Ctu Konsep Manusia Ekonomi

Only available on StudyMode
  • Pages : 17 (4700 words )
  • Download(s) : 854
  • Published : August 8, 2010
Open Document
Text Preview
Konsep Manusia Ekonomi: Perspektif Konvensional vs Syariah
Diposting oleh admin pada 06 Jun 2010 21:13:26 WIB
Kategori: Artikel - dibaca 264 kali
(Kali ini penulis akan membandingkan sudut pandang psikologi-konsep manusia ekononomi, mengikut ekonomi konvensional dengan ekonomi Islami, berdasarkan buku The Future of Economics: An Islamic Perspective by Umer Chapra)

Ketika wahyu dianggap tidak mempunyai pengaruh dalam proses penentuan "benar vs salah"; "disukai vs tak disukai"; "adil vs tidak adil"; maka sebagai konsekuensinya (ekonomi konvensional) keudian HARUS mencari cara-cara lain untuk menentukannya (sebagai alternative-nya ). Pendekatan "utilitarianisme hedonis" adalah salah satu yang dianjurkan sebagai alternative tersebut. Ketika alternative ini dipakai, maka kemudian benar dan salah akan ditentukan atas dasar pengiraan kriteria "kesenangan" (sebagai kebenaran) dan "kesusahan" (sebagai kesalahan). Pendekatan ini akan membuka jalan pada pengenalan falsafah-falsafah, yakni sosial Darwinisme, Materialisme dan Determinisme. Pertanyannya, adakah yang salah dengan hal ini? *

Falsafah sosial Darwinisme adalah kepanjangan tangan dari prinsip-prinsip kelangsungan hidup bagi yang lebih baik dan pemilihan alam Darwinisme kepada tatanan masyarakat.Penerapan falsafah tersebut "dengan kurang hati-hati" sebenarnya akan membawa kecenderungan pada pen-sah-an konsep "kekuatan adalah kebenaran" secara terselubung dalam tatanan hubungan kemanusiaan. Sehingga hal ini membawa implikasi bahawa kaum miskin dan tertindas adalah pihak yang salah dan patut disalahkan, kerana kemiskinan dan kesengsaraan yang menimpa diri mereka sendiri (ialah kerana mereka kesalahan sendiri sehingga tidak punya daya saing by karenaya patut dengan sendirinya untuk terkalahkan dalam pemilihan alam). Lebih jauh lagi, kaum miskin seharusnya tidak dibantu, kerana jika dibantu, hal ini adalah tindakan melawan mekanisme seleksi alam Darwinisme itu sendiri dan melambatkan proses evolusi socsal masyarakat. Konsep inilah yang kemudian membuat kaum kaya dan penguasa lebih bisa "menenangkan" suara hati nurani mereka dan merasa "tidak bersalah" dari tanggung jawab sosial dan moral untuk menghilangkan ketidakseimbangan dan ketidakadilan dalam sistem yang ada. Kesimpulannya, biarkan saja kaum miskin tambah miskin dan makin tertinggal, atau bahkan mati sekalipun; dan sama sekali jangan dibantu; kerana seperti inilah alam ini bekerja, yakni mempertahanan hidup bagi mereka yang lebih kuat atau terkuat sahaja (dalam andaian Darwinisme mereka).KAPITALISME *

Falsafah Materialisme cenderung untuk meningkatkan kekayaan, kesenangan dan semua kenikmatan fizikal (lahiriah) sebagai tujuan dari usaha manusia. Hal inilah yang menjadi asas budaya konsumerisme pada zaman ini, yang cenderung selalu meningkatkan cara pengambilan masyarakat dan menggandakan tingkat "kerakusan" masyarakat untuk mengkonsumsi di atas kemampuan sumber daya yang dimiliki. Dengan merujuk kepada etos budaya di atas, proporsi ilmu ekonomi konvensional yang tidak controversial adalah bahawa jumlah besar yang beraneka ragam tentu lebih baik daripada kekurangan, dan hal ini akan meningkatkan pengeluaran, memperbanyak harta kekayaan, dan meningkatkankonsumsi barang-barang keperluan asas. Menjadi sesuatu yang tidak dikehendaki apabila masyarakat harus mengorbankan tujuan-tujuan materi mereka demi mengurangkan kos-kos bukan-ekonomi (seperti kegiatan amal sosial, pemuliharaan persekitaran, dll) demi produksi dan konsumsi yang lebih besar dan selanjutnya me-realisasi-kan keadilan dan keharmonian social dan masyarakat. Eksploitasi *

Falsafah Determinisme membawa implikasi bahawa manusia mempunyai kawalan yang lemah terhadap pola tingkah laku mereka. Malahan, tindakan-tindakan yang dilakukan manusia dianggap sebagai mekanikal dan respon atas automatik terhadap rangsangan luaran sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan haiwan (Watson dan Skinner), mental bawah sadar manusia menunjukkan jauh di atas kawalan individu...
tracking img