Mas Marketing

Only available on StudyMode
  • Pages : 10 (2519 words )
  • Download(s) : 406
  • Published : July 30, 2010
Open Document
Text Preview
Strategi Nokia Mempertahankan Market Leader: Hati – Hati Terhadap Serangan Samsung Oleh: Freddy Rangkuti
Nokia sebagai market leader di pasar handset telepon seluler (ponsel) saat ini mulai mendapat gempuran yang cukup dahsyat dari negeri gingseng Korea yaitu Samsung. Data – data berdasarkan hasil survei yang dilakukan Frontier bekerjasama dengan majalah SWA menunjukkan bahwa popularitas Samsung di Indonesia mulai memberikan tanda – tanda meningkatnya perceived value terhadap produk tersebut. Serangan Samsung pada bisnis handset ponsel dimasa mendatang, diuntungkan dengan adanya pertumbuhan yang kuat terhadap teknologi CDMA (Code Division Multiple Access). Teknologi ini merupakan generasi ke tiga (3G), sehingga customer dapat melakukan komunikasi melalui suara, email, akses internet yang sangat cepat (WAP dan HTTP) serta berbagai kegiatan multimedia lainnya. Kekalahan Nokia sebagai market leader di tingkat global sudah mulai terlihat di Korea. Samsung menguasai lebih dari 60% market share, sementara Nokia dengan dukungan teknologi GSM (Global System for Mobile) ) hanya menguasai market share tidak lebih dari 1%. Ketidak mampuan Nokia di Korea mengalahkan Samsung mengingatkan kita pada saat Nokia mengalahkan Motorola (market leader pada generasi pertama dengan dukungan teknologi analog). Kekuatan Nokia pada waktu itu menggunakan teknologi digital generasi kedua yang dikenal dengan GSM. Secara perlahan tetapi pasti, mengakibatkan market share Motorola anjlok. Saat ini, sejarah tampaknya akan berulang kembali. Market leader Nokia, sedikit demi sedikit mulai terancam dengan adanya teknologi CDMA (generasi ketiga) yang dimotori oleh Samsung. Bagaimana strategi pemasaran yang harus dilakukan Nokia untuk mempertahankan market leader di Indonesia? Merupakan inti dari pembahasan dalam tulisan ini. Sebelum membahas strategi yang tepat untuk Nokia, kita perlu mengetahui posisi persaingan telepon seluler yang sedang terjadi di tingkat global berikut perkembangan market share.

1 www.fraimarketing.com

Diagram 1: Perkembangan Market Share Handset Telepon Seluler 40

35

30

Market Share (%)

25

20

15

10

5

0 Nokia Motorola Samsung Siemens SonyErricsson Lain - Lain

1999 26.9 16.9 6.2 4.6 10.5 34.9

2000 30.6 14.6 5 6.5 10 33.3 Tahun

2001 35 14.8 7.1 7.4 6.7 29

2002 34.7 15.5 9.6 8.8 6.4 25

Sumber: Gartner Dataquest, 2003 Perkembangan market share untuk kelima pemain handset telepon selular menunjukkan perubahan yang sangat signifikan mulai 1999 sampai dengan 2002. Nokia sebagai market leader terus mengalami peningkatan market share yang cukup pesat yaitu dari 26.9 % (1999), 30.6% (2000), 35% (2001) dan 34.7% (2002), dengan tingkat pertumbuhan market share rata – rata sebesar 9.09%. Porsi market share yang berhasil direbut berasal dari merek – merek kecil lainnya serta merek Sony Ericsson yang sejak tahun 1999 terus menerus mengalami penurunan market share. Pemain kedua terbesar setelah Nokia adalah Motorola, dengan tingkat pertumbuhan market share yang tidak terlalu besar (tahun 2002 hanya memiliki market share sebesar 15.5%). Rata – Rata pertumbuhan market share Motorola adalah sebesar – 2.27% Pemain lain yang patut diperhitungkan adalah Samsung dari Korea. Merek telepon selular ini memiliki peningkatan pertumbuhan market share yang paling besar yaitu pada tahun 2002 berhasil merebut market share sebesar 9.6%, dengan tingkat pertumbuhan market 2 www.fraimarketing.com

share mulai 1999 sampai 2002 rata – rata sebesar 19.29%, jauh di atas tingkat pertumbuhan market share yang dicapai Nokia. Pasar saat ini sangat tersegmentasi dan sangat ketat persaingannya. Di Indonesia, pertarungan bisnis handset telepon seluler, dapat dikelompokkan menjadi dua pola yaitu: 1. Pola Mass Marketing, yaitu perang yang dilakukan oleh para pemain yang lebih menekankan pada model – model yang lebih sederhana, dengan harga yang relatif murah. Umumnya di arena ini, dibanjiri oleh pemain – pemain baru dan merek – merek...
tracking img