Corporate Social Responsibility, Starbuck Cofffe

Only available on StudyMode
  • Pages : 12 (2896 words )
  • Download(s) : 186
  • Published : September 26, 2010
Open Document
Text Preview
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (Menganalisa Kinerja CSR Starbucks Corporation)

PENDAHULUAN Kekuasaan dan pengaruh perusahaan raksasa atau korporasi di dalam kehidupan masyarakat yang semakin kokoh di era globalisasi merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Dengan kekuatan itu, dampak positif maupun negatifnya pun sangat besar. Tidak ada yang menyangkal bahwa korporasi telah memberikan sumbangan bagi kemajuan ekonomi, peningkatan sumberdaya manusia dan sebagainya. Namun, dampak negatif aktivitasnya juga berskala yang sama. Kerusakan lingkungan, proses pemiskinan dan marginalisasi kelompok masyarakat rentan, kian lebarnya kesenjangan ekonomi serta pengaruhnya terhadap proses politik yang tidak demokratis di berbagai jenjang pemerintahan hanyalah sebagian dari dampak negatif itu. Kritik serta usulan solusi telah diajukan untuk menangani dampak negatif tersebut. Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebagian langkah solusi yang sudah dipraktikkan secara global pada 20 tahun terakhir ini, dengan berbagai tingkatan kinerja. CSR merupakan konsep yang luwes dan terus berkembang karena merupakan tuntutan normatif dari seluruh pemangku kepentingan. Terdapat dua sudut pandang dalam melihat CSR. Yang pertama adalah sudut pandang positif, dimana menurut sudut pandang ini, adalah wajar jika akibat perbuatan baik yang dilakukannya, revenue perusahaan bertambah. Logika dibalik sudut pandang pertama adalah bahwa perusahaan yang ingin berbuat baik dan mendeklarasikannya secara terbuka, akan menjadi sorotan publik. Sorotan itu akan membuat perusahaan menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak. Kebiasaan baik tersebut akan meningkatkan kinerja perusahaan dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan perusahaan. “Companies that are publicly proclaim their desire to be a positive force in community will also be more likely to face continued public scrutiny and this will in turn provide a further incentive to avoid wrongdoing (Stoll 2002)”. Jika citra perusahaan tersebut di mata masyarakat menjadi lebih baik dan karena itu dalam jangka panjang perusahaan

1

mendapatkan keuntungan yang lebih baik lagi, hal itu hanya merupakan dampak dari perbuatan baik yang dilakukannya. Sudut pandang kedua, adalah sudut pandang negatif, dimana menurut pandangan ini, motivasi suatu perusahaan dalam berbuat baik adalah untuk memaksimalkan keuntungan. Banyak perusahaan yang dimata masyarakat memiliki reputasi CSR yang baik, ternyata tidak menjalankan etika bisnis yang baik dalam beroperasi. Sehingga sepertinya kebijakan CSR perusahaan tidak tulus dan hanyalah sekedar trik pemasaran. Perusahaan akan selalu berpikir mengenai keuntungan apa yang bisa di dapat jika misalnya, perusahaan memperlakukan konsumennya dengan baik, atau jika produk yang dijual tidak dicobakan kepada binatang, atau hal-hal lain yang hampir sama. Jika tidak ada keuntungan yang didapat, kecil kemungkinan perusahaan akan melakukan hal tersebut dengan sukarela. Pada awal perkembangannya, bentuk CSR yang paling umum adalah pemberian bantuan terhadap organisasi-organisasi lokal dan masyarakat miskin di negara-negara berkembang. Pendekatan CSR yang berdasarkan motivasi karitatif dan kemanusiaan ini pada umumnya dilakukan secara ad-hoc, partial, dan tidak melembaga. CSR pada tataran ini hanya sekadar do good dan to look good, berbuat baik agar terlihat baik. Perusahaan yang melakukannya termasuk dalam kategori ”perusahaan impresif”, yang lebih mementingkan ”tebar pesona” (promosi) ketimbang ”tebar karya” (pemberdayaan) (Suharto, 2008). Walhasil, alih-alih memberdayakan masyarakat, CSR malah berubah menjadi Candu (menimbulkan ketergantungan pada masyarakat), Sandera (menjadi alat masyarakat memeras perusahaan) dan Racun (merusak perusahaan dan masyarakat) (Suharto, 2008). Akan menarik untuk memperhatikan dan menganalisa tindakan-tindakan CSR yang dilakukan oleh perusahaan, untuk kemudian mengambil kesimpulan apakah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dapat dikatakan...
tracking img