Futures Trading: Investasi Atau Judi?

Only available on StudyMode
  • Pages : 5 (1433 words )
  • Download(s) : 394
  • Published : January 29, 2011
Open Document
Text Preview
Ilustrasi kisah nyata, 28 Febuari 2008. Seorang investor awam bernama Kent (nama samaran, demikian juga nama tokoh lainnya) mendapat telepon dari seorang marketing PT. XXX Berjangka yaitu Lane, atas rekomendasi temannya Wayne. Dalam percakapan tersebut, Lane menjelaskan ingin bertemu untuk mensosialisasikan alternatif bisnis perdagangan jenis baru. Sesuai dengan kesepakatan, pertemuan dilakukan di kantor Kent, dan Lane datang bersama atasannya Luthor. Dalam penjelasannya, Luthor memperkenalkan bisnis perdagangan bursa berjangka yang dikatakan mempunyai potensi keuntungan yang cukup bagus. Ketika ditanya tentang risikonya, Luthor menjawab bahwa perusahaannya mempunyai strategi yang cukup bagus, antara lain seperti averaging, switching, hold, cut loss, dan 30% - 70% opportunities. Berdasarkan strategi tersebut dan pengalaman 7 tahunnya sebagai pialang, Luthor meyakinkan bahwa bisnis ini cukup aman. Kent kemudian menjadi semakin tertarik, setelah diceritakan bahwa investasi temannya Wayne selalu mendapat profit dan presentasi menarik yang menjanjikan semua hal yang serba positif. Pada pertemuan berikutnya, Lane dan Luthor langsung menyodorkan agreement yang harus ditanda-tangani seraya melakukan penjelasan sekedarnya tentang isi perjanjian tersebut. Serta-merta, Kent langsung percaya saja dan memparaf berkas-berkas itu, kemudian esok harinya ia dijemput untuk mentransfer uang sejumlah US$ 10,000 ke rekening PT. XXX Berjangka, dan telah menjadi nasabah secara resmi, meskipun sambil memperingatkan agar mereka berhati-hati di dalam mengelola uang tabungan yang awalnya akan digunakan untuk membeli rumah tersebut.

Sebulan telah berlalu, 2 April 2008, Kent mendapat telepon dari Lane yang mengatakan bahwa mereka harus bertemu hari itu juga. Lantas, Lane dan Luthor menjelaskan bahwa account-nya sudah tidak dapat ditransaksikan lagi. Bila ingin tetap dilanjutkan dan kembali modal, Kent harus menambah top-up sebesar US$10,000 lagi. Oleh karena keinginannya untuk mengembalikan modal awal dan janji manis orang marketing, akhirnya Kent setuju untuk menambah uangnya, serta tidak bosan mewanti-wanti agar berhati-hati akan uang tabungan terakhirnya itu. Untuk kedua kalinya, mereka berkata siap dan berkata meyakinkan bahwa bisnisnya akan lebih bagus lagi.

Bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga, pada kesempatan kedua ini, Kent sekalipun tidak pernah mengecap profit dari bisnis ini. Posisi account-nya selalu berada pada posisi floating (transaksi terbuka), dan semakin lama floating-nya semakin besar, sampai akhirnya ia bertanya-tanya sebenarnya planning apa yang sedang dijalankan perusahaan dan mengapa setiap transaksi yang terbuka tidak segera diselesaikan. Di samping itu, pada kondisi account-nya yang semakin kritis, komunikasi dengan pialang tidak terjalin dengan baik, karena mereka sering keluar kantor. Lama kelamaan, Kent menjadi semakin kecewa lalu memaksa untuk mengadakan pertemuan dengan pialang. Pada pertemuan tersebut, Kent mengungkapkan semua kekesalannya, namun dengan tangkas Luthor menjawab dengan bahasa teknis yang sulit dipahami tetapi intinya menjelaskan bahwa pihak pialang tidak akan pernah secara sengaja merugikan account nasabah. Hasil pertemuan itu masih mengecewakan, lalu Kent meminta kepada Luthor untuk dibuatkan sebuah planning dan dikirimkan melalui fax. Namun Keesokan harinya, Luthor menelpon untuk menjelaskan bahwa permintaan itu tidak dapat dipenuhi, karena market selalu bergererak fluktuatif.

Semenjak kejadian itu, komunikasi dengan pialang menjadi semakin sulit. Kent hanya berhubungan dengan Lane untuk menumpahkan segala keluhan dan kekecewaannya. Lane juga terlihat bingung, dan berjanji untuk membantu menyelidiki setiap kejanggalan yang ada, tapi tidak dapat terselesaikan juga. Hingga akhirnya tanggal 21 Mei 2008, Kent mendapat telepon dari Lane yang mengatakan bahwa account-nya sudah tidak dapat bergerak lagi, dan sekali lagi, jika ingin menyelamatkan modalnya, Kent harus menambah top-up sebesar US$20,000...
tracking img