Campina Marketing Plan Indonesia

Only available on StudyMode
  • Pages : 6 (1356 words )
  • Download(s) : 1841
  • Published : November 23, 2010
Open Document
Text Preview
KASUS PEMASARAN

BAGAIMANA MEMPERKUAT BRAND EQUITY CAMPINA TERHADAP PASAR REMAJA DAN ANAK MUDA ? Sekilas tentang pasar es krim di Indonesia Es krim adalah makanan selingan yang selalu menarik setiap orang, khususnya untuk anakanak dan para remaja. Di negara-negara barat, es krim merupakan makanan tambahan yang sangat populer dikonsumsi oleh segala lapisan usia. Menurut sejarahnya, es krim pertama kali ditemukan di China dan dibawa ke Eropa oleh Marcopolo, seorang penjelajah ternama di abad pertengahan. Secara komersial es krim menjadi lebih luas pemasarannya sejak ditemukannya freezer di tahun 1851 di AS. Saat ini tingkat konsumsi es krim di dunia paling tinggi adalah di AS dan Australia. Sedangkan di Indonesia tingkat konsumsi es krim adalah paling rendah di kawasan Asia Tenggara, dua pertiga lebih rendah daripada tingkat konsumsi di negara-negara jiran. Di Indonesia ada beberapa hal yang menyebabkan perkembangan tingkat konsumsi es krim belum setinggi di negara tetangga, antara lain es krim masih dianggap berperan dalam meningkatkan kegemukan, dan dianggap berperan menyebabkan sakit batuk dan pilek. Juga infrastruktur logistik dan penyediaan daya listrik yang masih terbatas menyebabkan tingkat konsumsi es krim belum setinggi di negara lain. Namun dengan jumlah penduduk yang sedemikian besar maka Indonesia tetap dipandang salah pasar potensial es krim di dunia ini, sehingga pemain es krim masih berminat melakukan investasi kapasitas produksi dan pemasaran disini. Sejarah kehadiran bisnis es krim di Indonesia dimulai sejak jaman penjajahan Belanda , dimana saat ini peninggalannya yang masih eksis berupa toko-toko es krim “oldies” seperti toko es krim Ragusa (Jakarta), toko Tip Top (Medan), Toko Oen (Malang), toko es krim Zangrandi (Surabaya) toko Rassa (Bandung). Pembuatan es krim secara manufaktur baru dimulai sejak awal tahun 1970-an dengan adanya es krim Flipper, Woody, Greyhound, Peters, Diamond, dan Campina yang berskala nasional. Dari semua merek lokal tersebut yang sampai hari ini masih eksis adalah Diamond dan Campina. Pada umumnya pemain lokal tersebut tidak terlalu agresif dalam membangun merek denagn menggunakan channel komunikasi yang ada. Sejak tahun 1992 dimulailah era baru persaingan bisnis es krim dengan hadirnya Wall’s Ice Cream yang diproduksi oleh PT Unilever Indonesia (ULI). Seperti biasa maka ULI menggunakan sumber daya nya yang kuat untuk membangun merek secara massive, termasuk memperkenalkan pemasaran es krim menggunakan penjaja keliling (hawker) yang dimerchadise sedemikian rupa. Pasar es krim pun menggeliat dan membesar, sehingga kompetisi semakin bergairah. Di tahun 1997 Indolakto group bekerja sama dengan Meiji Ice Cream dari Jepang membuka investasi baru dengan dagang Indoeskrim Meiji. Disusul dengan kehadiran Nestle Ice Cream yang sempat hadir antara tahun 2003 sd 2006 diimpor dari Malaysia. Kini pasar es krim di Indonesia kian berkembang dengan segmen masing-masing, seperti untuk segmen menengah ke atas (Baskin Robbins, Hagen Daaz etc.) segmen menengah (Wall’s, Campina, Diamond etc.) dan segmen baru seperti Gelato Ice Cream, Cold Stone, Cream & Fudge, termasuk juga frozen yoghurt (Sour Sally, Heavenly Blush) jika frozen yoghurt dapat dikategorikan sebagai frozen dessert.

Segmentasi Es Krim menurut Jenis Produk Secara produknya es krim terbagi dalam dua kategori besar, yang disebut es krim Out-ofHome (Impulse) dan es krim In-Home (Take Home). Es krim impulse umumnya dijual dalam bentuk satuan untuk dimakan di tempat, umumnya dijual di freezer toko-toko eceran dan minimarket. Bentuk bisa es krim Cone, Cup, Stick, atau Bar. Sementara es krim Take Home dijual dalam bentuk tubs 350 ml, 800 ml, 2 liter, 5 liter, sd 8 liter. Selain itu ada bentuk es krim yang disebut dessert ice cream, yakni es krim siap saji tinggal dipotong-potong, seperti mini ice cream cake dan ice cream cake.

Sejarah Singkat Es Krim Campina Es Krim Campina berdiri pada tanggal 22 Juli 1972 dengan badan hukum CV Pranoto...
tracking img