Barito Pacific

Only available on StudyMode
  • Pages : 11 (2474 words )
  • Download(s) : 1009
  • Published : January 27, 2010
Open Document
Text Preview
PT BARITO PACIFIC TBK: TRANSFORMASI BISNIS

1. Profil Perusahaan (Company Profile)

PT. Barito Pacific Tbk berdiri pada tahun 1979 dengan nama PT. Bumi Raya Pura Mas Kalimantan yang bergerak dalam industri kayu. PT Barito Pacific Tbk merupakan perusahaan pertama dan salah satu perusahaan yang berhasil mempertahankan HTI (Hutan Taman Industri). Pada tahun 1993, perusahaan mencatatkan penjualan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang kedua pasar modal itu bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia) dengan kode ”BRPT”, di mana hasilnya digunakan untuk memperluas bisnis industri kehutanan dan menjaga kelangsungan pasokan bahan baku bagi pabrik pengolahan kayu.[1]

Perseroan yang berdomisili di Banjarmasin ini mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1983 dan memiliki pabrik yang berlokasi di Jelapat (Banjarmasin) dan memiliki kantor di Jakarta yang beralamat di Wisma Barito Pacific, Jl. Letjen S. Parman Kav.62-63. Loeki Sundjaja Putera, sebagai Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk. sejak Desember 2007, bergabung dengan Grup Barito Pacific pada tahun 1998 dan pada tahun 2002 diangkat sebagai Presiden Direktur PT Chandra Asri. Tahun 2008, Beliau membawahi karyawan PT Barito Pacific Tbk sebesar 2.060 orang.[2] Sementara itu, yang menjabat sebagai Komisaris Utama adalah Prajogo Pangestu, seorang pengusaha kayu Indonesia yang sudah lama berkecimpung di industri perkayuan dan peraih peringkat ke-20 sebagai orang terkaya Indonesia di tahun 2007 versi Majalah Forbes dengan nilai kekayaan US$200 juta.[3]

Perusahaan mengubah nama dari PT Bumi Raya Pura Mas Kalimantan menjadi PT Barito Pacific Timber Tbk. pada tahun 1996 dan melanjutkan usaha dalam industri perkayuan dan secara konsisten menghasilkan produk berkualitas tinggi yang ramah lingkungan. Pada akhir tahun 90-an, industri perkayuan mengalami masa yang sulit dan diikuti dengan krisis keuangan membuat PT Barito Pacific Tbk. harus menutup 2 (dua) perusahaannya antara tahun 2004-2007. Meskipun begitu, PT Barito Pacific Tbk. tetap mengekspor Ply Wood, Particle Boards, and Blackboards hingga hari ini dari 2 (dua) pabriknya yang beroperasi di Kalimantan Selatan dan Maluku Utara.

Berawal dari sebuah perencanaan dan persiapan yang matang sejak beberapa tahun silam, transformasi Barito Pacific Timber Group menjadi sebuah perusahaan sumber daya yang terdiversifikasi menjadi tonggak sejarah perseroan yang penting pada tahun 2007. Transformasi ini dimulai dengan perampingan bisnis di sektor industri kehutanan. Meskipun demikian, saat ini perseroan masih merupakan eksportir andalan serangkaian produk blockboards, particle boards, dan produk kayu olahan lainnya. Salah satu keputusan kunci dalam upaya transformasi ini adalah perubahan nama perusahaan, identitas dan warna dari PT Barito Pacific Timber Tbk. menjadi PT Barito Pacific Tbk. pada tanggal 29 Agustus 2007. Perseroan memutuskan untuk tidak lagi menggunakan kata “Timber” agar merefleksikan diversifikasi lini usaha Barito saat ini dan juga pertumbuhannya di masa depan.

Pada 13 Desember 2007 perusahaan mengakuisisi PT Chandra Asri yang merupakan perusahaan kimia. PT Barito Pacific menjadi pemegang saham mayoritas pengendali dengan andil sebesar 70% pada satu-satunya produsen olefin di Indonesia. Dengan akuisisi ini perusahaan telah mencapai target paling penting yang telah ditetapkan oleh manajemen yang juga telah disetujui oleh Dewan Komisaris di tahun 2007. Dengan masuknya PT Chandra Asri memberikan PT Barito Pacific Tbk. sebuah basis yang strategis untuk melakukan pengembangan bisnis minyak dan gas ke arah hilir, sementara perusahaan juga terus mencari peluang untuk turut andil di dalam sektor usaha sumber daya energi di masa depan.

Mulai saat ini, perseroan bergerak dalam bidang usaha yang semakin luas yaitu kehutanan, petrokimia dan properti, perdagangan, dan akan mengembangkan sejumlah lini usaha seperti, perkebunan,...
tracking img