Kewirausahaan

Only available on StudyMode
  • Pages : 18 (3344 words )
  • Download(s) : 1488
  • Published : June 10, 2010
Open Document
Text Preview
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO
METODE KOLAM TERPAL

BIDANG KEGIATAN
PKM KEWIRAUSAHAAN (PKM-K)

Diusulkan oleh:
Dwi Cahyani0814071005(2008)
Arif Dwi Santoso0814071028(2008)
David Irawan N.0714061033 (2007)

UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2009
1.Judul Kegiatan: Budidaya Ikan Lele Dumbo Metode Kolam Terpal

2.Bidang Kegiatan: ( ) PKM-P( √ )PKM-K
( ) PKM-T( ) PKM-M
3.Bidang Ilmu: ( ) Kesehatan( √ ) Pertanian ( ) Pendidikan ( ) MIPA( ) Teknologi dan Rekayasa
( ) Sosial Ekonomi( ) Humaniora
4.Ketua Pelaksana Kegiatan
a.Nama Lengkap: Dwi Cahyani
b.NPM: 0814071005
c.Jurusan: Teknik Pertanian
d.Universitas: Universitas Lampung
e.Alamat Rumah dan No. Telp/ Hp: Jl. Anggrek No. 5/47B, Gedung Meneng, B.Lampung, 35145, 0897268850
f.Alamat E-mail: cahyanid@ymail.com
5.Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis: 3 orang
6.Dosen Pendamping:
a.Nama Lengkap dan Gelar: Dr. Ir Sugeng Triyono, M.Sc
b.NIP: 196112111987031004
c.Alamat Rumah dan No.Telp/Hp:
7.Biaya Kegiatan Total
a.Dikti: Rp 6.915.000
b.Sumber Lain: Rp 0
8.Jangka Waktu Pelaksanaan: 8 Bulan

Bandar Lampung, 20 Oktober 2009
Menyetujui,
Ketua Jurusan Teknik PertanianKetua Pelaksana Kegiatan

(¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬ Dr. Ir Sugeng Triyono, M.Sc )( Dwi Cahyani ) NIP. 196112111987031004NPM. 0814071005
Pembantu Rektor IIIDosen Pendamping

( Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. )( Dr. Ir Sugeng Triyono, M.Sc ) NIP. 195411121986031003NIP. 196112111987031004
A.JUDUL :BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO METODE KOLAM
TERPAL

B.LATAR BELAKANG
Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan protein bagi manusia dalam menu makanan sehari-hari yaitu dengan mengonsumsi ikan. Berbagai jenis ikan tersedia di Indonesia, namun semakin lama jenis dan jumlahnya semakin berkurang di alam sehingga mengharuskan kita melakukan budidaya untuk dapat mempertahankan keberadaan spesies ini. Jenis ikan air tawar yang saat ini diminati masyarakat untuk di konsumsi adalah ikan lele (Clarias gariepinus x C.fuscus). Ikan lele memiliki tubuh yang panjang dan licin. Terdapat berbagai jenis ikan lele yang tersebar di Indonesia dan dikenal dengan nama-nama yang berbeda pula di setiap daerah. Selain kandungan protein dan gizinya yang tinggi, ikan ini juga memiliki cita rasa yang enak dan gurih. Harga jualnya yang ekonomis menjadikan penggemar ikan bersungut ini tidak hanya datang dari masyarakat golongan atas namun menyeluruh bagi semua golongan. Selain itu beberapa jenis ikan spesies ini juga dimanfaatkan sebagai ikan hias, serta sebagai pemberatas hama padi berupa serangga air. Ikan lele telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu komoditas utama yang dikembangkan. Tidak hanya pasar dalam negeri, tetapi juga pasar ekspor. Untuk mengembangkan komoditas ini tidak diperlukan banyak investasi. Ikan lele relatif mudah di pelihara, tahan terhadap penyakit serta tidak memerlukan banyak air dalam pemeliharaannya. Dari tahun ke tahun permintaan terhadap konsumsi ikan lele terus meningkat. Secara nasional total konsumsi ikan lele tahun 2007 sebesar 26 kg/kapiita/tahun, tahun 2008 sebesar 28 kg/kapita/tahun, dan diperkirakan tahun 2009 sebesar 30,16 kg/kapita/tahun. Namun angka produksi nasional masih belum mampu memenuhi permintaan pasar tersebut. Berbeda dengan Jepang yang memiliki tingkat konsumtif sebesar 60 kg/kapita/tahun, angka konsumsi di Indonesia ini masih tergolong rendah (Departemen Perikanan, 2009). Dengan meningkatnya produksi ikan lele dalam negeri diharapkan tingkat konsumsi ikan nasional dapat meningkat sehingga mampu memberikan manfaat dalam kemajuan perekonomian, pengembangan sumberdaya manusia yang cerdas, kesejahteraan masyarakat serta penurunan angka penderita gizi buruk di Indonesia. Lampung merupakan wilayah sentra penghasil kakao terbesar kelima di Indonesia, sehingga...
tracking img