Budidaya Stroberi

Only available on StudyMode
  • Pages : 11 (2710 words )
  • Download(s) : 992
  • Published : July 13, 2010
Open Document
Text Preview
BUDIDAYA
STROBERI

OLEH:
NUR ANNISA
XI IPA 4

1.Sejarah Stroberi

Stroberi (Fragaria chiloensis) ditemukan pertama kali di daerah pegunungan Chili, Amerika Latin. Tanaman stroberi telah dikenal sejak zaman Romawi, tetapi bukan jenis yang dikenal saat ini. Stroberi yang dibudidayakan sekarang disebut sebagai stroberi modern (komersial) dengan nama ilmiah Fragaria x ananassa var duchesne. Stroberi ini adalah hasil persilangan antara Fragaria virginiana L. var duschene dari Amerika Utara dengan Fragaria chiloensis L. var duschene dari Chili. Persilangan ini dilakukan pada tahun 1750 dan menghasilkan jenis stroberi dengan buah yang berukuran besar, harum, dan manis. Salah satu spesies stroberi, Fragaria chiloensis L. telah menyebar ke berbagai negara di Amerika, Eropa, dan Asia. Sementara itu, spesies F. vesca L. menyebar lebih luas dibandingkan dengan spesies lainnya. Jenis strober ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia.

2.Klasifikasi Stroberi

Berdasarkan hasil identifikasi tumbuhan, tanaman stroberi dapat diklasifikasi sebagai berikut. Divisi: Spermatophyta
Subdivisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Famili: Rosaceae
Genus: Fragaria
Spesies: Fragaria sp.
Berikut ini ciri masing-masing bagian tanaman stroberi.
1.Batang Utama
Batang utama tanaman stroberi sangat pendek, bertekstur lunak, dan tidak berkayu. Internode sangat pendek sehingga jarak daun yang satu dengan yang lainnya sangat rapat. Batang utama dan daun tersusun rapat tersebut disebut crown. Ukuran crown berbeda-beda, tergantung dari umur, tingkat perkembangan tanaman, kultivar, dan kondisi lingkungan pertumbuhan.

2.Daun
Daun stroberi berupa daun majemuk trifoliat atau terdiri dari satu daun dan tiga anak daun dengan tepi bergerigi. Permukaan atas berbulu halus berwarna hijau atau hijau tua. Permukaan bawah berwarna hijau keabu-abuan dan memiliki 300-400 stomata per mm2. Artinya tanaman ini sangat mudah kekurangan air karena tingginya laju transpirasi pada saat udara panas. Dalam masa pertumbuhan vegetatif, meristem apikal membentuk daun-daun baru setiap 8-12 hari pada suhu rata-rata 22oC. Daunnya dapat bertahan selama 1- 3 bulan, kemudian kering.

3.Akar
Tanaman stroberi dewasa umumnya mempunyai 20-35 akar primer dengan panjang akar sekitar 40 cm. Akar primer dapat bertahan lebih dari satu tahun. Akar-akar baru yang menggantikan akar primer tumbuh dari ruas yang paling dekat dengan akar primer.

4.Bunga
Bunga stroberi memiliki lima kelopak bunga (sepal), lima daun mahkota (petal), 20-35 benang sari (stamen), dan ratusan putik (pistil) yang menempel dengan pola melingkar di dasar bunga (reseptakel). Bunga terletak di malai (inflouresen) di ujung tanaman. Normalnya infloursen mempunyai 1 bunga primer, 2 sekunder, 4 tersier, 8 kuartener, dan 16 kuiner. Penyerbukan dapat terjadi dengan bantuan gravitasi, embusan angin, atau serangga. Lebah madu diketahui dapat memproduksi buah stroberi.

5.Stolon
Stolon adalah batang yang tumbuh horizontal sepanjang permukaan tanah. Pada stolon terdapat ruas-ruas yang dapat mencapai 30 cm. Pada ruas terdapat tunas atau puncak aksilar yang dilindungi oleh bractae. Anakan ini akan membentuk akar pada saat pucuk membentuk daun trifoliate.

6.Buah
Buah stroberi berwarna merah. Buah yang biasa dikenal adalah buah semu yang sebenarnya merupakan receptacle yang membesar. Struktur buah keras ini disebut achene. Ukuran stroberi ditentukan oleh jumlah buah achene yang terbentuk. Penyerbukan yang tidak merata dapat menyebabkan bentuk buah menjadi kurang sempurna.

3.Manfaat Stroberi

Bagian yang dapat dimakan dari buah stroberi mencapai 96%. Selain mengandung berbagai vitamin dan mineral, biji (achene) dan daun stroberi mengandung ellagic acid (asam elegat), yakni suatu senyawa fenol yang bermanfaat sebagai penghambat dan pencegah pertumbuhan sel kanker....
tracking img