Paritas Daya Beli Oleh Nanik Linawati

Only available on StudyMode
  • Pages : 15 (4064 words )
  • Download(s) : 566
  • Published : June 6, 2011
Open Document
Text Preview
Pengujian Berlakunya Puchasing Power Parity Dari Tiga Mata Uang Asia Antara 1992-2002

Anindita Juliasih Lidyawati Nanik LinawatiUniversitas Kristen Petra, Surabaya

ABSTRACT Purchasing Power Parity (PPP) is the theory that describes the relationship between relative inflation rates and exchange rates. This study tests the validity of PPP for the Indonesia rupiah, the Thailand baht, and the Philippine peso versus the U.S. Dollar, using the Engle-Granger Error Correction Model for two periods, January 1992-September 1997 (before the economic crisis) and October 1997-December 2002 (during the economic crisis). This analysis uses four independent variables: relative inflation rates, relative interest rates, relative Gross Domestic Product, and relative money supply. The results of this study show that before the economic crisis, only relative interest rates in Indonesia influence the actual exchange rate. During economic crisis, relative inflation rates in Thailand and relative money supply in Thailand and the Philippines influence the actual exchange rate. PPP theory does not apply either before or during the economic crisis. Based on this analysis, market players should not use the PPP in determining expectations of exchange rates for foreign exchange trade. Keywords: Engle-Granger Error Correction Model, Purchasing Power Parity, Indonesian rupiah, Thailand baht, Phillipine peso

PENDAHULUAN Dalam perdagangan internasional nilai suatu komoditi diukur dalam mata uang domestik dan mata uang luar negeri yang disebut valuta asing. Harga mata uang suatu negara yang dinyatakan dalam mata uang negara lain disebut nilai tukar. Perubahan nilai tukar disebut fluktuasi nilai tukar, dengan adanya perbedaan nilai tukar ini memberikan kesempatan bagi pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan. Cara tersebut dikenal dengan sebutan international arbitrage. Perubahan fluktuasi nilai tukar salah satunya dipengaruhi oleh inflasi relatif. Kemudian muncullah Teori Paritas Daya Beli yang memusatkan perhatian pada hubungan antara inflasi relatif dengan nilai tukar. Teori Paritas Daya Beli merumuskan bahwa perubahan dalam nilai tukar senantiasa proporsional atau sebanding dengan inflasi antara dua negara. Sebagai contoh, bila harga-harga di Amerika Serikat mengalami kenaikan tiga kali lipat dibandingkan dengan harga-harga di Indonesia, maka nilai tukar dolar terhadap rupiah akan mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat. Teori ini mempunyai dua bentuk, yaitu bentuk absolut dan relatif. Bentuk absolut atau disebut juga sebagai the law of one price menyatakan bahwa harga-harga dari produk yang sama di dua negara yang berbeda seharusnya sama bila diukur dengan mata uang yang sama. Sedangkan bentuk relatif merupakan versi alternatif yang memperhitungkan kemungkinan ketidaksempurnaan pasar seperti adanya biaya transportasi, tarif, dan kuota, sehingga harga produk yang sama di negara yang berbeda tidak perlu menjadi sama bila diukur dengan mata uang yang sama. Penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Endang Ernawati (2002:166-177) telah menguji keberlakuan teori paritas daya beli antara rupiah Indonesia dengan dolar Amerika Serikat dengan menggunakan analisa galat Engle Granger, yaitu suatu model linier dinamik dengan uji akar satuan (unit root test) dan uji kointegrasi (cointegration test) dengan 2

menggunakan satu variabel, yaitu inflasi relatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa teori paritas daya beli antara rupiah Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat berlaku yang berarti peubah inflasi relatif antara Indonesia-Amerika Serikat berpengaruh terhadap nilai tukar RpUS$. Dalam analisa ini ditambahkan tiga variabel lagi yaitu suku bunga relatif, pendapatan nasional relatif, dan relative money supply sehingga diharapkan dapat diperoleh hasil penelitian yang lebih mendekati kondisi sebenarnya. Adapun alasan penggunaan empat variabel tersebut adalah karena keempat variabel tersebut diduga berpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar....
tracking img