualan.  PT Softex Indonesia tidak hanya berbisnis dengan mengedepankan produk. Tetapi yang tak kalah penting, "menjual" keyakinan. Jadi, bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa produk yang dihasilkan Softex memang nyaman, tidak tembus saat dipergunakan. Mempertahankan keyakinan masyarakat itulah yang harus terus dilakukan. PT Softex Indoensia tidak mengabaikan corporate social responsibility. Pihaknya melakukan hal tersebut dengan memberi bantuan kepada korban bencana serta menjalin kerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa dalam hal penanggulangan narkoba. Menurut data dari PT Softex Indonesia, Softex sudah melakukan ekspansi penjualan sampai ke luar negeri seperti di Pacific Asia, Lautan India, Afrika, Timur Tengah, Eropa dan AS. PT Softex Indonesia mempunyai keinginan kuat untuk meningkatkan R&D dan mempertahankan standar mutu yang tinggi. Dalam mekukan riset dan operasi pabrikasinya, PT Softex Indonesia, mencapai keberhasilan kelas dunia, yang bebas cacat, pencapaian tinggi untuk produksi pembalut, pantyliners, dan popok bayi. Strategi aliansi dengan mesin membuat, mengatur para penyalur pengemasan dan bahan baku untuk mengikuti perkembangan dunia dan mencapai fleksibilitas yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk itu pada tahun 1997 PT Softex Indonesia mendapat penghargaan ISO 9002 oleh SGS. Produk-produk Softex yang beredar dipasaran:

|[pic] | |[pic] |...
tracking img