Dj in Indonesia

Only available on StudyMode
  • Pages : 7 (2659 words )
  • Download(s) : 107
  • Published : August 24, 2010
Open Document
Text Preview
Mengintip Profesi DJ

Malam itu, di sebuah diskotik …
Di panggung, seseorang membaca dalam hati:
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 1
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 2
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 3
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 4, go! …
Di lantai dansa, orang bergoyang mengikuti irama musik, minum-minum, dan menikmati euphoria musik bervolume tinggi. Di bagian VIP, orang bersantai bersama pasangan atau teman-teman, bahkan mabuk-mabukan. Sesekali terlihat orang yang berburu lawan jenis untuk sekedar one night stand. Mereka terlihat sangat betah di dalamnya. Lalu, siapakah orang yang membaca angka-angka di atas? Hanya satu jawabannya, dia adalah disc jockey yang sedang beraksi. Disc jockey (DJ) identik dengan dunia hiburan malam dan party. Dia diberi mandat oleh diskotik untuk menggabungkan lagu-lagu ke dalam satu paket agar nikmat dilahap. Pada dasarnya ada tiga jenis DJ, yaitu DJ klub, radio, dan mobile. Ketiganya memiliki tugas yang sama, yaitu menghibur khalayak. Dia terikat kontrak dengan diskotik, maka sering pula disebut DJ residen. Tugasnya menggabungkan berbagai macam lagu yang disukai khalayak. Tipe kedua adalah DJ radio. Jenis DJ tersebut sudah tidak asing lagi, kita mengenalnya sebagai penyiar radio. Tugas DJ radio adalah membuat siaran radio tanpa jeda baik menggunakan musik maupun kata-kata atau keduanya. Dia harus mampu melebur dua elemen tersebut agar siarannya bagus. Kemudian ada DJ mobile, ini adalah jenis yang paling umum. DJ mobile sama dengan DJ klub, tapi tak terikat kontrak dengan sebuah diskotik. Biasanya DJ mobile tampil di acara-acara spesial, misalnya di pesta pernikahan, ulang tahun, pesta penghargaan, sampai pameran. Jenis DJ ini terkadang menjadi MC (master of ceremony alias pembawa acara). Kemampuan mixing (menggabungkan) lagu yang baik tanpa jeda merupakan elemen utama yang harus dikuasai DJ klub maupun DJ mobile agar khalayaknya merasa terhibur. DJ klub dan DJ mobile biasa memainkan lagu-lagu dalam bentuk piringan hitam (vinyl) dan atau CD audio. Kota Kembang sendiri memiliki banyak DJ klub, salah satu di antaranya adalah DJ Otuz (32). Nama aslinya adalah Robertus. DJ Otuz sudah menjadi DJ sejak tahun 1992. Bisa dibilang kalau DJ Otuz kini memang merupakan seorang DJ senior. Biar dia adalah seorang DJ senior, ternyata ada juga pendahulunya. Salah satunya ialah DJ AJ yang menjadi DJ sejak tahun 1986. Dia merupakan mantan penyiar radio Prambors Jakarta. Nama aslinya adalah Ade Jeffrey (42). Nama AJ dipilihnya karena mudah diingat orang. Field of experience yang sudah didapatkannya merupakan salah satu nilai tambah baginya. Karir AJ sebagai DJ lahir berkat pertemanannya dengan seorang DJ klub di Jakarta. Awalnya, DJ AJ ditawari belajar mixing (menggabungkan) lagu di sebuah klub karena peralatan DJ dan klub tersebut tidak dipakai pada siang hari. Dia pun belajar otodidak di siang hari, lalu tampil malamnya, juga di tempat tersebut, tepatnya di Studio 5, Jakarta. Menurut DJ AJ, menyukai musik adalah alasannya menjadi DJ. DJ Otuz punya alasan lain, yaitu gaji yang selalu ada tiap bulannya. Ya, uang lagi, uang lagi. Selain itu, alasan lain yang diberikan DJ Otuz adalah bisa melihat kerumunan mulai dari nol, bertambah, penuh, antiklimaks, sampai nol lagi saat tampil. DJ Otuz yang sempat punya impian bisa beraksi sebagai sambil menari ini pernah belajar di dua tempat, yaitu Bandung DJ School dan Studio Nine. DJ Otuz merupakan DJ residen (tetap) di Studio East Discotheque, Tropicana Café, dan Caesar Palace. Semuanya ada di Bandung dan selalu penuh pengunjung serta dimiliki satu perusahaan saja. Konglomerasi juga ada di dunia hiburan malam. Sebagai DJ residen yang main bergiliran di tiga tempat tersebut, dia harus bermain 26 kali dalam sebulannya. Sepertinya hidup sangat mudah, cukup dengan memutar piringan hitam atau CD audio setiap malam bisa menghasilkan uang untuk biaya keperluan sehari-hari. Hal ini seharusnya memunculkan...
tracking img