Analisis Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Keterlibatan Kerja Terhadap Hubungan Antara Etika Kerja Islam Dg Sikap Perubahan Organisasi

Only available on StudyMode
  • Pages : 27 (7066 words )
  • Download(s) : 174
  • Published : April 12, 2011
Open Document
Text Preview
ANALISIS PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN KETERLIBATAN KERJA TERHADAP HUBUNGAN ANTARA ETIKA KERJA ISLAM DENGAN SIKAP PERUBAHAN ORGANISASI Sri Anik1 & Arifuddin2 Abstract
This study examines the effect of Organizational Commitment and Job Involvement on the relationship between The Islamic Work Ethics and Organizational Change Attitude. The result of the study supports the hypothese that the Islamic Work Ethic relates to the Organizational Commitment and the Islamic Work Ethic related to the Organizational Change Attitude. In addition Job Involvement and the Organizational Commitment mediated the relationship between the Islamic Work Ethics and the Organizational Change Attitude whereas the result doesn’t support the previous studies. The insignificant result was caused the Islamic Work Ethics universality which consists of honesty, merits, truth, shameful, self holiness, affection, simplicity and thrifty (Qana”ah/Zuhud) Key Words: Islamic Work Ethics, Organizational Commitment, Job Involvement and Organizational Change Attitude.

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Caplow (1983) dalam Yousef (2000) menegaskan bahwa setiap organisasi harus memberikan apa yang diminta oleh lingkungan, dan pemintaan tersebut bervariasi seiring dengan perubahan lingkungan. Manajemen disetiap organisasi memasukkan perubahan organisasi; seperti memodifikasi struktur organisasi, tujuan organisasi, teknologi, serta penugasan dimana kesemuanya adalah alat menghadapi lingkungan yang selalu berubah. Menurut Hopwood (1987), akuntansi melalui arahan dan pengaruh dari lingkungan organisasi juga mengalami perubahan yaitu pembaharuan dan perbaikan organisasi; tugas-tugas keorganisasian; struktur, strategi, pendekatan terhadap kerja, teknologi dan praktek terfragmentasi; serta konflik sosial didalam organisasi. Sementara itu menurut Birnberg dan Shield (1989), organisasi merupakan aktor tunggal yang mengolah informasi yang lengkap, dimana teori keperilakuan menganggap perusahaan adalah kerja sama antara para manajer dan 1 2

Universitas Islam Sultan Agung Semarang Universitas Hasanuddin Makasar

JAAI VOLUME 7 NO. 2, DESEMBER 2003

159

ISSN: 1410 – 2420

Sri Anik & Arifuddin, Analisis Pengaruh Komitmen Organisasi dan Keterlibatan Kerja terhadap Hubungan, …

karyawan, dengan asumsi perusahaan tidak mempunyai tujuan. Manajer dan Karyawan yang dominan akan menentukan tujuan perusahaan, pengambil keputusan dalam menyelesaikan masalah merupakan cerminan dari berbagai faktor yang ada dilingkungan yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Banyak faktor yang mempengaruhi sikap individual terhadap perubahan organisasi. Faktor utama adalah keterlibatan dalam pekerjaan serta komitment pada organisasi. Menurut Randall dan Cote, (1991) dalam Cohen (1999) mereka akan terlibat dengan pekerjaannya dari pada orang-orang dengan tingkat etika kerja yang lebih rendah. Menurut Yousef (2000) mereka yang lebih berkomitment pada organisasinya lebih mungkin untuk merangkul perubahan dari pada mereka yang kurang berkomitment pada organisasi, jika perubahan tersebut dianggap bermanfaat bagi organisasi dan tidak berpotensi mengubah nilai dasar dan tujuan organisasi. Penelitian di barat mengenai etika kerja mengarahkan pada etika kerja protestan. Etika kerja protestan merupakan variabel yang dikarakterkan sebagai kepercayaan atas kepentingan kerja keras (Mirels dan Garrett, 1971). Witt (1993) menyimpulkan bahwa pengalaman kerja seseorang dan sikapnya adalah faktor penting untuk sikap kerja. Keterlibatan kerja sangat dipengaruhi dan bisa didapat sebagai bentuk pengalaman–pengalaman kerja. Semakin positif pengalaman– pengalaman tersebut semakin tinggi keterlibatannya kerjanya. Randall dan Cote (1991) mengemukakan keterlibatan kerja sebagai mediator berdasarkan teori timbal balik sosial, yang memberikan syarat tertentu pada orang-orang yang ingin membalas budi atas keuntungan yang mereka dapat. Pentingnya peran individu sebagai agen moral dalam wacana etika dan praktek...
tracking img