Manajemen Pemasaran Pariwisata

Only available on StudyMode
  • Pages : 12 (2775 words )
  • Download(s) : 2706
  • Published : December 20, 2010
Open Document
Text Preview
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian
Pariwisata atau turisme menurut undang-undang No.10/2009 tentang kepariwisataan menjelaskan bahwa berbagai macam kegiatan wisata didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Berbagai organisasi internasional antara lain PBB, Bank Dunia dan World Tourism Organization (WTO) telah mengakui bahwa pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi. Prospek pariwisata dunia ke depan begitu menjanjikan dalam pendapatan perekonomian negara, berdasarkan perkiraan WTO pariwisata akan mampu menciptakan pendapatan dunia sebesar USD 2 triliun pada tahun 2020. Peranan pariwisata bagi Indonesia begitu penting karena memiliki potensi besar dalam menghasilkan pendapatan negara. Setelah melemahnya peranan minyak dan gas bagi Indonesia, sektor pariwisata menjadi sektor penting dalam perekonomian negara sesuai dengan Undang-undang No. 25 Tahun 2000 tentang Program Perencanaan Nasional, pariwisata mendapatkan penugasan baru untuk turut mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Devisa yang dapat dihasilkan dari industri pariwisata disajikan dalam Gambar 1.1 berikut ini:

Sumber: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 2009

GAMBAR 1.1
PENERIMAAN DEVISA BERASAL DARI WISATAWAN MANCANEGARA (2000-2009)

Pada Gambar 1.1 dapat dilihat pendapatan devisa negara dari bidang pariwisata, dimana pada tahun 2008 Indonesia memperoleh devisa dengan kenaikan yang tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 41,65%. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata Indonesia semakin baik dan mulai diminati oleh banyak wisatawan mancanegara (wisman) sebagai country destination. Pendapatan negara (devisa) dari sektor pariwisata tercermin dari jumlah kunjungan wisman ke Indonesia, hal tersebut ditunjukkan dengan perkembangan kunjungan wisman ke Indonesia di bawah ini:

Ket: angka dalam jutaan orang
Sumber: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 2009

GAMBAR 1.2
PERKEMBANGAN KUNJUNGAN WISMAN (2000-2009)
Pada Gambar 1.2 dapat dilihat perkembangan kunjungan wisman ke Indonesia, dimana awal keberhasilan pariwisata Indonesia adalah pada tahun 2008 ditunjukkan dengan jumlah wisman yang datang ke Indonesia mencapai 6,23 juta orang atau meningkat 13,24% dibandingkan jumlah wisman pada tahun 2007 sebanyak 5,51 juta orang. Pada tahun 2009, jumlah wisman semakin meningkat yaitu sebanyak 6,459 juta orang atau naik sekitar 4% dari tahun 2008. Melihat perkembangan tersebut, Indonesia perlu mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisman dengan menetapkan fokus pasar sasaran. Fokus pasar sasaran yang Indonesia tetapkan adalah pasar propesktif dalam hal ini mempunyai jumlah kunjungan wisman dan pengeluaran devisa relatif besar. Dalam Tabel 1.1 dapat dilihat fokus pasar yang Indonesia tetapkan disesuaikan dengan kontribusi yang menguntungkan bagi pariwisata Indonesia dari yang terbesar hingga yang terkecil sebagai berikut: TABEL 1.1

FOKUS PASAR PARIWISATA INDONESIA 2010
FOKUS PASARKAWASANNEGARA
PRIMARY
MARKETASEANSingapura, Malaysia, Filipina, Thailand
EAST ASIAJepang, Korea, China, Taiwan
SECONDARY
MARKETEUROPEInggris, Belanda, Perancis, Jerman, Rusia
AUSTRALIA+NZAustralia dan Selandia Baru

TERTIARY
MARKETNORTH AMERICAUSA dan Kanada
WEST ASIAIndia
MIDDLE EAST & SOUTH AFRICAArab Saudi, UAE, Iran, Afrika Selatan
OTHERSTunisia, Brazil, Argentina
Sumber: Direktorat Jenderal Pemasaran Kembudpar 2010
Fokus pasar pariwisata yang Indonesia tetapkan di atas berdasarkan analisis prospek pasar pariwisata Indonesia oleh World Tourism Barometer 2009, bahwa Indonesia berpeluang merebut pasar utama terutama medium – short haul yaitu negara dengan jarak jangkauan yang dekat. Diperkuat oleh pengamat ekonomi Aviliani (www.kabarindonesia.com, 2010), “Pemasaran pariwisata Indonesia pada 2010 difokuskan di negara-negara Asia...
tracking img