Kecerdasan Emosional

Only available on StudyMode
  • Pages : 62 (11833 words )
  • Download(s) : 940
  • Published : July 24, 2009
Open Document
Text Preview
BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Kepuasan kerja (job satisfaction) pada hakikatnya merupakan salah satu komponen dari kepuasan hidup, sehingga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam rangka pengembangan dan pemeliharaan tenaga kerja. Bagi industri, penelitian mengenai kepuasan kerja dilakukan dalam rangka usaha peningkatan produksi dan pengurangan biaya melalui perbaikan sikap dan tingkah laku karyawannya. Robbins (dalam Sulistyowati, 1998: 87) mengemukakan bahwa para manajer seharusnya peduli akan tingkat kepuasan kerja dalam organisasi, karena sekurang-kurangnya ada tiga alasan yang jelas, yaitu bahwa karyawan yang tidak terpuaskan lebih sering mengabaikan pekerjaan dan berpeluang lebih besar mengundurkan diri, karyawan yang terpuaskan mempunyai kesehatan yang lebih baik dan usia yang lebih panjang, dan kepuasan pada pekerjaan juga akan dibawa oleh karyawan pada kehidupan mereka di luar pekerjaan. Karyawan adalah mahkluk sosial yang menjadi kekayaan utama bagi setiap perusahaan. Mereka menjadi perencana, pelaksana, dan pengendali yang selalu berperan aktif dalam mewujudkan tujuan organisasi. Karyawan menjadi pelaku yang menunjang tercapainya tujuan yang mempunyai pikiran, perasaan, dan keinginan yang dapat mempengaruhi sikap-sikapnya terhadap pekerjaannya. Sikap ini akan menentukan prestasi kerja, dedikasi, dan kecintaan terhadap pekerjaan yang dibebankan kepadanya (Hasibuan, 2002: 140). Kepuasan kerja karyawan akan dimanifestasikan dalam sikap-sikap positif yang harus dibina, sedangkan ketidakpuasan karyawan berpeluang besar dimanifestasikan dalam sikap-sikap negatif yang hendaknya dihindarkan sedini mungkin agar tidak mengganggu jalannya aktivitas pekerjaan. Tetapi dalam kenyataannya kepuasan kerja tidak selalu memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi kerja dan produktivitas. Hal ini dikemukakan oleh Davis, dkk (1990: 107) bahwa kepuasan kerja yang tinggi tidak selamanya menimbulkan prestasi dan produktivitas yang tinggi dengan alasan karena karyawan yang puas boleh jadi adalah karyawan yang memiliki kapasitas atau potensi tinggi, sedang maupun rendah. Tetapi bagaimanapun karyawan yang puas terhadap pekerjaannya akan selalu lebih mudah untuk diatur, diarahkan dan ditingkatkan kapasitasnya melalui bentuk-bentuk orientasi, pelatihan atau pengendalian mutu terpadu, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan produktivitas yang optimal. Kepuasan kerja karyawan merupakan kunci pendorong terbentuknya moral dan kedisiplinan karyawan dalam bekerja yang bila dikelola akan mendukung terwujudnya tujuan organisasi. Kepuasan kerja juga akan menekan tingkat turnover sehingga perusahaan dapat menghemat banyak waktu dan biaya untuk melakukan penarikan karyawan baru. Selain itu kepuasan kerja yang optimal juga menghindarkan perusahaan dari masalah-masalah sosial kekaryawanan yang sangat mengganggu, seperti demonstrasi dan mogok kerja yang bahkan bersifat destruktif sebagaimana banyak kasus agresivitas demonstrasi buruh akhir-akhir ini. Nilai penting kepuasan kerja secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak positif bagi organisasi. Oleh karena itu perusahaan perlu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan dan selanjutnya mengelola faktor-faktor tersebut hingga pada level optimal. Menurut Hasibuan (2002: 143) ditinjau dari konteks atau substansi pekerjaan, maka faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja dapat muncul dari dalam (internal) pekerjaan maupun dari luar (eksternal) pekerjaan. Hasibuan menerangkan kepuasan kerja internal dan eksternal tersebut sebagai berikut: Kepuasan kerja dalam (internal) pekerjaan sebagai kepuasan kerja kerja yang dinikmati dalam pekerjaan dengan memperoleh pujian hasil kerja, penempatan, perlakuan, peralatan, dan suasana lingkungan kerja yang baik. Dalam hal ini karyawan yang lebih suka menikmati kepuasan kerja dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaannya daripada balas jasa walaupun balas jasa juga penting. Sedangkan kepuasan...
tracking img