Pengendalian Strategis

Only available on StudyMode
  • Pages : 13 (2959 words )
  • Download(s) : 1445
  • Published : January 20, 2011
Open Document
Text Preview
PENGENDALIAN STRATEGIS
M. Suyanto

www.msuyanto.com

9.1. Pengendalian Organisasi

Pengendalian organisasi terdiri dari tiga jenis, yaitu pengendalian strategis, pengendalian manajemen dan pengendalian operasional. Pengendalian strategis merupakan proses dari evaluasi strategi, yang dilakukan baik strategi tersebut dirumuskan dan setelah diimplementasikan. Pengendalian manajemen berfokus pada pencapaian sasaran dari berbagai substrategi bersesuaian dengan strategi utama dan pencapaian sasaran dari rencana jangka menengah. Sedangkan pengendalian operasional berpusat pada kinerja individu dan kelompok yang dibandingkan dengan peran individu dan kelompok yang telah ditentukan oleh rencana organisasi. Masing-masing jenis pengendalian tersebut tidak terpisah dan tidak berbeda secara nyata serta dalam kenyataan mungkin tidak berbeda satu dengan yang lainnya. Sistem pengendalian operasional mengidentifikasi standar kinerja yang terkait dengan alokasi dan pemanfaatan sumber daya keuangan, fisik, dan factor-faktor penentu keberhasilan merupakan sarana-sarana utama dari pengendalian operasional. Sistem pengendalian operasional menuntut evaluasi sistematik atas kinerja dibandingkan standar atau target yang telah ditentukan sebelumnya. Hal yang penting di sini adalah identifikasi dan evaluasi penyimpangan kinerja, dengan perhatian yang khusus diarahkan pada penentuan sebab-sebab dan implikasi strategik penyimpangan yang terjadi sebelum manajemen bereaksi. Beberapa perusahaan menggunakan titik pemicu dan rencana darurat dalam proses ini. Sebuah pendekatan alternatif yang menghubungkan pengendalian strategis dan operasional yang dikembangkan oleh Robert Kaplan dan David Norton adalah sistem yang dinamakan Balanced Scorecard. Pendekatan ini mengadaptasi ide dari Total Quality Management (TQM) yang meliputi kualitas pelanggan yang terdefinisikan, perbaikan terus-menerus, pemberdayaan karyawan dan umpan balik berbasis pengukuran yang metodologinya dikembangkan dengan menambahkan data keuangan dan hasil yang dicapai. Balanced Scorecard merupakan sebuah sistem pengendalian manajemen yang memungkinkan perusahaan melakukan klarifikasi strateginya, memindahkannya ke dalam tindakan dan menyediakan umpan balik kuantitatif, membangkitkan kompetensi inti, memuaskan pelanggan perusahaan dan menghasilkan imbalan keuangan bagi pemegang saham. Sebagian besar perusahaan-perusahaan yang dikagumi dunia menggunakan Balanced Scorecard, misalnya General Electric, Toyota Motor, Procter & Gamble, Johnson & Johnson, Apple, Berkshire Hathaway, FedEx, Microsoft, BMW, IBM, Singapore Airline, Nokia dan sebagainya.

[pic]

Rober Kaplan, Steve Relyea dan David Norton

9.2. Pengendalian Strategis

Pengendalian strategi dipusatkan dengan mengikuti jalannya strategi yang dimplementasikan, mendeteksi setiap bidang masalah atau bidang masalah yang potensial dan membuat penyesuaian yang diperlukan. Newman and Logan menggunakan terminologi “pengendalian sistem kemudi” untuk menyoroti beberapa karakteristik penting dari pengendalian strategi. Biasanya, suatu rentang waktu yang penting terjadi antara awal implementasi strategi dengan pencapaian dari hasil yang diharapkannya. Selama waktu itu, sejumlah proyek dilaksanakan, investasi dibuat dan tindakan dilakukan untuk mengimplentasikan strategi baru. Juga situasi lingkungan dan internal perusahaan sedang tumbuh dan berkembang. Pengendalian strategi diperlukan untuk mengendalikan perusahaan melalui peristiwa tersebut. Pengendalian strategi harus menyediakan beberapa koreksi langsung berdasarkan pada kinerja menengah dan informasi baru. Henry Mintzberg menyatakan bahwa persoalan sebagaimana baiknya organisasi membuat rencana strategi, tetapi strategi yang berbeda mungkin akan muncul. Memulai dengan strategi yang direncanakan atau yang diharapkan berhubungan dengan beberapa hal : • Strategi yang diharapkan...
tracking img