Filsafat Sejarah

Only available on StudyMode
  • Pages: 6 (1454 words)
  • Download(s): 1029
  • Published: December 14, 2010
Read full document →
Text Preview
FILSAFAT SEJARAH DALAM DIALEKTIKA HEGEL

Paper
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Pemikiran Modern
yang dibimbing oleh Bapak Najib Jauhari, S.Pd., M.Hum.

Oleh :
Aldilah hardiana nur izza
308832410473

[pic]

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN SEJARAH
PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH
Oktober, 2010

FILSAFAT SEJARAH DALAM DIALEKTIKA HEGEL

Filsafat sejarah merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian keilmuan filsafat secara umum. Bagian yang berpengaruh dalam memahami dan mengkaji sejarah dari sudut pandang filsafat. Memandang sejarah bukan hanya masa lampau namun juga menjadi unsur perubahan dari masa ke masa. Beberapa tokoh bermunculan dari ranah filsafat sejarah, dan Hegel termasuk di antaranya. Dia merupakan salah satu filsuf ternama yang dihasilkan Jerman sebagai sebuah tempat yang layak bagi lahirnya beberapa filsuf terkenal dan berpengaruh. Di samping Immanuel Kant, Hegel memiliki konsistensi dalam berpikir dan kapabilitas rasio yang mampu menterjemahkan hidup dalam bentuk rumus dialektikanya yang terkenal. Hegel merupakan seseorang yang progresif dalam berpikir dan bertindak, meskipun tidak reaksioner dalam bersikap terhadap realitas. Filsafat Roh yang merupakan karakternya, yang ia akui merupakan sintesa antara pemikiran Fichte dan Schelling di zaman pertumbuhan filsafat idealisme Jerman. Dia cenderung memaknainya sebagai Roh Mutlak atau Idealisme Mutlak. Pandangan mengenai realitas begitu jauh dan meluas. selain pandangannya mengenai pemikiran sebagai sesuatu yang mempengaruhi kehidupan fisik dan material. Dia mempunyai pengaruh yang besar dalam dunia ilmu pengetahuan pada abad ke-19 dalam hal melakukan pembuktian nilai-nilai realitas dengan nalar yang ia terjemahkan dalam bentuk dialektik. Yang kemudian hari tanpa disadarinya menjadi inspirasi Karl Marx dalam menetapkan teori matearisdi dalam tubuh sosialismenya. Konsistensinya dalam melakukan telaah pemikiran atas idea menjadi sebuah kondisi yang menarik untuk dikaji serta menjadi sebuah ilmu tambahan bagi diri sendiri. Dialektika Hegel menjadi sebuah pisau analisis dalam menelaah sejarah secara lebih mendalam serta ilmu pengetahuan secara global. Dialektikanya seolah suatu metode yang mampu memecahkan problem realitas kehidupan.

PEMBAHASAN
Hegel yang berkebangsaan Jerman, hidup dari keluarga yang mapan secara status sosial, serta pola pendidikan keluarga yang baik, terutama ibunya yang mempengaruhi Hegel menjadi filsuf besar. Dia dilahirkan di kota Stuttgart, Jerman pada 27 Agustus 1770. Dia sempat pula mengenyam pendidikan di Gymnasnium Stuttgart, setelah kemudian melanjutkan di Universitas Tubingen. Dalam hidupnya dia curahkan untuk mempelajari dan mengkaji filsafat secara mendalam, dengan banyak membaca artikel, buku-buku dan beberapa pemikir filsafat yang sempat pula mempengaruhinya, seperti Aristoteles, Descartes, dan Immanuel Kant (yang juga sempat ia kritisi), hingga menelurkan beberapa karya yang cukup berpengaruh seperti Phenomenology of Spirit (yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai Phenomenology of Mind, bahasa Jerman Phänomenologie des Geistes) sekilas menggambarkan pemikiran Hegel yang idealisme monistik atau menjelaskan tentang keyakinannya perihal satu pemikiran atau substansi, di sini ia sependapat dengan pemikiran Baruch Spinoza, kemudian Science of Logic, dan beberapa diktat kuliahnya sewaktu mengajardi beberapa perguaruan tinggi. Dalam sebuah pengantar di bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam bahsa Indonesia, Filsafat Sejarah, dinyatakan bahwa Hegel sebenartnya seseorang yang berfikir konkret atas ide-idenya serta pemikirannya, dia juga merupakan filsuf yang reaksioner dan revolusioner. Hegel memang bukan merupakan seorang politikus, namun dialektikanya mampu menjadi inspirasi para politikus dalam melakukan kajian politik dan sosial. Sehingga terkadang menjadi pisau analisis yang akurat dalm memandang realitas. Hegel...
tracking img