Kasus Lehman Brothers

Only available on StudyMode
  • Pages : 5 (1166 words )
  • Download(s) : 1564
  • Published : January 29, 2011
Open Document
Text Preview
KASUS
“Lehman Brothers, Inc.”

Disusun Oleh :
Kelompok 1
Simon Petrus731015327
Kartika Susanti 731015331
Deranika R. Kristiana731015335
Riyan Ganda Pratama731015339
Febi Arisandi731015345
M. Rimawan731015350

PPA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI YKPN
YOGYAKARTA
2010
Ringkasan Kasus

Lehman Brothers Holdings, Inc. adalah perusahan jasa keuangan global yang didirikan tahun 1850. Perusahaan ini bergerak di bidang bank investasi, perdagangan saham dan obligasi, riset pasar, manajemen investasi, ekuitas pribadi, dan layanan perbankan personal. Pada 15 September 2008, Lehman Brothers menyatakan bangkrut. Kebangkrutan Lehman ini merupakan dampak dari krisis kredit ‘subprime mortgage’ yang melanda perekonomian Amerika Serikat. Lehman Brothers memiliki kewajiban utang terhadap bank sejumlah USD 613 miliar, USD 155 miliar utang obligasi, sementara aset yang dimiliki hanya sejumlah USD 639 miliar. Manajemen perusahaan masih meneruskan kegiatan bisnis sehari-hari, namun semua keputusan bisnis penting harus disetujui lebih dulu oleh pengadilan kepailitan. Lehman Brothers mengalami rugi USD 3,9 miliar akhir Agustus 2008 menyusul kerugian USD 2,8 miliar pada triwulan II. Gara-gara krisis subprime mortgage tersebut, mereka terpaksa menghapusbukukan kredit macet USD 13,8 miliar kemudian menghimpun dana USD 10 miliar melalui penerbitan saham. Menyikapi kasus ini pemerintah Amerika berencana memberikan bantuan dana sebesar 700 Miliar Dollar, untuk penyelamatan Lehman Brothers, namun kemudian pemerintah Amerika menganggap Lehman Brother gagal dalam mengatasi masalah ini, sehingga pemerintah tidak melanjutkan bantuannya. Berbagai tanggapan dari sisi moral pun muncul.

Bukti-bukti yang ditemukan menunjukkan bahwa lehman brothers itu mengabaikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang menjunjung transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan keadilan. Terdapat rekayasa alokasi yaitu ketika sebenarnya Lehman Brothers hanya boleh mengalokasikan dananya di pasar derivatif sebesar 10%, tetapi karena tergoda keuntungan alokasi dananya jauh lebih besar dari itu. Selain itu, bangkrutnya Lehman Brothers inipun akhirnya juga memperlihatkan praktik manipulasi standar akuntansi yaitu window dressing. Perdebatan ini muncul setelah keluarnya laporan audit investigasi penyebab bangkrutnya Lehman Brothers. Terkait dengan bangkrutnya Lehman Brothers ini yang menjadi sorotan adalah seputar transaksi repo. Window dressing ini dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan sistem hukum dan standar akutansi yang berlaku di Inggris dan AS.

Permasalahan Etika

Kebangkrutan Lehman Brothers pada 15 september 2008 masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Salah satu yang menarik perhatian terungkap dalam laporan yang disusun oleh Anton R. Valukas, pemeriksa yang ditunjuk oleh Pengadilan Niaga New York, yang menyebutkan bahwa Lehman Brothers telah berulang kali menggunakan Repo 105 dan Repo 108 yang berjenis ‘sell and buy back’ sebelum bangkrut. Repo pada dasarnya adalah pinjaman yang dijamin dengan agunan, biasanya berupa surat-surat berharga. Lazim pula disebut dengan gadai. Repo berjenis ‘sell and buy back’ merupakan jenis repo yang mewajibkan peminjam untuk membeli kembali repo tersebut setelah jatuh tempo berakhir. Transaksi repo lazim digunakan oleh bank investasi yang sedang membutuhkan dana jangka pendek. Melalui transaksi repo 105 dan 108 tersebut, Lehman Brothers melakukan praktik manipulasi akuntansi dan melakukan kebohongan public. Angka 5 dan 8 sebenarnya menunjuk hair-cut (potongan yang dikenakan terhadap penilaian agunan) yang dikenakan pada transaksi repo surat berharga tersebut. Hair-cut 5% (105) maksudnya adalah bahwa pinjaman dana sebesar 100 US Dollar akan dijamin dengan agunan senilai 105 US Dollar, padahal seharusnya hair cut tersebut diberikan dalam kisaran 1%. Setiap menjelang laporan keuangan triwulanan dipublikasikan maka Lehman Brothers melakukan transaksi repo dalam jumlah besar. Dana dari hasil...
tracking img