Gejala Krisis Ekonomi

Only available on StudyMode
  • Pages : 3 (702 words )
  • Download(s) : 182
  • Published : April 6, 2010
Open Document
Text Preview
Kira-kira setahun yang lalu, saya ingat bahwa pernah mempresentasikan makalah dengan tema uang panas atau hot money. Tepatnya adalah bulan Juni 2007. Hot money adalah istilah untuk pergerakan uang pada instrument investasi jangka pendek. Berbeda dengan investasi sektor riil, investasi hot money bersifat short term. Contoh investasi short term adalah dalam bentuk saham, obligasi, sertifikat bank indonesia dan surat utang negara. Sedangkan contoh investasi riil adalah membangun jalan raya, membangun pabrik, investasi. Makalah yang disajikan memberikan pendekatan perbandingan antara kondisi tahun 1997 dengan tahun 2007. Judul makalah yg dipresentasikan adalah ”Gejala Krisis Ekonomi Jilid Kedua : Potensi dan Ancaman (Belajar dari Sepuluh Tahun Krisis Ekonomi)”. Pada umumnya, saya menyajikan makalah dengan data terbaru. Sehubungan dengan tema yang dibahas adalah tentang hot money, maka banyak data ekonomi yang muncul. Tidak ketinggalan pula grafik dengan pembahasan panjang. Banyak penonton yang saat itu hadir mengira saya adalah mahasiswa fakultas ekonomi. Ternyata salah besar. Saya adalah mahasiswa fakultas teknik. Hahaha….. Kembali lagi yuk ke soal makalah yg tadi. Selama setengah jam saya memaparkan tentang perbandingan antara kondisi 1997 dengan kondisi 2007. Pertamakali saya paparkan bagaimana kronologis krisis ekonomi tahun 1997, dimulai dari Thailand lalu merembet ke Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia dan Korea Selatan. Krisis ekonomi saat itu dimulai dari larinya modal asing, banyaknya investasi jangka pendek dan sektor finansial yang berkembang cepat. Sumber pustaka yang digunakan lebih ke arah bagaimana siklus ekonomi terjadi, yaitu ada kemungkinan terjadi booming dan depresi bahkan kontraksi perekonomian. Perbandingan kondisi dapat dilihat dari produk domestik bruto, pertumbuhan ekonomi, nilai perdagangan dan cadangan devisa. Sebenarnya kronologi mudah, aliran modal keluar menyebabkan neraca pembayaran defisit lalu terjadi depresiasi nilai tukar....
tracking img