Market Efficiency

Only available on StudyMode
  • Pages : 15 (3868 words )
  • Download(s) : 68
  • Published : November 5, 2010
Open Document
Text Preview
Teori Keuangan
Risk, Return, and Market Efficiency

3.1 Intoduction
ahli keuangan sering menjadikan satu dari dua kategori tentang keuangan 1. investment (capital market theory)
memeriksa bagaimana sekuritas pasar keuangan dengan mempelajari bagaimana investor individu memilih asset keuangan dengan berdasarkan perkiraan resiko dan pengembaliannya. 2. corporate finance
studi dari bagaimana meningkatkan bisnis perusahan dan kemudian menginvestasikan modal untuk menghasilkan barang dan jasa yang diinginkan.

3.2 RISK AND RETURN FUNDAMENTALS

3.2.1 Risk Defined
Resiko dapat didefinisikan sebagai sebuah kesempatan atas kerugian secara financial. Asset dengan besar kemungkinan mengalami kerugian sebagai asset dengan resiko lebih besar. 3.2.1 Return Defined

return pada sebuah investasi dapat diukur dari total perolehan atau kerugian yang dialami pemilik pada satu periode tertentu. Pada umumnya perubahan nilai asset (capital gain/loss) ditambah cash ( dividen atau bunga) dinyatakan sebagai sebuah persentase nilai investasi.Pernyataan ini dapat di hitung dengan persamaan:

Pit – Pit-1 + Cit
Rit =
Pit – 1
Dimana: Rit = tingkat pengembalian yang diharapkan
Pit = harga asset pada periode t
Pit – 1 = harga asset pada periode t-1
Cit = cash yang diterima dari periode t-1 sampai periode t

3.2.3 Basic Risk Consepts : A Single Asset
meskipun resiko dari single asset dapat diukur dengan cara yang sama dengan resiko pada portfolio aktiva, tetapi penting dibedakan keduanya karena keuntungan tertentu bagi pemilik portfolio aktiva. Distribusi probabilitas merupakan sebuah model yang menghubungkan berbagai probabilitas terhadap masing-masing hasil.probabilitas hasil adalah kesempatan terjadinya hasil tertentu, misalnya probabilitasnya100% maka pasti akan terjadi, sedangkan jika probabilitasnya nol berarti tidak akan pernah terjadi. Kita dapat menghitung expected return untuk asset A dan B menggunakan formula umum untuk expected value of a return E(Ri) = ∑ (Rj x Prj)

Di mana : E(Ri) = nilai pengembalian yang diharapkan.
Rj = pengembalian untuk hasil ke j
Prj = probabilitas untuk hasil kejadian ke t

3.2.4 Standard Deviation
standar deviasi merupakan indikator statistic yang paling umum digunakan menilai resiko suatu aktiva, yang mengukur nilai yang diharapkan.   σ(Ri) = √ ∑[ Rj – E(Ri)]2 x Prj
akan dikenal juga beberapa istilah seperti:
1. risk averse: investor yang dihadapkan dengan dua investasi dengan expected return yang sama, maka investor akan memilih yang mempunyai varians terendah. 2. risk neutral : investor yang dihadapkan dengan dua investasi dengan expected return yang sama, tetapi dengan varians berbeda. 3. risk seeking : investor yang mengambil tindakan dengan memilih resiko dengan dua investasi dengan expected return yang sama.

3. PORTFOLIO RISK AND RETURN
Resiko dari sebuah investasi seingle asset sebaiknya tidak dilihat secara bebas dari asset yang lain. Investasi harus dipertimbangkan secara jelas dampaknya dari resiko dan perolehan dari asset portfolio. Tujuan dari investor adalah membuat efficient portfolio, dimana memperoleh maksimal return pada level resiko tertentu dan sebaliknya resiko minimal dengan level return tertentu. 1. Portfolio Return and Standard deviation

Return pada portfolio adalah perhitungan weighted average dari return pada aset individu. Kita dapat menghitung expected return pada portfolio menggunakan persamaan E(Rp) = WiE(Ri) + WjE(Rj)
Dimana: E(Rp) = expected return portfolio
Wi = proporsi dari nilai portfolio i
Wj = proporsi dari nilai portfolio j
Dengan kata lain, perolehan portfolio merupakan berat rata-rata dari expected returns dari asset individu dan berlaku untuk semua jenis portfolio segala ukuran( tidak hanya dari kombinasi dua asset). Agar perbandingan covarians dari combinasi aset yang bervariasi, kita mengukur covarians dengan nilai antara +1 dan -1 dengan mengubahnya...
tracking img