Crocs Inc Operations Strategy

Only available on StudyMode
  • Pages : 16 (3794 words )
  • Download(s) : 706
  • Published : December 11, 2010
Open Document
Text Preview
OPERaTIONS MANAGEMENT|
Crocs Inc. Operations Strategy & Supply Chain Management| A Case Study|
|
MM UGM AP8 Surabaya|
11/28/2010|

Alindi Palestina – 14418 Febriandita Kusuma – 14428 Nur Endah W – 14440 Rahadi Hendrastono – 14444 Santi Widyaningrum – 14448 Wahyu A.Irawan - 14450 |

Daftar Isi
I.LATAR BELAKANG4
II.SEJARAH PERUSAHAAN4
III.PRODUK-PRODUK CROCS5
IV.PROSES PRODUKSI CROCS6
V.ANALISA BISNIS6
VI.STRATEGI OPERASIONAL CROCS - Differentiation, Lower Cost dan Responsiveness Terhadap Pasar8 VII.MANAJEMEN SUPPLY CHAIN CROCS10
Fase-Fase Pengembangan Supply Chain di CROCS11
VIII. MASALAH YANG DIHADAPI CROCS14
IX.ANALISA MASALAH16
X.REKOMENDASI SOLUSI & KESIMPULAN16
a.Rekomendasi Solusi16
b.Kesimpulan16
XI.REFERENSI17

Crocs Inc. Operations Strategy and Supply Chain Management
A Case Study

RANGKUMAN

Crocs Inc. menerapkan strategi operasi yang kreatif dan inovatif pada pasar yang sudah alas kaki yang sudah “mature” sehingga mamp menjadi sebuah perusahaan alas kaki dengan tingkat pertumbuhan tercepat didunia mulai saat didirikannya pada tahun 2002. Crocs berhasil menerapkan Eliminate-Reduce-Raise-Create untuk mencapai strategi biaya yang lebih murah. Crocs mencapai differensiasi dengan menciptakan produk alas kaki yang fungsional, fashionable dan nyaman bagi konsumen. Responsiveness dilakukan dengan menerapkan global strategy supply chain mencakup bidang pemasaran secara in house marketing dan produksi yang terstandardisasi baik bahan maupun prosesnya. Strategi global supply chain Crocs bertujuan untuk memberikan respons yang cepat guna memenuhi ketepatan dalam memenuhi selera pasar terkait trend alas kaki; ketepatan waktu dalam memenuhi permintaan akan produk Crocs dan ketepatan kuantitas dalam memenuhi permintaan akan produk Crocs. Strategy global supply chain Crocs diterapkan melalui 3 tahap yaitu 1.Fase pengambil alihan proses produksi; 2.Fase produksi global dengan kontrak manufaktur; 3. In-house global supply chain dengan melakukan vertikal integration. Setelah penerapan strategy in-house global supply chain, mulai tahun 2007 Crocs mengalami beberapa masalah antar lain peninggkatan nilai asset dan peningkatan nilai inventory yang cukup signifikan dan penurunan net income pada tahun 2008. Hal tersebut disebabkan karena konsolidasi asset dari kontrak manufaktur menyebabkan tingginya nilai asset perusahaan dan mengakibatkan kapasitas mesin yang tidak terpakai. Adanya “bullwhip’ efek pada permintaan produk Crocs mulai dari sales representative sampai ke tingkat supplier bahan mentah menyebabkan tingginya nilai inventory total perusahaan. Paper ini merekomendasikan 1.Penerapan “pull planning” dimana perencanaan proses produksi berdasarkan data aktual penjualan dapat dilakukan untuk menghindari “bullwhip” efek dan meminimalkan inventori perusahaan; 2. Mengembalikan tingkat fleksibilitas dan menurunkan nilai asset dengan kembali pada strategi kontrak manufacturing.

I. LATAR BELAKANG

Crocs Inc. adalah sebuah Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan tercepat di dunia. Perusahaan ini bergerak dalam bidang desain dan manufaktur produk alas kaki untuk semua kelompok usia dengan menggunakan merek “Crocs”. Saat ini, produk Crocs telah dijual di lebih dari 100 negara di dunia.

Crocs mengkombinasikan antara kenyamanan,fungsi dan keceriaan dengan menggunakan bahan busa resin, sebuah polimer plastik ethylene vinyl acetate. Penggunaan material ini, membuat sepatu menjadi ringan, empuk dan nyaman menyesuaikan bentuk kaki. Inovasi material yang diusung oleh Crocs, serta design dan warna yang cerah mendongkrak popularitas Crocs, khususnya di kalangan masyarakat yang mengutamakan kenyamanan, yang terlihat dari pertumbuhan pendapatan yang meningkat pesat dari USD 1,2 juta di tahun awal berdiri hingga menjadi...
tracking img