Hubungan Antara Team Cohesion Dengan Performance Tim Pada Interactive Sports

Only available on StudyMode
  • Pages : 6 (1647 words )
  • Download(s) : 198
  • Published : December 4, 2010
Open Document
Text Preview
Hubungan antara Team Cohesion dengan Performance Tim
pada Interactive Sports

Nama:Jacqueline Elizabeth

Mata Kuliah:Psikologi Sosial

NPM:0806344944

Program:Psikologi S1 Reguler

Nama Dosen:Eko A. Meinarno

Tanggal pengumpulan:26 November 2009

Jumlah kata:1.315 kata

Hubungan antara Team Cohesion dengan Performance Tim
pada Interactive Sports

Baik atlet, pelatih, maupun para penggemar olahraga pasti mengetahui bahwa kesuksesan sebuah tim olahraga dapat tercapai bukan hanya karena gabungan dari kemampuan individual masing-masing anggotanya, melainkan juga karena adanya hal lain yang turut mendukung kesuksesan tim ini. Cox (2007) menyatakan bahwa hal inilah yang biasa disebut sebagai kohesi dalam grup/tim (group/team cohesion). Secara tidak langsung, Cox menyatakan bahwa kohesivitas dalam sebuah tim olahraga memiliki pengaruh positif terhadap pencapaian prestasi (performance) tim tersebut. Namun beberapa studi justru menyatakan hal yang bertentangan dengan pernyataan di atas, seperti yang dikemukakan oleh Hardy, Eys, dan Carron (2005) dalam penelitiannya terhadap 105 atlet. Hasil penelitian mereka mengemukakan bahwa tingkat kohesi yang tinggi justru memiliki dampak yang negatif terhadap tim secara keseluruhan, dan terhadap masing-masing anggota tim. Studi-studi seperti inilah yang kemudian menimbulkan keraguan mengenai dampak team cohesion terhadap performa tim. Pada tulisan kali ini, penulis akan menunjukkan bahwa group/team cohesion memiliki pengaruh yang positif bagi performance tim olahraga interaktif (interactive sports). Pertama-tama, penulis akan menjelaskan mengenai batasan olahraga yang dipakai dalam pembahasan kali ini. Kemudian barulah penulis akan menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan team cohesion dan performance, dan selanjutnya akan dijelaskan bagaimana kohesivitas dapat mempengaruhi performance sebuah tim secara positif. Olahraga pada dasarnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu interactive sports dan coactive sports (Cox, 2007). Interactive sports adalah olahraga yang dilakukan secara beregu di mana tingkat interaksi antar anggota tim cenderung tinggi, seperti voli, basket, dan sepakbola. Sedangkan coactive sports adalah olahraga yang dilakukan secara perorangan, atau olahraga di mana tingkat interaksi antar anggota tim cenderung rendah karena tidak dibutuhkan interaksi untuk dapat mencapi kesuksesan tim. Olahraga yang tergolong coactive sports adalah olahraga seperti bowling, memanah, menembak, dan golf. Pada pembahasan kali ini, olahraga dibatasi hanya sampai lingkup interactive sports. Hal ini disebabkan karena kohesivitas berkaitan erat dengan adanya interaksi antar anggota tim, sedangkan pada tingkat interaksi coactive sports cenderung rendah. Matheson, Mathes, dan Murray (1997) menyebutkan bahwa atlet datang dan pergi, menyebabkan pembentukan dan kualitas timnya terus berubah. Hal ini menyebabkan orang bertanya-tanya bagaimana sebuah tim dapat sukses pada suatu waktu dan menjadi kurang sukses pada waktu berikutnya. Selain itu, ada pula tim yang beranggotakan atlet-atlet berkemampuan tinggi namun tidak bisa menampilkan performa yang maksimal, dan justru tim lain yang kemampuannya terbatas mampu memenangkan pertandingan. Penyebab dari mungkinnya terjadi hal-hal tersebut adalah kohesi, salah satu faktor yang seringkali dihubungkan dengan performa tim. Selanjutnya, Carron (1982) mendefinisikan team cohesion sebagai proses dinamis yang ditunjukkan melalui kecenderungan sebuah kelompok untuk tetap bersatu dalam usahanya untuk mencapai goal/tujuan. Selanjutnya, cohesion dibagi ke dalam dua kategori, yaitu task cohesion dan social cohesion. Task cohesion menyatakan kemampuan tim untuk bekerja sama dalam mencapai goal, sedangkan social cohesion menyatakan seberapa dekat hubungan antar anggota tim dan seberapa besar masing-masing anggota tim menikmati keberadaan anggota tim lainnya. Beberapa contoh sifat kohesif adalah rela berkorban demi...
tracking img