Indonesia Pariwisata Competitive Advantage

Only available on StudyMode
  • Pages : 4 (1107 words )
  • Download(s) : 681
  • Published : November 11, 2010
Open Document
Text Preview
Peningkatan “Competitive Advantage” Industri Pariwisata di Indonesia

Jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia sejak tahun 2007-2008 bertambah sebanyak 12,89%. Sebagian besar angka pertumbuhan tersebut disumbangkan oleh Jakarta dan Bali sebagai kota tujuan utama turis asing untuk berbisnis atau berlibur. Jakarta sebagai tujuan utama untuk berbisnis menyumbangkan 25,8%, sedangkan Bali menyumbangkan 32,9% dari jumlah wisatawan asing yang berlibur di Indonesia. Data tersebut membuktikan bahwa satu-satunya gerbang pariwisata Indonesia terletak di Bali. Ini dapat dikatakan sebagai salah satu kesalahan pembangunan pariwisata di Indonesia pada masa orde baru. Saat itu, pembangunan Indonesia dikonsentrasikan di sekitar pulau Jawa dan Bali. Padahal, jika dilihat dari kecenderungan perubahan pasar global saat ini, sumber daya alami lebih disukai sebagai destinasi wisata, bukti nyatanya adalah Bali. Oleh karena itu, peluang industri pariwisata di kawasan timur Indonesia akan lebih besar dibandingkan kawasan barat. Beberapa dampak yang timbul dari sentralisasi pembangunan di sektor pariwisata adalah : (1)pembangunan pariwisata yang tidak merata, khususnya di kawasan timur Indonesia, sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia timur dari sektor pariwisata masih rendah. (2)Indonesia hanya bertumpu pada satu pintu gerbang utama, yaitu Bali. (3)lemahnya perencanaan pariwisata di kawasan timur Indonesia dan kurang termanfaatkannya potensi pariwisata di kawasan tersebut secara optimal. (4)rendahnya fasilitas penunjang pariwisata yang terbangun. dan (5)terbatasnya sarana transportasi, termasuk hubungan jalur transportasi yang terbatas. Dampak dari ketidakseimbangan tersebut baru terasa pada saat Indonesia mengalami masalah keamanan, penyakit, dan bencana alam. contohnya jumlah kunjungan wisatawan asing di Indonesia turun 12.7% dari tahun 2002-2003 (Bom Bali pertama), 8,6% pada tahun 2004-2005 (Bom Kedubes Australia),dan turun 4,13% di Bali akibat ledakan Bom...
tracking img