Mendengar Yang Baik

Only available on StudyMode
  • Pages : 5 (1099 words )
  • Download(s) : 598
  • Published : May 16, 2010
Open Document
Text Preview
Komunikasi, sesungguhnya tidak hanya terbatas dalam bentuk kata-kata. Komunikasi, adalah ekspresi dari sebuah kesatuan yang sangat kompleks : bahasa tubuh, senyuman, peluk kasih, ciuman sayang, dan kata-kata. Seni mendengarkan, membutuhkan totalitas perhatian dan keinginan mendengarkan, hingga sang pendengar dapat memahami sepenuhnya kompleksitas emosi dan pikiran orang yang sedang berbicara. Bahkan, komunikasi yang sejati, sang pendengar mampu memahami apa yang terjadi / yang dirasakan oleh lawan bicara meski dengan kata-kata yang sangat minimal.

Bagaimana Cara Mendengarkan Yang Baik ?

Di awal artikel ini pembaca dapat menarik gambaran bagaimana suasana hati Rekan kita dan apa yang diharapkannya ketika ia mencoba "berkomunikasi" dengan kita; dan bagaimana keadaan "hati" Rekan kita setelah itu? Kejadian tersebut tampaknya sangat umum terjadi di mana-mana, di hampir setiap hubungan. karena setiap orang memiliki masalahnya masing-masing hingga seringkali memblokir hubungan positif yang seharusnya terjalin antara mereka dengan Rekan kita-Rekan kita. Tapi, bukan berarti hal itu dapat selalu dimaklumi, bukan? Bagaimana pun, setiap kita , perlu diingatkan kembali, bagaimana cara "mendengarkan" Rekan kita.

1.Fokuskan perhatian Rekan kita

Pada saat Rekan kita mencoba mengatakan sesuatu, berilah perhatian sepenuhnya pada ceritanya. Untuk itu, alangkah baiknya jika kita mengalihkan perhatian sejenak dari film atau sinetron yang sedang ditonton, majalah, koran, atau dari pekerjaan yang sedang dihadapi. Tataplah langsung di matanya sambil memberi kesan bahwa kita benar-benar siap memperhatikan ceritanya, dan mendorongnya untuk bercerita.

2. Re-statement, mengulangi cerita Rekan kita untuk menyamakan pengertian

Tahanlah diri untuk tidak menginterupsi ceritanya sampai Rekan kita selesai bercerita. Ketika Rekan kita selesai bercerita, cobalah memberikan kesimpulan berdasarkan hasil tangkapan kita terhadap ceritanya. Pola ini, memberikan feedback bagi kita dan Rekan kita, apakah kita benar-benar telah memahami apa yang diceritakan atau apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh Rekan kita.

3. Menggali perasaan dan pendapat Rekan kita akan masalah yang sedang dihadapi

Kita boleh bertanya pada mereka : "bagaimana perasaan anda, waktu itu...."; cara ini jauh lebih baik ketimbang menjatuhkan penilaian subyektif atas diri mereka : "ah, kamu pasti salah! Kamu kan penakut...." atau "ah, paling kamu menangis...kan kamu cengeng..." atau "kamu nggak menangis, kan? Penilaian tersebut malah membuat Rekan kita frustrasi karena mereka mengharap kita bisa mengerti perasaan mereka, bukan menilai sikap dan perasaan mereka. Selain itu, penilaian subyektif yang datang terlalu cepat, bisa membuat Rekan kita menarik diri untuk tidak lebih lanjut menceritakan perasaan yang sebenarnya, karena kita sudah punya anggapan tertentu.

4. Bantu Rekan kita mendefinisikan perasaan

Mendengarkan sepenuhnya cerita pengalaman Rekan kita, baik itu menyedihkan dan menyenangkan, membuat kita berdua (dengan Rekan kita) dapat berbagi rasa dan Rekan kita pun akan merasa kita menghargainya. Rekan kita akan biasa bersikap terbuka karena yakin kita pasti bersedia mendengarkan mereka. Jika Rekan kita masih sulit mengidentifikasi perasaan mereka, bantulah dengan mendengarkan cerita mereka sungguh-sungguh, dan melontarkan kesan seperti "Wah..kamu sepertinya sedih sekali"..atau "Kamu kelihatan sangat marah"...atau "kamu sepertinya sedang bosan?". Rekan kita akan sangat lega ketika kita bisa menangkap perasaan mereka. Interaksi demikian, melatih Rekan kita mengidentifikasikan perasaan mereka secara tepat.

5. Bertanya

Hindari sikap memaksakan pendapat, cara, penilaian kita; alangkah lebih baik jika kita membimbing mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat mereka semakin memahami kejadian yang dialami, teman yang dihadapi, perasaan yang mereka rasakan serta sikap - tindakan yang harus mereka lakukan sebagai pemecahannya....
tracking img