Citraariany

Only available on StudyMode
  • Pages : 21 (4782 words )
  • Download(s) : 409
  • Published : October 13, 2010
Open Document
Text Preview
Tugas Final


Pengembalian Atas
Investasi Modal







 

DI
SUSUN
OLEH
:
KELOMPOK
III



1. Yusdiman

 
 :
P1700209008

2. Abdullah

 
 :
P1700209012

3. Semuel
Batlajery

 :
P1700209020

4. Nataniel
Papalangi
 :P1700209022

5. Maryam

 
 :
P1700209032

6. Citra
Ariany
 
 :P1700209046




Program
Pasca
Sarjana
Manajemen
Keuangan

Universitas
Hasanuddin

2010


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Analisis laporan keuangan melibatkan penilaian baik resiko maupun pengembalian. Istilah “pengembalian atas investasi modal” atau “modal yang diinvestasikan” ( return on invested capital) mengacu pada laba perusahaan relatif terhadap tingkat dan sumber pendanaan. Angka ini merupakan ukuran keberhasilan perusahaan dalam penggunaan dana untuk menghasilkan keuntungan. Juga merupakan ukuran yang baik atas resiko solvabilitas perusahaan. Bagaimana menjelaskan keragaman dalam ukuran pengembalian atas investasi modal dan interpretasinya. Bagaimana memisahkan pengembalian atas investasi modal menjadi berbagai komponen untuk pemahaman mendalam atas kenerja dan operasi perusahaan masa depan. Bagaimana peranan laverage keuangan dan arti pentingnya untuk analis pengembalian, dan beberapa teknik analisis dengan menggunakan data laporan keuangan.

B. PERMASALAHAN
1. Bagaimana menganalisis pengembalian atas aktiva (return on assets – ROA) dan relevansinya terhadap analisis.
2. Bagaimana menganalisis pengembalian atas ekuitas pemegang saham biasa (return on common equity - ROCE) dan peranannya dalam analisis. 3. Bagaimana peranan laverage keuangan dan bagaimana menilai keberhasilan perusahaan dalam memperdagangkan ekuitas atara berbagai sumber pendanaan.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pentingnya Pengembalian atas Investasi Modal
Kinerja perusahaan dapat dianalisis dengan berbagai cara. Pendapatan (revenue), laba kotor (gross profit), dan laba bersih ( net income) merupakan ukuran kinerja yang biasa digunakan. Namun tidak satupun dari ukuran-ukuran ini yang dapat digunakan secara terpisah sebagai ukuran kinerja perusahaan yang komprehensif. Penyebabnya adalah saling keterkaitan antar-ukuran ini dan keterkaitan antar- aktivitas usaha. Misalnya, peningkatan pendapatan hanya diinginkan jika dapat meningkatkan laba. Hal yang sama juga berlaku untuk peningkatan volume penjualan. Untuk menilai laba kotor atau laba bersih kita harus mengkaikannya dengan investasi modal. Misalnya, keuntungan sebesar $ 1 juta akan dinilai berbeda jika investasi modal suatu perusahaan berjumlah sebesar $ 2 juta atau $ 200 juta. Analisis kinerja perusahaan membutuhkan analisis bersama, dimana kita dapat menialai suatu ukuran relatif terhadap ukuran lainnya. Hubungan antara laba dengan investasi modal, yang disebut pengembalian atas investasi modal atau pengembalian atas investasi (return on investment – ROI), merupakan ukuran kinerja perusahaan yang diakui secara luas. Dengan ROI kita dapat membandingkan keberhasilan perusahaan atas pengelolaan investasi modal. Ukuran ini juga memungkinkan kita untuk menilai pengembalian perusahaan relatif terhadap resiko investasi modal serta membandingkan pengembalian atas investasi modal dengan pengembalian investasi alternatif. Obligasi pemerintah memberikan pengembalian minimum karena resikonya yang rendah. Investasi yang lebih beresiko diharapkan dapat mengasilkan pengembalian yang lebih tringgi. Analisis pengembalian atas investasi modal membandingkan laba perusahaan, atau ukuran kinerja lainnya, terhadap tingkat dan sumber pendanaan perusahaan. Analisis ini menentukan kemampuan perusahaan untuk meraih keberhasilan, memperoleh pendanaan, membayar kreditur, dan memberikan imbalan kepada pemilik. Pengembalian atas investasi modal digunakan dalam berbagai area dalam analisis termasuk: (1) efektivitas manajer, (2) tingkat profitabilitas, (3) peramalan laba, (4) perencanaan dan pengendalian....
tracking img