Peluang, Tantangan & Hambatan Perbankan Syariah Di Indonesia

Only available on StudyMode
  • Pages : 26 (8144 words )
  • Download(s) : 884
  • Published : April 11, 2011
Open Document
Text Preview
BAB I
PENDAHULUAN

Dari segi ontologi, tujuan pendirian bank-bank Islam di Indonesia maupun di seluruh dunia adalah mengikuti perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya, khususnya memungut riba dalam pinjam-meminjam. Ini berbeda dengan tujuan pendirian bank-bank konvensional, yaitu menyediakan pinjaman dengan menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. Dengan kata lain, bank konvensional adalah lembaga perantara keuangan. Tujuan lebih lanjut adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis dengan memanfaatkan simpanan masyarakat yang memiliki dana surplus setelah dikurangi konsumsi. Maka, dari segi aksiologi, bank syariah, yang semula disebut bank Islam, didirikan untuk menerapkan hukum Islam, sedangkan bank konvensional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Secara epistemologi, pengelolaan bank konvensional berpedoman pada manajemen perbankan. Akan tetapi, dalam bank syariah, manajemen perbankan harus mengikuti hukum-hukum syariah. Itu sebabnya bank syariah memiliki lembaga pengawasan, disebut Dewan Syariah, dibentuk oleh otoritas keagamaan, Majelis Ulama Indonesia atau di Malaysia, Dewan Ugama. Mengingat motifnya bukan bisnis, pernah ada yang mengatakan, bank syariah akan sulit berkembang, tetapi kenyataan menunjukkan sebaliknya. Perbankan syariah berkembang meski awalnya dijumpai kesulitan menghimpun dana untuk modal awal sebesar Rp 10 miliar (1990-an). Berkat intervensi negara melalui Presiden Soeharto, dapat dihimpun dana Rp 110 miliar. Langsung dapat dibentuk bank syariah pertama bernama Bank Mu'amalat Indonesia (BMI) dengan CAR amat mencukupi. Namun, kecukupan modal saja tidak mencukupi. Dana selanjutnya diharapkan dari penyimpan pihak ketiga untuk memperbesar modal dan aset. Semula juga diragukan, masyarakat bersedia menabung. Masalahnya, penabung tidak dijanjikan suku bunga pasti, tetapi bergantung pada laba dan bagi hasil. Jika laba bank kecil atau merugi, perolehan bagi hasil nasabah ikut kecil pula. Maka, agar masyarakat—yang umumnya bermotif ekonomi—mau menyimpan uangnya di bank, perlu dibuktikan bahwa bagi hasil bank syariah lebih tinggi dari bunga bank konvensional. Bank syariah berharap mendapat nasabah emosional dari umat Islam yang takut menjalankan riba. Penyimpan seperti itu ada, bahkan cukup fanatik. Buktinya, saat suku bunga bank mencapai 70 persen pada masa krisis, nasabah emosional itu tetap bertahan dengan tingkat bagi hasil yang jelas lebih rendah. Rush yang diramalkan pun tidak terjadi. Bahkan, bank-bank syariah tetap bertahan, sementara banyak bank konvensional bangkrut karena penarikan dana dan negative spread. Hal ini menjadi bukti keunggulan syariah yang tidak bergantung pada naik-turunnya suku bunga, dibanding bank konvensional.

BAB II
PELUANG, TANTANGAN, DAN HAMBATAN PERBANKAN SYARIAH
DI INDONESIA

II.1PELUANG PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Secara umum Indonesia mengenal dua jenis perbankan yakni Bank Konvensial dengan cirinya bunga (dividen) dan Bank Syariah dengan bagi hasil (share). Bank Syariah sendiri adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Dewasa ini, dunia perbankan Indonesia menghadapi suatu persoalan dalam menghadapi kompetisi dalam merebut pangsa pasar yakni nasabah. Dalam kompetisi tersebut yang terpenting adalah bagaimana menarik para nasabah untuk berinvestasi dan agar nasabah mau berinvestasi maka perbankan dituntut untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada para nasabah melalui produk jasa perbankannya. Kunci utamanya bukan hanya quantitiy (kuantitas) tetapi juga quality (kualitas) yang berjakan bersama-sama. Kondisi ini tercipta sebagai akibat atau demand (tuntutan) dari masyarakat/nasabah untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi di suatu Bank karena selain benefit (keuntungan) yang ingin dicapai nasabah juga rasa aman dan nyaman dalam melalukan transaksi...
tracking img